← Beranda
Resmi! Persib Bandung Larang Bobotoh Hadir di Markas Persebaya Surabaya, Cinta Tak Harus Datang ke Stadion
Moch. Rizky Pratama Putra• Minggu, 1 Maret 2026 | 18.50 WIB
Bobotoh diminta tidak hadir di Stadion Gelora Bung Tomo saat Persib Bandung tandang ke kandang Persebaya Surabaya. (Persib)
 

JawaPos.com — Keputusan tegas diambil manajemen Persib Bandung jelang laga panas kontra Persebaya Surabaya di pekan ke-24 Super League 2025/2026. Bobotoh dipastikan tidak boleh hadir langsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin 2 Maret 2026.

Persib mengajak Bobotoh untuk memberikan dukungan dengan cara positif di tempat masing-masing.

Bobotoh diimbau tidak memaksakan diri berangkat ke Surabaya saat Persib melawan Persebaya pada pertandingan pekan ke-24 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin 2 Maret 2026.

Ajakan ini bukan tanpa alasan, melainkan bentuk kepatuhan terhadap Regulasi Super League 2025/2026 Pasal 5 tentang Keamanan dan Kenyamanan Ayat 7. Selain itu, manajemen juga merujuk Pasal 141 Kode Disiplin PSSI Tahun 2023 yang secara tegas melarang kehadiran suporter tim tamu di stadion.

Baca Juga: Umuh Muchtar Ultimatum Skuad Persib Bandung! Awas Terpeleset di Kandang Persebaya Surabaya

Aturan tersebut menjadi dasar kuat bagi manajemen untuk mengambil langkah preventif. Persib tidak ingin risiko sanksi menghantui perjuangan tim yang sedang bersaing di papan atas klasemen.

Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, menyampaikan ajakan terbuka kepada seluruh Bobotoh. Menurutnya, dukungan terbaik saat ini adalah dengan menghormati regulasi yang berlaku.

"Kami mengajak Bobotoh untuk saling menjaga. Mari kita tunjukkan besarnya cinta kita kepada Persib dengan mematuhi aturan," kata Adhi.

Ia menegaskan, kepatuhan terhadap regulasi bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk tanggung jawab bersama. Klub dan suporter memiliki peran sama penting dalam menjaga marwah kompetisi.

"Berdasarkan Pasal 5 Regulasi Liga dan Pasal 141 Kode Disiplin PSSI, suporter tamu dilarang hadir. Jangan sampai niat baik mendukung tim justru berujung sanksi bagi klub kesayangan kita," lanjutnya.

Baca Juga: Bruno Paraiba Masih Dicari Bonek! Misteri Kebugaran Bomber Brasil Jelang Persebaya Surabaya vs Persib Bandung

Pesan tersebut terasa relevan di tengah atmosfer rivalitas klasik yang selalu memanas saat Persib bertemu Persebaya. Laga di Stadion Gelora Bung Tomo kerap menyedot perhatian publik sepak bola nasional.

Manajemen memahami antusiasme tinggi Bobotoh untuk mendukung langsung tim kebanggaan mereka. Namun, situasi regulasi saat ini membuat langkah tersebut tidak memungkinkan dilakukan.

Sebagai alternatif, Adhi mengimbau agar energi besar Bobotoh dialihkan ke kegiatan positif di kota masing-masing. Salah satunya dengan menggelar nonton bareng yang tertib dan terkoordinasi.

"Dukungan doa dari Bobotoh tetap akan sampai ke hati para pemain di lapangan. Kami sangat mengapresiasi jika Bobotoh memilih untuk meramaikan lokasi-lokasi nobar resmi. Mari kita jaga nama baik Persib dan Bobotoh dengan tetap tertib dan mengikuti aturan kompetisi," tambahnya.

Ajakan ini menegaskan dukungan tidak selalu identik dengan hadir di tribun stadion lawan. Loyalitas bisa diwujudkan melalui sikap dewasa dan taat aturan.

Di sisi lain, tim Maung Bandung sedang berada dalam momentum positif. Posisi di papan atas Super League 2025/2026 membuat setiap pertandingan memiliki arti krusial dalam perburuan gelar.

Manajemen tentu tidak ingin perjuangan di lapangan terganggu persoalan di luar teknis. Sanksi akibat pelanggaran regulasi bisa berdampak pada finansial maupun aspek nonteknis klub.

Baca Juga: Perjuangan Wonderkid Persebaya Surabaya! Alfan Suaib Dapat "Restu" Rendy Irwan, Bonek Inginkan Konsistensi

Kesadaran kolektif Bobotoh menjadi kunci dalam situasi ini. Dukungan masif yang terkontrol justru memberi citra positif bagi Persib di mata publik sepak bola nasional.

Rivalitas dengan Persebaya memang sarat gengsi dan sejarah panjang. Namun, kedewasaan suporter dinilai lebih penting demi menjaga keberlangsungan kompetisi yang aman dan nyaman.

Manajemen berharap Bobotoh memahami keputusan ini sebagai langkah strategis. Larangan hadir di kandang Persebaya bukan bentuk pembatasan cinta, melainkan upaya melindungi klub dari potensi kerugian.

Super League 2025/2026 masih menyisakan banyak laga penting. Fokus penuh tim dan dukungan positif dari suporter diharapkan menjadi kombinasi ideal untuk menjaga konsistensi performa.

Dalam konteks kompetisi modern, kepatuhan terhadap regulasi menjadi bagian tak terpisahkan dari profesionalisme klub. Persib ingin menunjukkan komitmen tersebut secara nyata.

Ke depan, sinergi antara manajemen, pemain, dan Bobotoh menjadi fondasi utama. Dukungan yang cerdas dan tertib akan menjadi kekuatan tambahan yang tak kalah besar dari sorak sorai di stadion.

Kini, pilihan ada di tangan Bobotoh untuk membuktikan kecintaan mereka dengan cara elegan. Menahan diri untuk tidak datang ke Surabaya bisa jadi bentuk dukungan paling berarti bagi Persib saat ini.

Baca Juga: Bernardo Tavares Tak Pernah Menang Lawan Bojan Hodak! Persebaya Surabaya Dihantui Rekor Kelam Lawan Persib Bandung

Manajemen optimistis, semangat yang sama tetap akan terasa meski terpisah jarak. Doa dan dukungan dari rumah, kafe, atau lokasi nobar resmi diyakini tetap mengalir ke lapangan.

Super League 2025/2026 bukan sekadar soal hasil akhir, melainkan juga soal bagaimana semua elemen menjaga sportivitas. Persib ingin melangkah bersama Bobotoh dalam koridor aturan yang jelas.

Keputusan ini sekaligus menjadi pengingat rivalitas tidak harus berujung pelanggaran. Sepak bola tetap bisa dinikmati dengan penuh gairah tanpa mengorbankan ketertiban.

Saat peluit kick-off berbunyi di Stadion Gelora Bung Tomo, jutaan pasang mata Bobotoh tetap tertuju pada layar. Dari kejauhan, mereka tetap menjadi pemain ke-12 yang menjaga asa Maung Bandung.

Manajemen berharap, kesadaran kolektif ini menjadi energi tambahan bagi tim yang sedang berjuang di papan atas. Tanpa gangguan sanksi dan pelanggaran regulasi, fokus penuh bisa diarahkan pada target prestasi.

Cinta kepada Persib kini diuji lewat kedewasaan sikap. Tidak hadir di stadion lawan justru menjadi simbol komitmen menjaga nama besar klub dan komunitas Bobotoh.

EDITOR: Edi Yulianto