← Beranda
100 Laga Ernando Ari di Persebaya! Bukti Nyata Talenta Lokal Bisa Jadi Pilar Utama Jika Diberi Kepercayaan
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 5 Maret 2026 | 16.20 WIB
Ernando Ari merayakan 100 penampilan bersama Persebaya dengan tekad membawa Green Force meraih gelar juara. (Persebaya)

 

JawaPos.com — 100 laga Ernando Ari di Persebaya Surabaya bukan sekadar angka statistik di papan pertandingan. Capaian itu menjadi simbol perjalanan panjang talenta lokal yang tumbuh, ditempa, lalu dipercaya menjaga gawang klub kebanggaan Kota Pahlawan.

Seratus penampilan tidak lahir dari kebetulan atau keberuntungan sesaat. Di baliknya ada latihan keras, tekanan yang tak selalu terlihat, serta komitmen menjawab ekspektasi yang terus mengiringi setiap laga.

Bagi Ernando Ari Sutaryadi, angka 100 terasa begitu emosional dan penuh makna.

Ia menyebutnya sebagai rangkuman dari kerja keras, kesabaran, serta kepercayaan yang dijaga sejak pertama mengenakan seragam Persebaya Surabaya.

“Saya sangat bahagia dan bangga bisa mencatatkan 100 penampilan bersama Persebaya. Ini bukan perjalanan yang singkat, dan saya sangat bersyukur bisa terus dipercaya serta membantu tim sejauh ini,” ungkap Ernando.

Perjalanan kiper yang akrab disapa Nando itu bermula dari Elite Pro Academy Persebaya Surabaya.

Di level pembinaan, ia belajar memahami tekanan pertandingan, memperkuat mental, serta mengasah refleks dan ketenangan di bawah mistar.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Buka Suara Usai Alfredo Tata Jadi Korban Rasisme

Fondasi kariernya dibangun pelan namun kokoh dari kompetisi usia muda. Proses panjang itu membentuk karakter sekaligus mentalitasnya sebelum benar-benar terjun di level profesional.

Kesempatan tampil di tim senior datang pada Super League 2021/2022.

Debutnya terjadi saat Persebaya Surabaya menghadapi Borneo FC Samarinda, laga yang menjadi pintu masuk babak baru dalam hidupnya sebagai pesepak bola profesional.

Sejak saat itu, Ernando tak berhenti berproses dan belajar dari setiap situasi. Ia bersaing sehat, memperbaiki kesalahan, lalu memanfaatkan peluang yang datang hingga akhirnya mengamankan posisi sebagai kiper utama.

Baca Juga: Lakukan 5 Penyelamatan! Bonek Takjub dengan Performa Kiper Persebaya Ernando Ari saat Imbang Lawan Persib Bandung

Kepercayaan demi kepercayaan mulai ia kumpulkan, perlahan namun pasti. Dalam perjalanannya menuju 100 laga, ada satu momen yang selalu ia kenang sebagai titik penting pembuktian diri.

Laga penuh tensi kontra Arema FC pada pekan ke-33 Super League 2022/2023 di Stadion PTIK menjadi salah satu momen paling emosional.

Atmosfer pertandingan terasa panas, tekanan datang dari berbagai arah, dan konsentrasi diuji sepanjang laga.

Saat itu Persebaya Surabaya unggul 1-0 lewat gol Muhammad Iqbal. Kemenangan yang sudah di depan mata hampir buyar ketika Arema FC mendapat hadiah penalti di menit-menit krusial.

Dalam situasi menegangkan tersebut, Ernando tampil tenang dan fokus. Ia berhasil menepis sepakan penalti lawan, menjaga keunggulan sekaligus memastikan kemenangan tetap berada di tangan Persebaya Surabaya.

“Kalau bicara momen yang paling berkesan, tentu saat saya menepis penalti Arema di Jakarta. Itu momen yang sangat krusial dan itu jadi kenangan yang sangat berarti buat saya pribadi,” ujarnya.

Penyelamatan itu bukan sekadar aksi heroik dalam satu pertandingan. Momen tersebut mengukuhkan namanya sebagai tembok terakhir yang bisa diandalkan saat tekanan mencapai titik tertinggi.

Baca Juga: Cerita Haru di Lorong GBT! Sugiarti Berikan Jersey Khusus ke Kiper Andalan Persebaya Surabaya Ernando Ari

Namun perjalanan menuju 100 penampilan tentu tidak selalu mulus. Sebagai penjaga gawang, satu kesalahan kecil bisa menjadi sorotan besar dan mengundang kritik dari berbagai penjuru.

Tantangan terberat baginya adalah menjaga konsistensi di tengah ekspektasi tinggi suporter dan persaingan internal tim.

Setiap latihan dan pertandingan menjadi ajang pembuktian diri agar tetap layak dipercaya berdiri di bawah mistar.

“Sebagai penjaga gawang, konsistensi adalah kunci. Intinya adalah menjawab kepercayaan pelatih dengan kerja keras, baik di latihan maupun di pertandingan,” timpalnya.

Nando memahami kepercayaan tidak datang secara cuma-cuma. Semua harus dibalas dengan disiplin, komitmen, dan kesiapan fisik serta mental setiap hari.

“Konsisten saat latihan, konsisten di luar lapangan, menjaga kondisi tubuh dan kebugaran. Dari situ, kepercayaan itu bisa terus saya balas, apalagi pelatih juga selalu memberi saran dan arahan agar saya bisa tampil lebih baik dan terus dipercaya di laga-laga berikutnya,” sambungnya.

Kini, setelah resmi mencatatkan 100 laga bersama Persebaya Surabaya, Ernando tidak ingin berhenti di titik ini. Ia ingin terus berkembang dan membawa klub yang membesarkannya meraih prestasi yang lebih tinggi.

“Target saya tentu ingin membawa Persebaya menjadi juara. Secara pribadi, ambisi saya adalah selalu tampil maksimal di setiap pertandingan dan memberikan kontribusi terbaik demi membawa Persebaya meraih gelar,” jelasnya.

Baca Juga: Rating Pemain Persebaya Surabaya Usai Kalah dari Persijap Jepara! Nilai Ernando Ari dan Leo Lelis Jeblok

Kisah 100 laga Ernando Ari menjadi bukti nyata kualitas talenta lokal jika diberi ruang dan waktu berkembang.

Dari akademi hingga menjadi penjaga gawang utama, ia membuktikan kerja keras dan loyalitas bisa mengantar pemain muda berdiri tegak di panggung utama.

Bagi Persebaya Surabaya, perjalanan ini bukan sekadar tentang angka 100.

Setiap penyelamatan yang dilakukan Ernando adalah bab baru yang terus ia tulis dengan keberanian, konsistensi, dan mimpi membawa klub kebanggaannya menuju tangga juara.

EDITOR: Edi Yulianto