JawaPos.com–Persebaya Surabaya menghadapi momen krusial menjelang akhir musim Super League 2025/2026. Sembilan pemain mereka terancam pergi secara cuma-cuma karena kontraknya segera berakhir.
Situasi ini membuat masa depan skuad Green Force mulai menjadi sorotan. Banyak pihak mulai mempertanyakan apakah pelatih Bernardo Tavares akan melakukan cuci gudang besar-besaran pada akhir musim.
Manajemen Persebaya Surabaya memang harus bergerak cepat. Jika tidak segera memperpanjang kontrak para pemain tersebut, mereka berpotensi kehilangan aset penting tanpa mendapatkan kompensasi transfer.
Total ada sembilan pemain yang kontraknya akan habis pada pertengahan 2026. Menariknya, enam di antaranya cukup sering tampil dan mengisi line up Persebaya Surabaya pada paruh kedua musim ini.
Kondisi itu tentu menimbulkan dilema bagi tim pelatih. Di satu sisi mereka masih dibutuhkan, namun di sisi lain performa beberapa pemain dinilai mulai tidak stabil.
Dua nama bahkan berasal dari posisi yang sangat krusial bagi Persebaya Surabaya. Posisi penjaga gawang menjadi salah satu sektor yang berpotensi mengalami perubahan besar musim depan.
Baca Juga: 9 Pemain Baru Ini Tenggelam! Bomber Persebaya Surabaya Masuk Daftar Miskin Menit Bermain
Kiper utama Timnas Indonesia Ernando Ari menjadi salah satu pemain yang kontraknya habis pada 31 Mei 2026. Selain Ernando Ari, kiper kedua Andhika Ramadhani juga akan mengakhiri masa kontraknya pada 30 Juni 2026.
Jika kedua penjaga gawang tersebut tidak segera dipagari kontrak baru, Persebaya Surabaya bisa kehilangan kedalaman skuad di sektor vital. Situasi ini tentu berisiko besar bagi stabilitas tim musim depan.
Selain posisi kiper, lini tengah dan lini depan juga memiliki beberapa pemain yang masa kerjanya segera berakhir. Nama-nama seperti Francisco Rivera hingga Bruno Paraiba termasuk dalam daftar tersebut.
Baca Juga: Diguyur Bonus Rp 100 Juta! Sentuhan Magis Imran Nahumarury Hidupkan Harapan Semen Padang
Francisco Rivera menjadi salah satu pemain yang cukup menonjol musim ini. Gelandang kreatif asal Meksiko itu dijadwalkan menyelesaikan kontraknya pada 31 Mei 2026.
Sementara itu, Bruno Paraiba yang berposisi sebagai penyerang juga akan habis kontrak pada akhir musim 2025/2026. Performa striker asal Brasil tersebut masih menjadi bahan evaluasi tim pelatih.
Di sektor pertahanan, dua pemain asing juga berada dalam situasi yang sama. Leo Lelis dan Risto Mitrevski sama-sama memiliki kontrak yang berakhir pada pengujung musim ini.
Leo Lelis selama ini menjadi salah satu pilihan di lini belakang. Sedangkan Risto Mitrevski memberikan pengalaman dan ketenangan dalam menjaga pertahanan Persebaya Surabaya.
Nama lain yang masuk daftar kontrak habis adalah Pedro Matos. Pemain asal Portugal itu juga dijadwalkan menyelesaikan kontraknya pada akhir musim 2025/2026.
Selain itu ada pula Riyan Ardiansyah yang berstatus pemain pinjaman. Masa peminjamannya juga akan berakhir bersamaan dengan berakhirnya musim kompetisi.
Baca Juga: Jadwal 16 Besar Liga Champions: Duel Real Madrid vs Manchester City
Di antara semua nama tersebut, satu pemain justru sedang menjadi sorotan tajam dari suporter. Sosok yang dimaksud adalah kapten tim asal Brasil, Bruno Moreira.
Bruno Moreira selama beberapa musim terakhir dikenal sebagai ikon Persebaya Surabaya. Namun performanya belakangan ini menuai banyak kritik dari Bonek Mania.
Kritik itu muncul setelah Persebaya Surabaya mengalami kekalahan telak 1-5 dari tuan rumah Borneo FC. Dalam laga tersebut, performa Bruno Moreira dinilai jauh dari harapan.
Baca Juga: Hansi Flick Sebut Barcelona Siap Hadapi Tantangan Main di Markas Newcastle United
Sejumlah Bonek bahkan menyampaikan kritik langsung melalui media sosial. Mereka menilai performa sang kapten tidak sebaik musim-musim sebelumnya.
”Bruno gae nomer 10 ga enak blass. Cobak kongkon balek nomer 99,” tulis salah satu Bonek.
Komentar lain juga menyoroti perubahan performa pemain bernomor punggung 10 tersebut. Sejumlah suporter merasa Bruno Moreira tampil kurang bersemangat dalam beberapa pertandingan terakhir.
Baca Juga: Liverpool Dipastikan Tanpa Alisson Becker di Leg Pertama Liga Champions Lawan Galatasaray
”Mas @brunomoreira99 ada apakah denganmu...are you ok bro? Kenapa mainnya skrng kyk kurang semangat bgt,” tulis salah satu Bonek.
Kritik juga datang terkait statusnya sebagai kapten tim. Beberapa Bonek bahkan menilai ban kapten membuat performa Bruno Moreira menjadi tidak konsisten.
”Bruno ojok dadi kapten kaboten, mending pemain liane ae...semenjak dadi kapten gak konsisten main'e Bruno, eman enko ngerusak ritme tim,” tulis salah satu Bonek.
Baca Juga: Beckham Putra Sebut Kemenangan Kontra Persik Jadi Modal Hadapi Borneo FC
Komentar lain juga meminta pergantian kapten tim. Mereka menilai Bruno Moreira terlihat terbebani dengan tanggung jawab tersebut.
”Mending kapten ganti liane Bruno kabotan ban lengan,” tulis salah satu Bonek.
Bahkan ada juga yang mengusulkan agar Bruno Moreira dicadangkan sementara. Kritik tersebut menunjukkan tingginya ekspektasi suporter terhadap pemain andalan mereka.
Baca Juga: Drawing Perempat Final Piala FA: Manchester City Hadapi Liverpool
”Wes wayahe Bruno Moreira CADANGAN. Under Perform. Lupat Luput ae terlalu Sering. Matos Blunder,” tulis salah satu Bonek.
Situasi ini tentu menjadi perhatian serius bagi tim pelatih. Apalagi kontrak Bruno Moreira sendiri akan berakhir pada 30 April 2026.
Jika tidak ada kesepakatan baru, Persebaya Surabaya bisa kehilangan pemain yang selama ini menjadi wajah klub tersebut. Namun keputusan mempertahankan atau melepasnya tentu akan bergantung pada evaluasi performa hingga akhir musim.
Baca Juga: Bhayangkara FC vs Arema FC: Moussa Sidibe dan Dalberto Bakal Ciptakan Duel Menarik di Sisi Sayap
Daftar sembilan pemain Persebaya Surabaya yang kontraknya habis pada akhir musim 2025/2026
Francisco Rivera – 31 Mei 2026
Bruno Moreira – 30 April 2026
Ernando Ari – 31 Mei 2026
Andhika Ramadhani – 30 Juni 2026
Bruno Paraiba – akhir musim 2025/2026
Leo Lelis – akhir musim 2025/2026
Risto Mitrevski – akhir musim 2025/2026
Pedro Matos – akhir musim 2025/2026
Riyan Ardiansyah – pinjaman (akhir musim 2025/2026)
Dengan banyaknya kontrak pemain yang segera habis, Persebaya Surabaya menghadapi periode penting dalam menentukan arah tim. Keputusan manajemen dan tim pelatih pada akhir musim akan sangat menentukan wajah Green Force di kompetisi musim depan.