← Beranda
Borneo FC Kebobolan 15 Gol di Babak Kedua! Celah Besar Pesut Etam yang Siap Dimanfaatkan Persebaya Surabaya
Moch. Rizky Pratama Putra• Jumat, 6 Maret 2026 | 14.47 WIB
Statistik menunjukkan Borneo FC lebih sering kebobolan di babak kedua, peluang yang bisa dimanfaatkan Persebaya Surabaya saat bertandang ke Samarinda. (Borneo FC)

 

JawaPos.com — Borneo FC ternyata menyimpan satu kelemahan yang bisa dimanfaatkan lawan. Statistik menunjukkan Pesut Etam kerap kehilangan konsentrasi pada babak kedua pertandingan.

Data tersebut bisa menjadi sinyal penting bagi Persebaya Surabaya jelang duel panas pekan ke-25 Super League 2025/2026. Tim Green Force dijadwalkan bertandang ke Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/3/2026) malam.

Pertemuan dua tim papan atas ini diprediksi berlangsung sengit sejak menit pertama. Baik Borneo FC maupun Persebaya Surabaya sama-sama berambisi menjaga posisi di papan atas klasemen.

Persebaya Surabaya datang dengan bekal kepercayaan diri setelah melalui pertandingan dramatis pada pekan sebelumnya.

Meski begitu, pelatih Bernardo Tavares menegaskan timnya tetap harus melakukan evaluasi menyeluruh sebelum menghadapi tantangan berikutnya.

Baca Juga: Rekor Clean Sheet Teja Paku Alam Dirusak Persebaya Surabaya, Tapi Tembok Persib Bandung Belum Runtuh di GBLA!

Pelatih asal Portugal itu menilai analisis pertandingan sebelumnya menjadi langkah penting untuk memperbaiki performa tim.

Terutama saat Persebaya Surabaya menghadapi Persib Bandung dalam laga yang berlangsung dengan intensitas tinggi.

"Pertama-tama kami harus menganalisis permainan dan memperbaiki hal-hal yang belum berjalan dengan baik, terutama terkait peluang yang kami ciptakan dan juga peluang yang didapatkan saat lawan Persib. Di sisi lain, kami juga harus menjaga hal-hal positif yang sudah kami tampilkan di pertandingan tersebut," ucap Tavares.

Evaluasi tersebut tidak hanya berfokus pada performa tim sendiri. Staf pelatih juga menyiapkan analisis mendalam terhadap kekuatan dan kelemahan calon lawan.

Tavares memastikan setiap detail permainan Borneo FC akan dipelajari secara serius. Tujuannya agar Persebaya Surabaya bisa menyiapkan strategi yang tepat saat bertandang ke Samarinda.

"Kami akan menganalisis kekuatan lawan, melihat celah yang bisa kami eksplorasi, serta menentukan pemain-pemain yang paling tepat untuk diturunkan sesuai dengan karakteristik dan strategi yang ingin kami terapkan saat menghadapi Borneo," jelas pelatih berusia 45 tahun.

Baca Juga: Tribun Utara Gelora Bung Tomo Ditutup! Persebaya Surabaya Ambil Langkah Tegas Usai Insiden Panas di Stadion

Menariknya, hasil analisis statistik menunjukkan satu fakta yang cukup mencolok dari performa Borneo FC musim ini. Pesut Etam ternyata lebih sering kebobolan setelah memasuki babak kedua pertandingan.

Dari total 23 gol yang bersarang ke gawang Borneo FC sepanjang musim ini, sebagian besar justru terjadi setelah jeda turun minum.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya penurunan konsentrasi ketika pertandingan memasuki fase akhir.

Distribusi kebobolan Borneo FC memperlihatkan pola yang cukup jelas. Pada babak pertama, mereka hanya kebobolan tujuh gol sepanjang menit 1 hingga 45.

Tambahan satu gol juga terjadi pada masa injury time babak pertama. Artinya, pertahanan Pesut Etam relatif lebih stabil selama 45 menit awal pertandingan.

Situasinya berubah drastis setelah pertandingan memasuki babak kedua. Borneo FC sudah kebobolan 11 gol pada rentang menit 46 hingga 90.

Jumlah tersebut belum termasuk empat gol tambahan yang terjadi pada masa injury time babak kedua. Jika digabungkan, total kebobolan di fase akhir pertandingan mencapai 15 gol.

Angka tersebut menjadi sinyal penting bagi tim-tim yang akan menghadapi Borneo FC. Tekanan berkelanjutan di babak kedua berpotensi membuka celah di lini pertahanan mereka.

Baca Juga: 2 Tahap Evaluasi Persebaya Surabaya! Bernardo Tavares Siapkan Kejutan di Kandang Borneo FC

Kondisi itu tentu tidak luput dari perhatian tim pelatih Persebaya Surabaya. Bernardo Tavares dikenal sebagai pelatih yang sangat detail dalam membaca situasi pertandingan.

Kemungkinan besar ia akan menyiapkan skenario permainan yang menekan sejak awal hingga akhir laga. Strategi tersebut bisa menjadi kunci untuk memanfaatkan penurunan fokus pemain Borneo FC pada babak kedua.

Selain itu, stamina pemain juga bisa menjadi faktor penentu dalam pertandingan nanti. Jika Persebaya Surabaya mampu menjaga intensitas permainan hingga menit akhir, peluang mencuri poin dari Segiri semakin terbuka.

Bermain di kandang sendiri tentu membuat Borneo FC tetap menjadi lawan yang sangat berbahaya. Dukungan suporter di Stadion Segiri sering kali menjadi energi tambahan bagi skuad Pesut Etam.

Namun statistik kebobolan di babak kedua menjadi peringatan bagi tim tuan rumah. Mereka harus mampu menjaga konsentrasi penuh selama 90 menit jika tidak ingin kembali kehilangan poin.

Baca Juga: Resmi! Arief Catur Pamungkas dan Rachmat Irianto Absen Bela Persebaya Surabaya Hadapi Borneo FC

Sementara itu, Persebaya Surabaya datang dengan motivasi tinggi untuk melanjutkan tren positif. Laga ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Green Force membuktikan kapasitas mereka sebagai penantang serius di papan atas.

Pertandingan di Samarinda pun berpotensi menjadi duel taktik yang menarik antara dua pelatih berpengalaman. Bernardo Tavares dan Fabio Lefundes sama-sama dikenal piawai dalam merancang strategi pertandingan.

Kini menarik menunggu apakah Persebaya Surabaya benar-benar mampu memanfaatkan celah di babak kedua tersebut. Jika berhasil, laga di Stadion Segiri bisa menjadi panggung kejutan bagi Green Force.

EDITOR: Edi Yulianto