← Beranda
Pro Kontra Kabar Andik Vermansah Ingin Pulang ke Persebaya Surabaya, Harga Pasar Tembus Rp 1,30 Miliar!
Moch. Rizky Pratama PutraSelasa, 20 Januari 2026 | 19.21 WIB
Andik Vermansah saat membela Garudayaksa FC. (Gadrudayaksa FC)

JawaPos.com — Pro kontra kabar Andik Vermansah ingin pulang ke Persebaya Surabaya kembali menghangat di kalangan Bonek. Nilai pasar Andik yang masih menyentuh angka Rp 1,30 miliar membuat isu ini tak sekadar romantisme, tetapi juga menyentuh sisi realistis sepak bola profesional.

Isu kepulangan Andik mencuat setelah pernyataannya dalam wawancara di kanal YouTube Sport77, Rabu (14/1/2026). Dengan gaya santai khas Arek Jatim, Andik membuka obrolan soal Surabaya dengan nada bercanda.

"Kalau ditanya kapan mulih (pulang) ke Surabaya, ya setiap hari," ujar Andik sambil tertawa. Ucapan ringan itu langsung berubah serius saat pembahasan mengarah ke Persebaya Surabaya.

Andik tak menutupi hasrat lamanya untuk kembali membela klub kebanggaan Bonek. Ia mengaku keinginan tersebut selalu ada, meski realitas sepak bola sering berjalan tidak sesuai harapan.

"Jujur, dari dulu memang kepingin sekali balik ke Persebaya. Tapi sepertinya belum berjodoh," ucap pemain kelahiran Jember itu.

Andik memilih bersikap dewasa tanpa menyalahkan siapa pun atas belum terwujudnya kepulangan tersebut.

Ia menegaskan tak ingin pulang hanya demi menutup karier. Bagi Andik, kembali ke Persebaya Surabaya harus dalam kondisi masih mampu memberi dampak nyata di lapangan.

"Saya tidak mau kembali ke sana hanya untuk pensiun, saat tenaga sudah habis. Saya tidak mau dikenal seperti itu," tegasnya. Prinsip itu menjadi garis merah yang tidak ingin ia langgar sebagai pemain profesional.

Usia Andik memang sudah 34 tahun. Namun, ia meyakini karakter permainan keras kepala dan berani yang melekat sejak awal karier masih tertanam kuat.

"Malu kalau kembali tapi tidak bisa memberikan performa," katanya. Andik menyebut jiwa “wani dan ngeyel” tetap ia bawa saat membela Persiraja Banda Aceh.

Nama Andik sendiri bukan sosok asing bagi publik sepak bola nasional. Ia pernah membuat legenda Inggris David Beckham jatuh bangun demi menghentikannya di level internasional.

Secara profil, Andik lahir pada 23 November 1991 di Jember. Tingginya 1,63 meter, bermain sebagai sayap kanan, bisa menggunakan kedua kaki, dan juga piawai di sisi kiri serta gelandang serang.

Saat ini Andik tercatat sebagai pemain Garudayaksa FC. Ia bergabung sejak 28 Agustus 2025, meski detail kontraknya belum diumumkan ke publik.

Nilai pasar Andik masih berada di angka Rp 1,30 miliar. Angka itu menunjukkan statusnya belum sepenuhnya habis di mata industri sepak bola.

Sepanjang karier profesionalnya, Andik mencatatkan 159 pertandingan. Dari jumlah itu, ia menyumbang 13 gol dan 33 assist dengan total menit bermain mencapai 10.213 menit.

Catatan disiplin Andik relatif bersih. Ia hanya mengoleksi 14 kartu kuning dan satu kartu merah selama kariernya.

Jejak klub Andik juga cukup panjang. Ia pernah membela Bhayangkara Presisi Lampung FC, Persiraja Banda Aceh, Madura United FC, Selangor FC, Kedah Darul Aman FC, hingga D.C. United Reserves.

Kabar keinginannya pulang ke Persebaya Surabaya langsung memicu reaksi beragam dari Bonek di kolom komentar @kitabonek. Sebagian menyambut dengan antusias karena faktor emosional dan historis.

“Arek iki asli.e bonek nyell, akan beda kalo main di klub kesayanganya,” tulis seorang Bonek. Ia yakin Andik akan bermain dengan totalitas penuh untuk tim kebanggaan.

Bonek lain menilai Andik masih layak dipertimbangkan sebagai pembeda di lapangan. “Lek andik isok dadi game changer sisan,” tulis komentar bernada optimistis.

Namun, tak sedikit pula yang bersikap skeptis. Usia dan regenerasi menjadi alasan utama kelompok ini menolak wacana kepulangan Andik.

“Gak gak gak, dari dulu kemana aja?” tulis seorang Bonek dengan nada kritis. Ia menilai Persebaya Surabaya lebih baik memberi ruang bagi pemain muda.

Komentar senada juga bermunculan di media sosial. “Wes entek masa ne, cari yang lbih muda dan agresif,” tulis Bonek lainnya.

Kelompok realistis menilai isu ini harus dilihat secara objektif. “Realistis aja lho bro, ok,” tulis seorang Bonek yang memilih bersikap tengah.

Pro kontra kabar Andik Vermansah ingin pulang ke Persebaya Surabaya akhirnya menjadi cermin dilema antara romantisme dan kebutuhan tim.

Dengan nilai pasar Rp 1,30 miliar dan pengalaman panjang, keputusan akhir tetap bergantung pada visi klub dan kesiapan Andik sendiri.

EDITOR: Edi Yulianto