← Beranda
Bruno Paraiba Susul Diego Mauricio? Nasib Striker Baru Persebaya Surabaya yang Tak Kunjung Bermain
Moch. Rizky Pratama Putra• Rabu, 18 Februari 2026 | 04.05 WIB
Pemain Persebaya Surabaya Bruno Paraiba. (Dok. Persebaya Surabaya)

JawaPos.com — Nasib striker baru Persebaya Surabaya, Bruno Paraiba, yang tak kunjung bermain mulai memantik tanda tanya besar di kalangan Bonek. Sempat mencetak gol di laga debut, pemain asal Brasil itu justru menghilang dari skuad dalam empat pertandingan terakhir.

Kondisi ini membuat publik bertanya-tanya, apakah Bruno akan bernasib sama seperti Diego Mauricio yang tersisih pada paruh musim.

Apalagi, kedatangan Bruno memang diproyeksikan sebagai pengganti Diego Mauricio yang lebih dulu angkat kaki.

Bruno Pereira de Albuquerque didatangkan Persebaya Surabaya pada 10 Januari 2026. Pemain kelahiran João Pessoa, Brasil, 20 Juli 1994 itu memiliki postur 1,89 meter dan nilai pasar mencapai Rp 3,04 miliar.

Dalam profil resminya, Bruno bisa bermain sebagai gelandang tengah. Namun, posisi utamanya adalah penyerang depan-tengah yang diharapkan menjadi solusi lini serang Persebaya Surabaya.

Debut Bruno terjadi pada pekan ke-18 Super League 2025/2026 musim ini saat Persebaya bertandang ke markas PSIM Yogyakarta.

Dalam laga yang digelar 25 Januari 2026 itu, ia masuk sebagai pemain pengganti dan langsung mencetak satu gol dalam kemenangan 3-0.

Meski hanya bermain 19 menit, Bruno langsung memberi kesan positif. Satu gol dari satu pertandingan membuat ekspektasi Bonek melonjak tinggi terhadap striker baru Persebaya Surabaya tersebut.

Namun, setelah momen manis itu, Bruno tak lagi terlihat di lapangan. Ia absen dalam empat laga berikutnya tanpa penjelasan resmi dari manajemen.

Pada pekan ke-17 saat melawan Malut United, Bruno memang belum masuk skuad. Setelah tampil melawan PSIM Yogyakarta, namanya kembali tak tercantum saat Persebaya Surabaya menjamu Dewa United pada pekan ke-19.

Di pekan ke-20 saat menghadapi Bali United, Bruno tercatat mengalami masalah kebugaran. Lalu pada pekan ke-21 kontra Bhayangkara FC, namanya kembali tidak ada di dalam skuad.

Total, sejak bergabung bersama Persebaya Surabaya, Bruno baru mencatat satu penampilan dengan 19 menit bermain. Statistik itu tentu jauh dari harapan untuk pemain yang diplot sebagai pengganti Diego Mauricio.

Situasi tersebut memancing reaksi keras dari Bonek. Melalui salah satu kanal fanbase @tribunpersebaya, kegelisahan itu diluapkan secara terbuka.

“Bruno Paraiba didatangkan sebagai pengganti Diego Mauricio yang harus tersisih pada paruh musim ini. Jika di awal musim, Diego Mauricio sempat absen dalam beberapa laga awal musim karena alasan kebugaran,” tulis @tribunpersebaya.

“Kali ini, Bruno Paraiba pun sempat menjalani debut impresif dengan mencetak gol di laga perdananya. Namun, pada pertandingan berikutnya ia tidak tampil, dan hingga kini belum ada pernyataan resmi dari @officialpersebaya terkait kondisinya. Kira-kira ada apa dengan Bruno Paraiba?” lanjutnya.

Komentar Bonek pun beragam, mulai dari nada heran hingga sindiran. “Lah iyo,aku heran Karo manajemen ta Alex e, gak onok berita resmi tentang kondisi e paraiba, cedera opo aslie,” ujar salah satu Bonek.

Ada pula yang berseloroh soal cuaca Surabaya. “Gak cocok ambek cuacane sby. Mari panas kentang-kentang moro-moro udan. Langsung batuk pilek,” tulis Bonek lainnya.

Sindiran lain tak kalah pedas. “Mosok cuman muncul digawe model launching jersey anyar tok,” komentar seorang suporter.

Kritik soal kondisi fisik juga muncul. “Main gur 20 menit cederane pirang-pirang pertemuan,” tulis Bonek lainnya.

Sebagian suporter memilih menyikapi dengan nada datar namun penuh tanya. “Menyebabkan timbul pertanyaan pertanyaan yg mengherankan,” ujar komentar lain yang mencerminkan kegelisahan publik.

Situasi ini mengingatkan pada awal musim ketika Diego Mauricio juga sempat absen karena kebugaran. Kini, Bruno Paraiba mengalami fase serupa, bahkan setelah memulai dengan gol impresif.

Pelatih kepala Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, sebelumnya sempat menyinggung kondisi tim yang tidak ideal. Ia mengakui ada sejumlah pemain yang absen karena sakit dan cedera.

"Saya percaya bahwa para pemain akan mencoba melakukan yang terbaik. Sayangnya, kita tidak 100 persen. Kami memiliki beberapa pemain yang sakit, beberapa lainnya cedera, tetapi kami akan mencoba melakukan yang terbaik," pungkas mantan pelatih PSM Makassar itu.

Pernyataan itu bisa menjadi gambaran umum kondisi skuad, termasuk Bruno. Namun, tanpa keterangan spesifik, publik tetap sulit memastikan apa yang sebenarnya terjadi pada striker anyar tersebut.

Di tengah persaingan ketat papan atas Super League, Persebaya Surabaya jelas membutuhkan kontribusi maksimal dari pemain asingnya.

Kehadiran Bruno awalnya diharapkan menjadi pembeda, terutama setelah Diego Mauricio tak lagi memperkuat tim.

Kini, pertanyaan besar menggantung di benak Bonek.

Apakah Bruno Paraiba akan segera kembali dan membuktikan kapasitasnya, atau justru mengikuti jejak Diego Mauricio yang perlahan tersisih dari panggung utama Persebaya Surabaya Surabaya.

Waktu akan menjawab, namun satu hal pasti, ekspektasi sudah telanjur tinggi. Bagi Bonek, satu gol dalam 19 menit hanyalah awal, bukan akhir dari harapan terhadap Bruno Paraiba.

EDITOR: Edi Yulianto