← Beranda
Bukan Cuma Bruno Moreira! Semua Pemain Persebaya Surabaya Punya Tugas Cetak Gol Hadapi Persib Bandung
Moch. Rizky Pratama Putra• Minggu, 1 Maret 2026 | 01.05 WIB
Finishing Persebaya Surabaya kini jadi sorotan utama jelang duel klasik yang dipastikan menyedot perhatian publik sepak bola nasional. (Dok. Persebaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya tak ingin sekadar jadi tuan rumah saat menjamu Persib Bandung pada Senin (2/3/2026) mendatang. Finishing Persebaya Surabaya kini jadi sorotan utama jelang duel klasik yang dipastikan menyedot perhatian publik sepak bola nasional.

Laga kontra Persib Bandung bukan sekadar pertandingan biasa. Ini momentum Green Force menjaga marwah Gelora Bung Tomo sekaligus membuktikan efektivitas lini depan mereka benar-benar membaik.

Tren positif di kandang memang menjadi modal penting. Namun, efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya tuntas.

Evaluasi paling krusial datang selepas laga terakhir menghadapi PSM Makassar. Dalam pertandingan itu, Persebaya Surabaya mencatatkan 14 kreasi peluang dan melepaskan 20 tembakan.

Enam di antaranya tepat sasaran dan mengarah ke gawang lawan. Sayangnya, hanya satu peluang yang berbuah gol sehingga produktivitas dinilai belum sebanding dengan dominasi serangan.

Angka tersebut menjadi alarm serius jelang menghadapi tim sekelas Persib. Apalagi Maung Bandung dikenal sebagai pemilik lini pertahanan paling kokoh hingga pekan ke-23.

Hingga fase tersebut, Persib Bandung baru kebobolan 11 gol. Catatan impresif itu jelas menjadi tantangan besar bagi lini depan Green Force yang tengah berbenah.

Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, tak menutup mata terhadap masalah ini. Ia memastikan pembenahan finishing Persebaya Surabaya sudah menjadi menu utama dalam sesi latihan sepekan terakhir.

Menurut pelatih asal Portugal tersebut, latihan penyelesaian akhir rutin diberikan kepada seluruh pemain. Bukan hanya lini depan, semua sektor ikut diasah agar lebih klinis saat mendapat peluang.

“Mengenai penyelesaian akhir, kami sudah mencobanya dalam minggu terakhir. Malik kembali berlatih, kami melakukan sirkulasi bola. Tapi dia cedera lagi saat latihan menembak itu,” ujar Coach Tavares.

Kondisi itu tentu menjadi pukulan tersendiri bagi tim. Malik yang diharapkan menambah variasi serangan justru kembali mengalami cedera saat sesi latihan finishing.

Namun Tavares menegaskan persoalan akurasi bukan hanya tanggung jawab satu pemain. Ia secara terbuka menyebut seluruh pemain harus meningkatkan ketajaman.

Baca Juga: Francisco Rivera Sedih! Gelandang Persebaya Surabaya Singgung Kerusuhan Kartel di Meksiko

“Kami selalu ada sesi penyelesaian akhir. Tapi memang kami harus bekerja keras lagi. Bukan hanya Bruno Moreira, tetapi pemain lain juga kurang akurat,” sambungnya.

Pernyataan tersebut menegaskan satu hal penting. Finishing Persebaya Surabaya bukan hanya soal ketergantungan pada Bruno Moreira semata.

Musim ini, Bruno memang menjadi salah satu pemain paling produktif. Ia sudah mengoleksi 8 gol dan 4 assist di Super League 2025/2026.

Kontribusi signifikan juga datang dari Gali Freitas yang mencatatkan 6 gol dan 6 assist. Francisco Rivera turut memberi warna dengan 5 gol dan 6 assist dari lini tengah.

Di lini depan, Mihailo Perovic mengemas 5 gol. Sementara beberapa pemain bertahan seperti Léo Lelis dan Risto Mitrevski bahkan ikut menyumbang masing-masing 2 gol.

Nama lain seperti Arief Catur mencatat 1 gol dan 4 assist. Malik Risaldi menyumbang 1 gol dan 2 assist, meski kini harus berkutat dengan cedera.

Rachmat Irianto dan Bruno Paraíba juga masing-masing mencatat satu gol. Data tersebut menunjukkan distribusi kontribusi gol cukup merata di berbagai lini.

Meski begitu, akurasi di momen krusial masih menjadi pembeda antara peluang dan gol. Inilah yang terus ditekankan dalam sesi latihan jelang duel kontra Persib Bandung.

Tavares melihat sisi positif dari performa timnya. Ia menilai menciptakan peluang justru menjadi aspek tersulit dalam sepak bola modern.

“Ingat, hal tersulit di sepak bola adalah menciptakan peluang. Kami sudah di jalur yang benar dengan menciptakan peluang. Kami butuh fokus dan akurasi lebih. Sekarang kami punya waktu persiapan lebih lama untuk melatih penyelesaian akhir,” tandasnya.

Optimisme itu tak lepas dari fakta Persebaya Surabaya mampu mendominasi penciptaan peluang. Tinggal sentuhan akhir yang harus lebih tenang, terukur, dan efektif.

Laga melawan Persib Bandung akan menjadi ujian sesungguhnya. Pertahanan solid Maung Bandung menuntut setiap peluang dimaksimalkan tanpa kesalahan kecil.

Jika finishing Persebaya Surabaya mampu meningkat, bukan mustahil tren positif di kandang terus berlanjut. Dukungan Bonek di Gelora Bung Tomo bisa menjadi energi tambahan bagi para pemain.

Kini, sorotan tak lagi hanya tertuju pada Bruno Moreira. Semua pemain Persebaya Surabaya dituntut lebih tajam dan siap menjadi penentu dalam duel sarat gengsi tersebut.

Duel ini bukan sekadar soal tiga poin. Ini soal pembuktian Green Force mampu berkembang dan menjawab kritik lewat aksi nyata di lapangan.

Senin nanti, publik akan melihat hasil dari kerja keras sepekan terakhir. Apakah latihan finishing Persebaya Surabaya benar-benar membuahkan hasil atau justru kembali jadi cerita peluang yang terbuang.

EDITOR: Hendra