JawaPos.com — Duel panas akan tersaji saat Persebaya Surabaya menghadapi Borneo FC dalam lanjutan pekan ke-25 Super League 2025/2026. Laga yang digelar di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/3/2026) malam itu diprediksi berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama mengincar poin penting.
Sorotan utama langsung tertuju pada kembalinya trio penyerang andalan Persebaya Surabaya yang dikenal dengan sebutan MBG. Selain itu Bruno Paraiba yang absen lama kembali masuk daftar susunan pemain Persebaya Surabaya meski harus memulai laga dari bangku cadangan.
Kombinasi Malik Risaldi, Bruno Moreira, dan Gali Freitas akhirnya benar-benar tampil bersama dalam starting line up resmi Green Force.
Kehadiran tiga pemain tersebut langsung memunculkan optimisme di kalangan Bonek. Mereka berharap trio MBG mampu menjadi pembeda dalam laga berat melawan Borneo FC di kandangnya sendiri.
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares memang datang ke Samarinda dengan tekad besar. Ia ingin anak asuhnya tampil penuh keyakinan sekaligus berani menghadapi tekanan dari tuan rumah.
Borneo FC bukan lawan yang mudah bagi Persebaya Surabaya musim ini. Konsistensi permainan tim berjuluk Pesut Etam membuat mereka menjadi salah satu kandidat kuat di papan atas klasemen.
"Kami tahu Borneo adalah tim yang kuat, kami melihat pertandingan terakhir mereka, dan kami melihat hasil bagus yang mereka dapatkan di kandang Persija. Bagi kami, yang terpenting adalah bermain sebagai tim dengan sikap yang baik dan fokus sepanjang 90 menit," ujar Tavares dalam sesi konferensi pers.
Pelatih asal Portugal tersebut menekankan pentingnya sikap tim sepanjang pertandingan. Ia ingin para pemain Persebaya Surabaya tetap fokus sejak menit pertama hingga peluit akhir.
Kewaspadaan tersebut cukup beralasan melihat posisi Borneo FC di klasemen sementara. Tim asal Kalimantan Timur itu saat ini berada di posisi ketiga dan dikenal sebagai salah satu tim paling stabil sepanjang musim.
Selain itu, sejarah pertemuan juga tidak terlalu berpihak pada Persebaya Surabaya ketika bermain di Samarinda. Green Force kerap kesulitan meraih kemenangan saat bertandang ke Stadion Segiri.
Persebaya Surabaya terakhir kali menang di kandang Borneo FC pada 2019. Saat itu Green Force sukses mencuri kemenangan tipis 2-1 yang hingga kini masih menjadi hasil terbaik mereka di Segiri dalam beberapa tahun terakhir.
"Jika melihat sejarah pertemuan antara Borneo dan Persebaya, terakhir kali Persebaya menang di Samarinda adalah pada 23 Juni 2019, hampir tujuh tahun lalu. Itu waktu yang sangat lama. Artinya Borneo sangat kuat ketika bermain di kandang," timpalnya.
Catatan tersebut membuat laga kali ini memiliki tantangan tersendiri bagi Persebaya Surabaya. Bernardo Tavares ingin anak asuhnya tampil lebih berani untuk mengubah sejarah tersebut.
Ia menilai peluang untuk meraih hasil positif tetap terbuka jika tim mampu menjaga etos kerja seperti pada pertandingan sebelumnya. Disiplin dan kerja keras menjadi kunci penting bagi Green Force.
"Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sulit, tetapi kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk meraih hasil bagus di sini. Saya juga berharap sikap para pemain sama seperti yang mereka tunjukkan di pertandingan terakhir dan juga saat melawan (PSM) Makassar bisa kami ulangi di sini dan menjadi lebih konsisten," katanya.
Menjelang pertandingan, kondisi fisik pemain juga menjadi perhatian penting bagi tim pelatih. Tavares tidak ingin mengambil risiko dengan menurunkan pemain yang belum sepenuhnya siap.
Evaluasi kondisi pemain dilakukan hingga mendekati waktu pertandingan. Setiap detail diperhatikan untuk memastikan tim tampil dalam komposisi terbaik.
"Kami perlu melakukan evaluasi, melihat kondisi pemain setelah latihan hari ini dan juga besok pagi. Jika ada pemain yang mengeluh atau mengalami masalah, mungkin kami harus melakukan perubahan, mungkin juga tidak. Kita lihat nanti," pungkasnya.
Hasil evaluasi tersebut akhirnya menghasilkan komposisi starting line up yang cukup solid di semua lini. Persebaya Surabaya tetap mempertahankan kerangka tim utama yang selama ini menjadi andalan.
Di posisi penjaga gawang, Ernando Ari dipercaya mengawal mistar gawang Green Force. Kiper Timnas Indonesia itu diharapkan mampu menjadi benteng terakhir saat menghadapi tekanan lini depan Borneo FC.
Lini pertahanan Persebaya Surabaya diperkuat empat pemain yang sudah cukup sering bermain bersama. Koko Ari dan Jefferson Silva mengisi posisi bek sayap, sedangkan Leo Lelis serta Risto Mitrevski menjaga jantung pertahanan.
Kombinasi tersebut diharapkan mampu menghadapi agresivitas serangan tuan rumah. Pengalaman Leo Lelis dan ketenangan Risto Mitrevski menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas lini belakang.
Di sektor tengah, Persebaya Surabaya menurunkan duet Milos Raickovic dan Sadida Nugraha. Keduanya bertugas menjaga keseimbangan permainan sekaligus membantu pertahanan ketika dibutuhkan.
Peran kreatif kemudian dipercayakan kepada Francisco Rivera yang beroperasi sedikit lebih ke depan. Pemain asal Meksiko tersebut dikenal memiliki visi permainan yang tajam serta kemampuan distribusi bola yang baik.
Rivera diharapkan menjadi penghubung antara lini tengah dan lini serang. Kreativitasnya bisa menjadi kunci bagi Persebaya Surabaya untuk membongkar pertahanan Borneo FC.
Sementara itu, lini depan menjadi sektor yang paling menarik perhatian. Trio MBG benar-benar diturunkan sejak menit awal untuk memimpin serangan Green Force.
Gali Freitas dipercaya mengisi sisi sayap dengan kecepatan serta kemampuan duel satu lawan satu yang kuat. Pemain asal Timor Leste tersebut dikenal mampu memberikan ancaman melalui penetrasi dari sisi lapangan.
Di sisi lain, Malik Risaldi menawarkan karakter permainan yang agresif. Kecepatan serta mobilitas tinggi membuatnya menjadi salah satu pemain yang sering merepotkan pertahanan lawan.
Sementara itu, Bruno Moreira tetap menjadi sosok sentral di lini depan Persebaya Surabaya. Kapten tim tersebut memiliki pengalaman, kreativitas, sekaligus naluri mencetak gol yang tinggi.
Kombinasi ketiganya membuat lini serang Green Force terlihat lebih dinamis. Serangan tidak hanya bergantung pada satu pemain, tetapi bisa datang dari berbagai arah.
Jika trio MBG mampu tampil dalam performa terbaik, peluang Persebaya Surabaya untuk mencetak gol tentu semakin terbuka. Apalagi ketiganya sudah cukup memahami pola permainan satu sama lain sepanjang musim ini.
Para Bonek tentu berharap kombinasi tersebut mampu membawa hasil positif dari Samarinda. Dukungan dari jauh tetap mengalir untuk Green Force agar mampu memutus tren negatif di Stadion Segiri.
Kemenangan di kandang Borneo FC akan menjadi momentum penting bagi Persebaya Surabaya. Hasil positif tersebut bisa meningkatkan kepercayaan diri tim dalam menghadapi pertandingan berikutnya di kompetisi.
Kini semua mata tertuju pada duel seru di Samarinda malam ini. Apakah trio MBG benar-benar menjadi senjata utama Green Force untuk menaklukkan Borneo FC di kandangnya?
Berikut starting line up resmi Persebaya Surabaya menghadapi Borneo FC.
Ernando Ari; Koko Ari, Leo Lelis, Risto Mitrevski, Jefferson Silva; Milos Raickovic, Sadida Nugraha, Francisco Rivera; Gali Freitas, Malik Risaldi, Bruno Moreira.
Cadangan:
Andhika Ramadhani (GK), Dimas Wicaksono, Mikael Tata, Oktafianus Fernando, Toni Firmansyah, Sheva, Ichsas, Pedro Matos, Bruno Paraiba, Ryan Ardiansyah, Aleandro Alan, Ahmad Mujtaba.