← Beranda
Persija Jakarta Pincang Lawan Dewa United! 3 Bintang Absen, Mauricio Souza Dipaksa Putar Otak
Moch. Rizky Pratama PutraSelasa, 10 Maret 2026 | 22.00 WIB
Selebrasi pemain Persija Jakarta saat mencetak gol di Jakarta International Stadium. Macan Kemayoran harus tampil tanpa tiga pemain inti saat menghadapi Dewa United. (Persija)

 

JawaPos.com — Persija Jakarta menghadapi ujian berat jelang duel penting melawan Dewa United pada pekan ke-25 kompetisi musim 2025/2026. Macan Kemayoran dipastikan kehilangan tiga pemain penting, termasuk mesin gol mereka, Allano.

Pertandingan Persija Jakarta vs Dewa United akan berlangsung di Jakarta International Stadium pada Minggu (15/3/2026). Situasi ini membuat pelatih Mauricio Souza harus memutar otak untuk meracik komposisi terbaik timnya.

Absennya tiga pemain inti jelas menjadi kerugian besar bagi Persija Jakarta. Apalagi laga tersebut menjadi momentum penting untuk menjaga persaingan di papan klasemen.

Nama pertama yang dipastikan absen adalah Allano. Penyerang andalan Macan Kemayoran itu harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning.

Baca Juga: Fajar Fathurrahman Berpeluang Debut! Berikut Caps 6 Pemain Persija Jakarta yang Dipanggil Gabung Timnas Indonesia

Kehilangan Allano terasa sangat signifikan bagi lini depan Persija Jakarta. Pemain asal Brasil itu telah mengoleksi enam gol musim ini dan menjadi salah satu sumber ancaman utama bagi lawan.

Selain Allano, Persija Jakarta juga kehilangan gelandang pekerja keras Hanif Sjahbandi. Ia mengalami cedera kaki yang membuatnya harus menepi dari pertandingan penting tersebut.

Absennya Hanif tentu berdampak pada keseimbangan lini tengah Macan Kemayoran. Perannya selama ini cukup vital dalam menjaga ritme permainan serta membantu transisi bertahan dan menyerang.

Satu nama lain yang juga tidak bisa diturunkan adalah Mauro Zijlstra. Penyerang muda itu mengalami cedera pangkal paha sehingga harus menjalani pemulihan.

Situasi ini semakin menambah daftar persoalan bagi Mauricio Souza. Ia harus menemukan solusi cepat agar kekuatan tim tetap kompetitif saat menghadapi Dewa United.

Baca Juga: Persija Jakarta Tancap Gas di Era Digital! Gandeng VIDA, Administrasi Klub Kini Serba Elektronik dan Lebih Aman

Tantangan tersebut datang di momen yang sebenarnya tidak ideal bagi Persija Jakarta. Pada pertandingan sebelumnya, mereka gagal meraih kemenangan saat menjamu Borneo FC.

Laga yang berlangsung di Jakarta International Stadium pada 3 Maret 2026 itu berakhir dengan skor imbang 2-2. Hasil tersebut tentu meninggalkan kekecewaan bagi tim maupun para pendukung.

Meski demikian, para pemain Persija Jakarta menegaskan semangat tim tidak pernah padam. Mereka tetap percaya diri menatap sisa pertandingan musim ini.

Penyerang Persija Jakarta, Emaxwell Souza, menilai hasil imbang tersebut tetap menunjukkan karakter kuat tim. Ia melihat para pemain sudah berjuang keras hingga detik terakhir pertandingan.

“Kami hampir menang, tetapi saya bangga dengan perjuangan dan tekad kami hingga akhir. Saya berterima kasih kepada para penggemar atas dukungan mereka yang tak tergoyahkan. Kami akan berjuang hingga akhir selama masih ada harapan,” ujar Maxwell.

Pernyataan tersebut menggambarkan mentalitas yang ingin terus dipertahankan Persija Jakarta. Para pemain menyadari perjalanan musim ini belum selesai.

Baca Juga: Persija Jakarta Dominasi Timnas Indonesia! Persebaya Surabaya Hanya Kirim Ernando Ari untuk FIFA Series 2026

Gelandang kreatif Persija Jakarta, Jean Mota, juga memiliki pandangan yang serupa. Ia menilai hasil imbang melawan Borneo FC merupakan bagian dari proses panjang kompetisi.

“Sayangnya, ini bukan hasil yang kami harapkan, tetapi kami masih memiliki jalan panjang di depan dan kami akan berjuang sampai akhir,” ucap Mota.

Optimisme juga disampaikan oleh Fabio Calonego. Ia menegaskan seluruh pemain kini mengalihkan fokus pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

Menurut Fabio, laga melawan Borneo FC harus dijadikan pelajaran penting. Tim harus tampil lebih kuat dan lebih fokus di sisa musim.

“Ini bukan hasil yang kami inginkan. Tapi kami masih punya 10 final lagi untuk mencapai tujuan kami. Kami tetap percaya diri dengan kerja keras kami dan, yang terpenting, bersama sampai akhir,” tutur Fabio.

Pernyataan tersebut menunjukkan Persija Jakarta masih menjaga keyakinan tinggi. Mereka percaya target tim masih bisa dicapai jika konsisten meraih hasil positif.

Namun, ujian pertama datang saat menghadapi Dewa United. Tanpa tiga pemain kunci, Mauricio Souza harus menemukan formula baru.

Beberapa pemain pelapis kemungkinan besar akan mendapatkan kesempatan tampil sejak menit awal. Ini bisa menjadi momentum bagi mereka untuk membuktikan kualitasnya.

Rotasi pemain juga bisa menjadi strategi yang dipilih oleh Mauricio Souza. Pelatih asal Brasil itu harus memastikan keseimbangan tim tetap terjaga.

Dukungan dari para pendukung juga diprediksi menjadi faktor penting dalam pertandingan tersebut. Atmosfer Jakarta International Stadium sering kali memberi energi tambahan bagi para pemain.

Baca Juga: Resmi! John Herdman Panggil 41 Pemain untuk Timnas Indonesia, Persija Jakarta Sumbang Nama Terbanyak

Dengan sepuluh pertandingan tersisa musim ini, setiap poin menjadi sangat berharga. Persija Jakarta tidak boleh kehilangan momentum jika ingin tetap bersaing.

Karena itu, duel melawan Dewa United menjadi pertandingan yang sangat krusial. Macan Kemayoran dituntut menunjukkan karakter kuat meski dalam kondisi tidak ideal.

Para pemain pun sudah menegaskan komitmen mereka. Sepuluh laga tersisa akan dijalani seperti final demi menjaga peluang mencapai target musim ini.

Perjuangan Persija Jakarta masih panjang. Tantangan demi tantangan harus dilalui dengan mental kuat dan kerja keras.

Kini, semua mata tertuju pada bagaimana Mauricio Souza meracik strategi tanpa tiga pilar pentingnya. Jika mampu melewati ujian ini, Persija Jakarta bisa kembali menemukan momentum kemenangan.

EDITOR: Edi Yulianto