← Beranda
Kondisi Bruno Paraiba Belum 100 Persen, Tapi Bernardo Tavares Puas dengan Gol Debutnya di Persebaya Surabaya!
Moch. Rizky Pratama Putra• Kamis, 29 Januari 2026 | 20.48 WIB
Bruno Paraiba diharapkan bugar dan siap bela Persebaya Surabaya hadapi Dewa United. (Persebaya)

JawaPos.com — Kondisi Bruno Paraiba belum 100 persen, tetapi debutnya bersama Persebaya Surabaya langsung mencuri perhatian. Pelatih Persebaya Bernardo Tavares mengaku puas dengan gol perdana striker asal Brasil itu, meski menilai performanya masih bisa ditingkatkan.

Bruno Paraiba tampil pada pekan ke-18 Super League 2025/2026 saat Persebaya Surabaya menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (25/1/2026).

Laga tersebut berakhir dengan kemenangan telak 3-0 untuk Green Force dan menjadi awal manis bagi Bruno bersama klub barunya.

Masuk sebagai pemain pengganti, Bruno hanya bermain selama 18 menit, namun langsung memberi dampak signifikan.

Dia mencetak satu gol dan ikut membantu Persebaya Surabaya mengunci kemenangan penting di laga tandang.

Gol debut itu terasa spesial karena menjawab kebutuhan Persebaya Surabaya akan sosok penyerang yang efektif di kotak penalti. Bruno menunjukkan insting tajam meski waktu bermainnya sangat terbatas.

Secara statistik, kontribusi Bruno cukup impresif untuk ukuran debut singkat. Dia mencatatkan expected goals (xG) 0,47, melepaskan dua tembakan, dan satu di antaranya berbuah gol.

Akurasi tembakannya mencapai 50 persen, sementara akurasi umpannya sempurna dengan tiga umpan sukses dari tiga percobaan. Catatan itu memperlihatkan efisiensi tinggi dalam menit bermain yang minim.

Selain kontribusi ofensif, Bruno juga terlibat dalam aspek lain permainan. Dia melakukan satu tekel, satu kali dilanggar, dan satu kali melakukan pelanggaran saat membantu tim bertahan.

Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menilai gol Bruno sebagai hal positif, tetapi memilih untuk tetap bersikap realistis. Dia menegaskan kontribusi pemain tidak hanya diukur dari gol semata.

“Bagiku semua pemain itu penting. Bukan hanya pemain yang mencetak gol, tapi juga pemain yang mampu memastikan kami tidak kebobolan, jadi itu penting baginya,” ujar pelatih asal Portugal tersebut.

Bernardo menilai keseimbangan tim menjadi kunci utama kemenangan atas PSIM. Dia ingin seluruh pemain memahami peran masing-masing, baik saat menyerang maupun bertahan.

Di balik debut gemilang itu, Bernardo mengungkapkan kondisi fisik Bruno belum sepenuhnya ideal. Penyerang anyar tersebut masih beradaptasi dan sempat mengalami masalah fisik selama pertandingan.

Kondisi itu membuat tim pelatih belum ingin memaksakan Bruno tampil penuh. Bernardo berharap proses pemulihan dan adaptasi berjalan optimal dalam waktu dekat.

“Kami memiliki beberapa masalah fisik pada banyak pemain. Kami berharap dengan bantuan departemen medis kami dan kami berharap pemain pulih, karena saya pikir itu penting,” kata Bernardo Tavares.

Situasi kebugaran tidak hanya dialami Bruno, tetapi juga sejumlah pemain lain di skuad Persebaya Surabaya. Banyak pemain baru saja kembali dari cedera dan masih membutuhkan waktu untuk mencapai kondisi terbaik.

Bernardo menargetkan peningkatan kebugaran tim jelang laga pekan ke-19. Persebaya Surabaya dijadwalkan menghadapi Dewa United Banten FC pada Minggu (1/2/2026) mendatang.

“Kami berharap pekan depan tim kami bisa lebih bugar secara fisik. Karena banyak pemain yang baru pulih dari cedera,” pungkasnya.

Kemenangan atas PSIM menjadi modal penting bagi Persebaya Surabaya untuk terus bersaing di papan atas. Tambahan tiga poin membawa Green Force naik ke posisi keenam klasemen sementara.

Persebaya Surabaya kini mengoleksi 31 poin dan berhasil menggeser PSIM Yogyakarta. Posisi itu menjaga asa tim untuk terus menekan persaingan di papan atas Super League 2025/2026.

Debut Bruno Paraiba memberi sinyal positif bagi Persebaya Surabaya di putaran kedua kompetisi. Meski kondisi belum 100 persen, ketajamannya langsung terasa dan memberi harapan baru di lini depan.

Bernardo Tavares memilih tetap tenang menyikapi euforia gol debut tersebut. Baginya, performa tim secara kolektif dan kondisi fisik pemain jauh lebih penting untuk perjalanan panjang musim ini.

EDITOR: Banu Adikara