JawaPos.com — Pesan pertama Pedro Matos langsung menggetarkan hati Bonek begitu Persebaya Surabaya resmi memperkenalkannya sebagai pemain anyar. Playmaker asal Portugal itu menyapa publik Gelora Bung Tomo dengan kalimat penuh semangat jelang laga krusial menghadapi Dewa United.
“Sampai jumpa di GBT pada 1 Februari. Salam Satu Nyali. Wani,” ujar Pedro Matos ke Bonek. Kalimat singkat itu langsung menegaskan kesiapan sang pemain untuk segera menyatu dengan atmosfer Surabaya yang terkenal bergelora.
Tanggal 1 Februari 2026 merujuk pada laga kandang Persebaya Surabaya melawan Dewa United di pekan ke-19 Super League 2025/2026.
Pertandingan tersebut akan digelar di Gelora Bung Tomo dan menjadi debut potensial Pedro Matos di hadapan publik sendiri.
Persebaya Surabaya mengumumkan kedatangan Pedro Matos melalui video resmi di media sosial klub. Video itu menampilkan cuplikan duel Pedro Matos saat berhadapan dengan Risto Mitrevski pada putaran pertama kompetisi.
“Welcome Pedro Matos,” tulis Persebaya Surabaya dalam unggahan resminya. Pengumuman tersebut menandai akhir perburuan panjang pemain yang sudah lama masuk radar tim pelatih.
Pedro Matos dikenal sebagai pemain favorit Pelatih Bernardo Tavares sejak masih membela PSM Makassar.
Ketertarikan itu akhirnya terwujud setelah Persebaya Surabaya berhasil mengamankan jasanya pada bursa transfer paruh musim.
Menariknya, kepindahan Pedro Matos ke Persebaya Surabaya berstatus pinjaman, bukan buyout.
Skema ini memungkinkan Persebaya Surabaya mendatangkan pemain tanpa menebus klausul pelepasan penuh dari klub asalnya.
“@pedro.matos93 on Loan to Persebaya ????,” tulis Semen Padang. Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan hubungan profesional antarklub berjalan lancar.
Pedro Matos sebelumnya memperkuat Semen Padang FC sejak Juli 2025 hingga Januari 2026. Selama setengah musim itu, ia menjadi salah satu motor permainan di lini tengah tim Kabau Sirah.
Dikutip dari Transfermarkt, Pedro Ricardo Rodrigues de Matos lahir di Vila Nova de Gaia, Portugal, pada 11 Mei 1998. Usianya kini 27 tahun dan berada pada fase matang sebagai pesepak bola profesional.
Secara posisi, Pedro Matos dikenal sebagai gelandang serang dengan fleksibilitas tinggi. Ia juga mampu bermain sebagai gelandang tengah maupun sayap kanan sesuai kebutuhan tim.
Karier sepak bolanya dimulai dari level usia muda di Portugal bersama Candal, Salgueiros, dan Gondomar pada 2012. Perjalanan tersebut membentuk dasar teknik dan visi bermain yang kini menjadi kekuatannya.
Pada musim 2016/2017, Pedro Matos bergabung dengan akademi UD Sou Sense. Bersama klub itu, ia bertahan hingga musim 2020/2021 dan tampil konsisten di kompetisi domestik.
Selama membela UD Sou Sense, Pedro Matos mencatatkan 18 penampilan dengan torehan 2 gol. Performa tersebut membuka jalan menuju level yang lebih kompetitif.
Ia kemudian bergabung dengan SC Praiense pada musim 2021/2022. Di klub tersebut, Pedro Matos dipercaya menjadi kapten hingga musim 2022/2023.
Peran sebagai kapten menunjukkan kualitas kepemimpinan Pedro Matos di atas lapangan. Pengalaman itu menjadi nilai tambah bagi Persebaya Surabaya yang membutuhkan figur pengatur tempo permainan.
Setelah itu, ia memperkuat Valadares Gaia FC pada musim 2023/2024. Petualangan di Eropa tersebut menjadi penutup sebelum ia merantau ke Indonesia.
Pada 1 Juli 2025, Pedro Matos resmi bergabung dengan Semen Padang FC. Di sana, ia langsung menjadi pemain kunci di lini tengah Super League 2025/2026.
Selama putaran pertama, ia mencatatkan 15 penampilan, 1 gol, dan 4 assist. Kontribusinya juga diwarnai dua kartu kuning dalam 1.144 menit bermain.
Nilai pasarnya saat ini berada di angka Rp 2,17 miliar. Angka tersebut mencerminkan kualitas dan konsistensi performanya dalam beberapa musim terakhir.
Secara keseluruhan, Pedro Matos telah mencatat 36 pertandingan sepanjang karier profesionalnya. Dari jumlah itu, ia mengoleksi 3 gol, 8 assist, dan total 2.873 menit bermain.
Persebaya Surabaya resmi memperkenalkan Pedro Matos pada 22 Januari 2026. Kedatangannya diharapkan menambah kreativitas dan ketenangan di lini tengah Green Force.
Kini, perhatian publik tertuju pada bagaimana Pedro Matos beradaptasi dengan cepat. Laga melawan Dewa United di GBT akan menjadi panggung pembuktian pertamanya bersama Persebaya Surabaya.