JawaPos.com - Strategi transfer Persis Solo lolos degradasi mulai terlihat agresif pada bursa paruh musim Super League 2025/2026. Nama eks bintang Persebaya Surabaya, Dejan Tumbas, muncul sebagai target utama demi menyelamatkan Laskar Sambernyawa dari ancaman turun kasta.
Persis Solo tak ingin pasrah melihat posisi mereka yang masih tertahan di zona degradasi. Bursa transfer paruh musim dimanfaatkan sebagai momentum untuk merombak kekuatan tim secara cepat dan terukur.
Saat ini Persis Solo berada di peringkat ke-16 klasemen sementara Super League 2025/2026. Mereka baru mengoleksi 10 poin dari 17 pertandingan yang telah dijalani.
Margin enam poin dari PSBS Biak yang berada di zona aman membuat Persis Solo wajib bergerak cepat. Setiap laga sisa musim ini menjadi partai hidup mati bagi tim kebanggaan Pasoepati dan Surakartans.
Manajemen Persis Solo memilih strategi yang pernah terbukti berhasil di masa lalu. Mereka kembali melirik pemain-pemain eks Persebaya Surabaya yang dikenal punya mental kompetitif tinggi.
Keberhasilan mendatangkan Sho Yamamoto beberapa musim lalu menjadi referensi penting. Pemain asal Jepang itu berkembang menjadi kapten sekaligus figur sentral di ruang ganti Persis Solo.
Nostalgia sukses tersebut kini coba diulang dengan membidik eks penggawa Green Force lainnya. Langkah ini dinilai realistis karena banyak pemain Persebaya Surabaya punya pengalaman bertarung di papan bawah.
Kadek Raditya
Langkah konkret sudah dilakukan Persis Solo dengan mengumumkan Kadek Raditya sebagai rekrutan anyar. Bek yang sempat menjadi andalan Persebaya Surabaya itu resmi diperkenalkan pada Rabu (21/1).
“Bergabung untuk memberi jaminan aman di sektor pertahanan. Selamat datang di Surakarta Kadek Raditya,” tulis akun resmi @persisofficial. Kehadiran Kadek diharapkan menambah soliditas lini belakang yang rapuh di putaran pertama.
Dejan Tumbas
Tak berhenti di situ, Persis Solo juga dikaitkan dengan Dejan Tumbas. Pemain serbabisa asal Serbia itu menjadi salah satu pemain favorit Bonek yang justru dilepas di paruh musim ini.
Kabar ketertarikan Persis Solo terhadap Dejan Tumbas dibocorkan akun sepak bola nasional @bolasidoel pada Kamis (22/1). “Dejan Tumbas diminati Persis Solo,” tulis akun tersebut.
Status Dejan Tumbas yang kini tanpa klub membuat peluang transfer terbuka lebar. Persis Solo hanya perlu menyepakati nilai gaji dan durasi kontrak tanpa biaya transfer.
Situasi ini tentu menjadi kabar pahit bagi Bonek Mania. Banyak suporter Persebaya Surabaya menilai keputusan melepas Dejan Tumbas sebagai langkah keliru.
“Iki yakin ta mertahanno perovic ketimbang tumbas?,” tulis salah satu Bonek. Kekecewaan itu menggambarkan betapa Dejan Tumbas masih punya tempat di hati suporter.
“Harusnya tumbas stay, perovic yg out,” komentar lainnya. Nada serupa terus bermunculan di kolom komentar media sosial Persebaya Surabaya.
“knpa tumbas di buang dan ga di pertahankan,” tulis Bonek lainnya. Kepergian Tumbas dianggap mengurangi daya gedor tim.
“Eman rekk tumbas, mending tumbas daripada perovic,” lanjut komentar bernada penyesalan. Banyak yang menilai Tumbas layak dipertahankan.
“Dari 6 pemain diatas jujur paling eman DEJAN TUMBAS,” tulis seorang suporter. Nama Tumbas memang paling sering disebut dibanding pemain lain.
“Tumbas out sebenernya jangan sih tapi udah terlanjur.. manut pak tavares,” ujar komentar lain. Keputusan Bernardo Tavares tetap jadi sorotan.
Irfan Jaya
Selain Dejan Tumbas, Persis Solo juga membidik eks Persebaya Surabaya lainnya. Irfan Jaya menjadi salah satu nama besar yang masuk radar. Winger Bali United itu santer dikaitkan dengan Persis Solo meski sedang dibekap cedera. Informasi tersebut diungkap akun @transferindonesialeague.
“Persis Solo kabarnya tertarik untuk mendatangkan Irfan Jaya di paruh musim Super League 2025/2026,” tulis akun tersebut. Opsi peminjaman disebut jadi skenario paling realistis.
Kontrak Irfan Jaya bersama Bali United masih berlaku hingga 30 Juni 2027. Situasi itu membuat Persis Solo sulit merekrutnya secara permanen.
Nama Irfan Jaya punya nilai historis tersendiri bagi Persebaya Surabaya. Ia menjadi bagian penting kebangkitan Green Force dari Championship. Di musim tersebut Irfan Jaya mencetak enam gol dan tiga assist dari 21 laga. Catatan itu mengantarkan Persebaya kembali ke kasta tertinggi.
Alta Ballah
Selain sektor sayap, Persis Solo juga membidik bek kiri. Alta Ballah dari Dewa United masuk dalam daftar belanja.
Kabar ketertarikan ini juga dibocorkan oleh @transferindonesialeague. “Persis Solo kabarnya tertarik untuk mendatangkan Alta Ballah di paruh musim,” tulis akun tersebut.
Peluang transfer Alta Ballah cukup terbuka. Menit bermainnya bersama Dewa United musim ini sangat terbatas. Alta Ballah baru tampil dalam 10 pertandingan dengan total 488 menit bermain. Kondisi itu membuat peluang hengkang semakin besar.
Bek kiri ini juga bukan sosok asing bagi Persebaya Surabaya. Ia pernah memperkuat Green Force selama satu musim. Alta Ballah direkrut Persebaya Surabaya dari Persita Tangerang pada 29 April 2022. Ia kemudian hijrah ke Dewa United dua musim lalu.
Selama berseragam Persebaya Surabaya, Alta Ballah mencetak dua gol dari 31 pertandingan. Total menit bermainnya mencapai 2.408 menit.
Jika semua rencana transfer ini terealisasi, Persis Solo akan tampil dengan wajah baru. Kombinasi pemain berpengalaman dan lapar pembuktian diharapkan mampu menyelamatkan Laskar Sambernyawa.
Strategi transfer Persis Solo lolos degradasi kini bergantung pada efektivitas manuver paruh musim. Nama Dejan Tumbas bisa menjadi simbol kebangkitan jika mampu memberikan dampak instan di sisa kompetisi.