JawaPos.com — Persebaya Surabaya mendapat kabar terbaru mengenai kondisi dua penyerang asingnya jelang laga penting menghadapi Borneo FC. Bruno Paraiba dan Mihailo Perovic dilaporkan belum berada dalam kondisi fisik 100 persen menjelang pertandingan pekan ke-25 Super League 2025/2026.
Persebaya Surabaya dijadwalkan bertandang ke markas Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu 7 Maret 2026. Duel ini menjadi salah satu laga krusial bagi Green Force untuk menjaga konsistensi performa di papan klasemen.
Situasi terkini skuad Persebaya Surabaya menarik perhatian suporter karena beberapa pemain sempat mengalami cedera dan absen dalam sejumlah pertandingan terakhir.
Kondisi tersebut membuat komposisi tim masih terus dipantau hingga mendekati hari pertandingan.
Kabar terbaru datang dari media fanbase Bonek, @bondonekat_media, yang menyebut ada kemungkinan tambahan tenaga bagi skuad Persebaya saat bertandang ke Samarinda.
Baca Juga: Malik Risaldi Is Back! Kabar Baik Persebaya Surabaya Jelang Duel Panas Lawan Borneo FC di Samarinda
Informasi ini langsung menjadi perbincangan di kalangan pendukung Green Force.
“MALIK IS BACK!š¢
Info yang Mimin dapat, kemungkinan Malik akan gabung skuad saat Persebaya bertandang ke Samarinda.
* Paraiba & Perovic belum fit 100%.
* R. Irianto yang sebelumnya absen di 2 pertandingan terakhir (akumulasi kartu merah), ia juga sudah bisa diturunkan saat melawan Borneo,” tulis @bondonekat_media.
Kabar tersebut memberi sedikit angin segar bagi Persebaya Surabaya meskipun kondisi dua striker asingnya masih belum sepenuhnya pulih. Kehadiran Malik Risaldi dan Rachmat Irianto setidaknya bisa menambah opsi bagi tim pelatih.
Bruno Paraiba
Bruno Paraiba sendiri merupakan rekrutan anyar Persebaya Surabaya pada paruh musim kompetisi. Namun hingga saat ini kontribusinya masih sangat terbatas karena masalah kebugaran yang membuatnya jarang tampil.
Penyerang asal Brasil itu baru tampil sekali bersama Persebaya Surabaya. Debutnya terjadi saat menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan ke-18 kompetisi.
Dalam pertandingan tersebut Bruno Paraiba hanya bermain selama 18 menit. Meski singkat, ia mampu memberikan dampak positif bagi lini serang Persebaya Surabaya.
Catatan statistik menunjukkan kontribusinya cukup menjanjikan. Dari dua percobaan tembakan, satu di antaranya berhasil menjadi gol.
Expected Goals (xG) Bruno Paraiba pada laga tersebut mencapai 0,47. Ia juga mencatatkan akurasi tembakan sebesar 50 persen.
Tak hanya aktif menyerang, Bruno juga sempat membantu pertahanan tim. Ia tercatat melakukan satu tekel sepanjang penampilannya di pertandingan debut tersebut.
Dalam permainan tim, Bruno Paraiba juga menunjukkan efisiensi yang baik. Ia mencatatkan tiga umpan dan semuanya berhasil mencapai rekan setim.
Akurasi umpannya bahkan mencapai 100 persen. Selain itu ia juga sempat melepaskan satu umpan silang selama berada di lapangan.
Statistik tersebut sebenarnya menunjukkan potensi besar yang dimiliki Bruno Paraiba. Namun cedera membuatnya harus menepi cukup lama setelah laga debut tersebut.
Sejak pekan ke-19 hingga pekan ke-24 Super League 2025/2026, Bruno belum kembali tampil bersama Persebaya Surabaya. Situasi ini membuat lini depan Green Force kehilangan salah satu opsi penting.
Baca Juga: Mauricio Souza Soroti Hilangnya Fokus Persija Jakarta, Buntut Gol Injury Time Borneo FC di JIS
Mihailo Perovic
Sementara itu kondisi Mihailo Perovic juga masih menjadi perhatian menjelang laga kontra Borneo FC. Penyerang asal Montenegro tersebut sudah absen sejak pekan ke-22 hingga pekan ke-24.
Sebelumnya Perovic juga sempat menjalani hukuman akibat kartu merah tidak langsung. Hal itu membuatnya harus melewatkan dua pertandingan penting Persebaya Surabaya.
Sepanjang musim ini, Perovic sebenarnya menjadi salah satu ujung tombak utama Persebaya Surabaya. Ia telah mencatatkan 19 penampilan dengan total 1.214 menit bermain.
Dari jumlah tersebut, Perovic berhasil mencetak lima gol untuk Persebaya Surabaya. Catatan Expected Goals (xG) miliknya berada di angka 6,10.
Dalam urusan menyerang, Perovic tercatat melepaskan 22 tembakan. Sepuluh di antaranya tepat mengarah ke gawang lawan.
Akurasi tembakannya mencapai 45 persen. Selain itu ia juga menyumbang empat umpan kunci bagi rekan-rekannya.
Perovic juga cukup aktif dalam duel fisik selama pertandingan. Ia tercatat melakukan 16 pelanggaran dan menerima 10 pelanggaran dari lawan.
Sepanjang musim ini ia mengoleksi empat kartu kuning dan satu kartu merah. Statistik tersebut menunjukkan intensitas permainannya yang cukup tinggi di lini depan.
Dari sisi kontribusi bertahan, Perovic juga tidak sepenuhnya pasif. Ia mencatat lima tekel, lima intersep, serta tujuh sapuan sepanjang musim ini.
Penyerang tersebut juga cukup aktif dalam proses membangun permainan tim. Ia mencatatkan total 191 umpan dengan 149 di antaranya sukses.
Akurasi umpannya mencapai 79 persen. Perovic juga sempat mencatat delapan umpan terobosan yang membantu membuka ruang serangan Persebaya Surabaya.
Kontribusi lain datang dari duel udara yang kerap dimenangkannya. Ia tercatat membuat delapan umpan kepala sepanjang musim ini.
Absennya Perovic dalam beberapa laga terakhir tentu memberi dampak bagi ketajaman lini depan Persebaya Surabaya. Tim pelatih harus memutar otak untuk mencari kombinasi terbaik di sektor penyerangan.
Situasi ini membuat kondisi kebugaran Perovic menjadi sangat penting bagi tim. Apalagi Persebaya Surabaya akan menghadapi Borneo FC yang dikenal memiliki lini pertahanan solid saat bermain di Samarinda.
Menarik menantikan perkembangan kondisi Bruno Paraiba dan Mihailo Perovic dalam beberapa hari ke depan. Keputusan akhir kemungkinan baru akan ditentukan menjelang pertandingan berlangsung.
Jika keduanya belum siap tampil penuh, Persebaya Surabaya harus memaksimalkan opsi pemain lain di lini depan. Duel melawan Borneo FC diprediksi berlangsung sengit dan menuntut kesiapan fisik seluruh pemain.
Bagi para suporter Green Force, kabar terbaru dari dua striker asing ini tentu sangat dinantikan. Persebaya Surabaya membutuhkan kekuatan terbaiknya untuk membawa pulang poin dari Samarinda.