← Beranda
Rekor Baru Persebaya Surabaya! 2 Wonderkid Masuk 5 Debutan Termuda Super League 2025/2026
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 31 Januari 2026 | 18.04 WIB
Ichsas Baihaqi jadi salah satu wonderkid andalan Persebaya Surabaya era Bernardo Tavares. (Persebaya)

JawaPos.com — Dimas Wicaksono dan Ichsas Baihaqi masuk daftar lima debutan termuda Persebaya Surabaya musim ini jelang laga pekan ke-19 Super League 2025/2026. Dua pemain muda Green Force itu resmi menorehkan catatan spesial di tengah persaingan ketat liga kasta tertinggi nasional.

Persebaya Surabaya dijadwalkan menghadapi Dewa United pada Minggu (1/2/2026) di Stadion Gelora Bung Tomo.

Laga ini bukan sekadar perebutan poin, tetapi juga menegaskan arah kebijakan Persebaya Surabaya yang semakin berani memberi panggung untuk pemain muda.

Musim 2025/2026 menjadi periode penting bagi regenerasi Persebaya Surabaya. Dua nama dari internal klub, Dimas Wicaksono dan Ichsas Baihaqi, masuk daftar lima debutan termuda Super League musim ini.

Dimas Wicaksono mencatat debut bersama Persebaya Surabaya pada 23 Agustus 2025 hadapi Bali United. Saat itu, pemain berposisi sayap kanan ini berusia 18 tahun 1 bulan 7 hari.

Nama kedua adalah Ichsas Baihaqi yang melakoni debut pada 2 November 2025 hadapi Persis Solo. Gelandang tengah kelahiran 17 Maret 2007 tersebut tampil perdana di usia 18 tahun 7 bulan 16 hari.

Keduanya bersanding dengan tiga pemain muda lain dari klub berbeda dalam daftar debutan termuda Super League 2025/2026. Ada Nazriel Alfaro dari Persib Bandung serta dua pemain Borneo FC, Ousmane Camara dan Dika Nurdiansyah.

Masuknya dua pemain Persebaya Surabaya dalam daftar elite tersebut menjadi sinyal positif bagi pembinaan usia muda klub. Terlebih, keduanya berasal dari klub internal yang berada di bawah naungan Persebaya Surabaya.

Dimas Wicaksono merupakan produk PS Pelindo yang promosi ke tim utama pada 1 Juli 2025. Pemain kelahiran Surabaya itu berposisi utama sebagai sayap kanan, namun juga mampu dimainkan sebagai bek kanan.

Pada musim ini, Dimas telah mencatatkan 94 menit bermain di Super League. Nilai pasar pemain berusia 18 tahun tersebut kini berada di angka Rp 434,54 juta.

Sementara itu, Ichsas Baihaqi naik ke tim utama dari PSAL. Gelandang tengah ini bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 1 Juli 2025 dan perlahan mendapatkan kepercayaan di lini tengah.

Ichsas sudah mengoleksi 199 menit bermain di Super League 2025/2026. Dengan nilai pasar Rp 869,08 juta, potensinya diproyeksikan masih akan terus berkembang.

Keberanian memainkan pemain muda tak berhenti pada dua nama tersebut. Persebaya Surabaya juga memberikan menit bermain signifikan kepada sejumlah pemain U-23 dari klub internal.

Toni Firmansyah menjadi yang paling menonjol dengan catatan 1.023 menit bermain. Gelandang tengah kelahiran Surabaya itu kini berusia 21 tahun dan memiliki nilai pasar mencapai Rp 2,17 miliar.

Selain Toni, ada Sadida Nugraha yang berposisi sebagai gelandang bertahan. Pemain berusia 20 tahun ini telah mencatatkan 298 menit bermain sejak bergabung pada 1 Juli 2025.

Sadida berasal dari klub internal HBS dan perlahan mulai mendapatkan peran rotasi. Keberadaannya memberi opsi tambahan di sektor tengah Persebaya Surabaya.

Kombinasi pemain muda dan senior menjadi fondasi penting bagi Persebaya Surabaya di putaran kedua Super League. Filosofi ini sejalan dengan pandangan pelatih Bernardo Tavares soal pengembangan tim.

“Di saat ini kita harus mengetahui rumah yang kita miliki. Akademi, pemain muda, tim utama kita,” ujar Bernardo Tavares.

Pelatih asal Portugal itu menegaskan pentingnya menjaga talenta internal klub. Ia melihat akademi sebagai sumber utama pembentukan identitas dan budaya tim.

“Jadi kita harus menjaga pemain yang baik dan mencoba menemukan pemain yang baik. Tapi kita juga harus mencari pemain dari akademi kita,” lanjutnya.

Menurut Bernardo, pemain muda memiliki ambisi besar untuk membuktikan diri. Semangat inilah yang dianggapnya sebagai aset berharga bagi klub dalam jangka panjang.

“Ini penting untuk memiliki pemain jangka panjang tapi juga pemain baru dengan ambisi baru yang ingin menunjukkan karena ini adalah emas dari klub yang datang dari akademi. Begitulah cara kita membuat budaya,” tegasnya.

Kehadiran Dimas Wicaksono dan Ichsas Baihaqi dalam daftar debutan termuda menjadi bukti nyata arah kebijakan tersebut. Persebaya Surabaya tak sekadar memberi debut, tetapi juga menit bermain yang nyata.

Di tengah ketatnya persaingan Super League 2025/2026, langkah ini terbilang berani. Namun, Persebaya Surabaya justru menunjukkan identitas kuat sebagai klub yang percaya pada proses pembinaan.

Rekor Baru 2 Wonderkid Persebaya Surabaya menjadi sinyal masa depan yang menjanjikan bagi Green Force.

Dengan fondasi akademi yang terus diberi ruang, Persebaya Surabaya tak hanya berbicara soal hari ini, tetapi juga menatap masa depan dengan optimisme tinggi.

EDITOR: Banu Adikara