JawaPos.com — Bernardo Tavares bongkar kondisi ruang ganti Persebaya Surabaya, skuad Green Force siap tempur lawan Persijap Jepara meski jalani puasa. Pelatih asal Portugal itu memastikan Green Force tetap siap bertarung di tengah tantangan cedera, kelelahan perjalanan, hingga momentum Ramadhan.
Persebaya Surabaya bertekad membawa pulang kemenangan saat bertandang ke markas Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (21/2) besok.
Laga tandang ini menjadi momentum penting bagi Green Force untuk kembali ke jalur positif setelah hasil kurang maksimal di pertandingan sebelumnya.
Atmosfer ruang ganti Persebaya Surabaya disebut tetap solid jelang keberangkatan tim. Bernardo Tavares menekankan pentingnya fokus dan mentalitas bertanding sejak menit pertama.
Secara historis, Persebaya Surabaya memiliki catatan cukup baik atas Persijap. Dalam tujuh pertemuan terakhir, Green Force mengemas tiga kemenangan dan dua hasil imbang.
Catatan itu menjadi suntikan motivasi tersendiri bagi skuad Green Force. Apalagi pada putaran pertama musim ini, Persebaya Surabaya mampu mengamankan poin penuh saat menghadapi Laskar Kalinyamat.
Modal statistik tersebut ingin kembali diulang di kandang Persijap Jepara. Namun, Tavares sadar situasi di lapangan bisa berbeda, terutama dengan tekanan suporter tuan rumah.
Pelatih yang dikenal detail itu mengakui laga ini tidak akan berjalan mudah. Selain faktor tandang, kondisi kebugaran pemain menjadi perhatian utama tim pelatih.
“Sayangnya, minggu ini tidak mudah karena beberapa pemain cedera dan demam. Saya harap para pemain bisa beristirahat cukup karena kami memulai perjalanan di malam hari. Jadi, kita juga perlu memiliki sikap ekstra, fokus dan intensitas yang baik,” ujar Tavares dalam sesi konferensi pers, Jumat (20/2).
Ucapan itu menggambarkan situasi nyata di dalam tim jelang pertandingan penting ini. Beberapa pemain harus berpacu dengan waktu untuk memulihkan kondisi agar bisa tampil maksimal.
Perjalanan malam hari juga menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain. Manajemen waktu istirahat dan pemulihan fisik menjadi kunci agar performa tetap terjaga saat laga berlangsung.
Di tengah situasi tersebut, Persebaya Surabaya juga menjalani fase awal Ramadhan. Sejumlah pemain menjalankan ibadah puasa, sehingga program latihan harus disesuaikan tanpa mengurangi kualitas persiapan.
Bernardo Tavares memastikan adaptasi dilakukan secara terukur. Intensitas tetap dijaga, tetapi durasi latihan dibuat lebih singkat agar kondisi fisik pemain tidak terkuras.
“Untuk saat ini tidak ada masalah, karena mereka sudah bisa makan dan minum. Mereka sudah bisa melakukannya. Namun di minggu awal tetap memperhatikan durasi sesi latihan menjadi sedikit lebih singkat,” jelasnya.
Pendekatan ini menunjukkan fleksibilitas tim pelatih dalam membaca situasi. Tavares tidak ingin Ramadhan menjadi alasan turunnya performa, melainkan momentum untuk memperkuat mental dan kebersamaan tim.
Di ruang ganti, pesan yang ditekankan bukan sekadar taktik dan strategi. Para pemain diingatkan menjaga sikap, disiplin, serta fokus penuh sepanjang pertandingan.
Mentalitas tandang juga menjadi sorotan utama. Bermain di Stadion Gelora Bumi Kartini menuntut konsentrasi tinggi sejak awal hingga peluit panjang berbunyi.
Persebaya Surabaya menyadari Persijap Jepara bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Dukungan publik tuan rumah dipastikan memberi energi tambahan bagi Laskar Kalinyamat.
Karena itu, Green Force dituntut tampil efektif dan disiplin. Setiap peluang harus dimaksimalkan, sementara lini pertahanan wajib solid untuk meredam tekanan.
Bernardo Tavares ingin anak asuhnya menunjukkan karakter kuat. Ia menegaskan sikap ekstra dan intensitas permainan akan menjadi pembeda dalam laga ketat seperti ini.
Situasi cedera dan demam di dalam tim tidak dijadikan alasan untuk mengendurkan target. Justru kondisi tersebut memacu pemain lain untuk tampil lebih bertanggung jawab saat mendapat kesempatan bermain.
Semangat kolektif menjadi kekuatan utama Persebaya Surabaya jelang laga tandang ini. Kebersamaan di ruang ganti diyakini mampu menjaga stabilitas tim di tengah berbagai tantangan.
Momentum kebangkitan juga menjadi dorongan tersendiri. Setelah hasil kurang maksimal sebelumnya, kemenangan atas Persijap akan menjadi titik balik yang penting.
Bagi Persebaya Surabaya, tiga poin di kandang lawan bukan sekadar angka di klasemen. Itu simbol konsistensi dan bukti kesiapan tim menghadapi tekanan kompetisi.
Kini, semua mata tertuju pada bagaimana Green Force mengeksekusi rencana di lapangan.
Apakah Bernardo Tavares benar-benar berhasil membakar semangat ruang ganti Persebaya Surabaya dan membawa pulang kemenangan dari Jepara.