JawaPos.com — Dua pemain asing Persebaya Surabaya dikabarkan hengkang di tengah isu panas kedatangan Pedro Matos yang siap diperkenalkan ke publik. Situasi ini membuat bursa transfer paruh musim Green Force kian menarik perhatian Bonek dan pencinta Super League.
Isu hengkangnya dua pemain asing tersebut muncul seiring ambisi besar Bernardo Tavares mendongkrak performa Persebaya Surabaya di putaran kedua Super League 2025/2026.
Pelatih asal Portugal itu mulai merapikan komposisi tim agar lebih kompetitif di papan atas.
Nama Pedro Matos menjadi sorotan utama dalam manuver transfer Persebaya Surabaya kali ini. Gelandang asal Portugal tersebut dikabarkan selangkah lagi resmi berseragam hijau-hijau.
Bagi Bernardo Tavares, Pedro Matos bukan target baru yang muncul secara tiba-tiba. Ketertarikan sang pelatih sudah terbangun sejak ia menukangi PSM Makassar beberapa musim lalu.
Saat itu, Tavares sebenarnya ingin membawa Matos ke Makassar. Namun rencana tersebut kandas karena sang pemain memilih bergabung dengan Semen Padang demi bekerja sama dengan Eduardo Almeida.
“Saya cukup terkejut. Sebelumnya saya ingin merekrut Pedro Matos, tetapi dia lebih memilih Semen Padang,” ujar Bernardo Tavares, Kamis (21/8/2025).
Pernyataan itu menegaskan ketertarikan lama yang kini akhirnya berpeluang terwujud.
Kini, Tavares merasa lebih lega karena Matos dikabarkan semakin dekat dengan Persebaya Surabaya. Pelatih berkepala pelontos itu menilai kehadiran Matos akan memberi warna baru dalam permainan tim.
Masuknya Pedro Matos jelas berdampak besar pada komposisi pemain asing Persebaya Surabaya. Regulasi Super League membuat klub harus melakukan evaluasi dan pengurangan jumlah legiun impor.
Dari kabar yang beredar, dua pemain asing Persebaya Surabaya saat ini harus siap angkat kaki dari Kota Pahlawan. Isu tersebut ramai diperbincangkan di kalangan fanbase dan media sosial.
Akun media fanbase @emosijiwakucom menyebut Diego Mauricio menjadi salah satu pemain yang bakal hengkang. Unggahan itu bahkan disertai ucapan perpisahan yang emosional.
“Terima kasih @di_mauricio_. Semoga sukses di klub mu yang baru. Obrigado,” tulis @emosijiwakucom.
Ungkapan tersebut memperkuat dugaan kebersamaan Diego Mauricio dengan Persebaya Surabaya sudah berakhir.
Nama kedua yang dikabarkan pergi adalah Dime Dimov. Bek asing itu disebut sudah menjalani latihan terakhir bersama skuad Green Force.
“Terima kasih @dime_dimov. Info yang kami dapat, kemarin menjadi hari terakhir Dime mengikuti latihan Persebaya,” tulis @emosijiwakucom.
Hingga kini, manajemen Persebaya Surabaya belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar tersebut.
Jika Diego Mauricio dan Dime Dimov benar-benar hengkang, Persebaya Surabaya akan memiliki ruang untuk mendaftarkan pemain asing baru. Kondisi ini membuka jalan bagi Pedro Matos untuk segera diperkenalkan ke publik.
Fokus utama Bernardo Tavares kini memastikan setiap pemain baru memberi dampak instan. Targetnya jelas, mengerek posisi Persebaya Surabaya agar konsisten bersaing di papan atas klasemen.
“Setelah itu kami harus bekerja keras karena ada pemain baru yang datang. Kami perlu lebih mengenal karakteristik semua pemain,” kata Tavares. Ia menekankan pentingnya adaptasi cepat di paruh musim yang krusial.
Menurut Tavares, kedalaman skuad menjadi faktor kunci dalam persaingan panjang Super League. Ia ingin setiap posisi memiliki persaingan sehat antar pemain.
“Jika ingin memiliki tim yang kuat, setiap posisi harus punya dua atau tiga pemain yang bersaing secara sehat. Kami butuh keseimbangan antara pemain cepat dan pemain yang kuat dalam duel udara,” jelasnya.
Filosofi ini menjadi dasar perombakan komposisi pemain asing.
Pada paruh kedua musim ini, Persebaya Surabaya sudah mendatangkan tiga pemain asing baru. Mereka adalah Bruno Paraíba, Jefferson Silva, dan Gustavo Fernandes.
Kehadiran ketiganya diharapkan mampu meningkatkan kualitas permainan tim secara menyeluruh. Tavares menilai kombinasi pemain lama dan baru sangat penting untuk menjaga stabilitas.
Tavares juga menyoroti pentingnya atmosfer ruang ganti. Ia ingin setiap pemain merasa nyaman dan termotivasi untuk berjuang bersama.
“Kami ingin ruang ganti semakin kuat dan tim menjadi lebih baik,” tandasnya. Pernyataan ini menunjukkan pendekatan humanis yang terus ia bangun di Persebaya Surabaya.
Jika Diego Mauricio dan Dime Dimov resmi hengkang, Persebaya Surabaya masih akan memiliki 11 pemain asing, namun harus ada yang dikorbankan lagi jika Pedro Matos bergabung.
Berikut komposisi terbaru Persebaya Surabaya di era Bernardo Tavares.
Di lini belakang, Persebaya Surabaya memiliki Risto Mitrevski, Leo Lelis, Gustavo Fernandes, dan Jefferson da Silva. Keempatnya diharapkan menjadi benteng kokoh pertahanan Green Force.
Sektor tengah diisi Francisco Rivera dan Milos Raickovic. Keduanya memegang peran vital dalam mengatur tempo permainan.
Untuk lini depan, Persebaya Surabaya mengandalkan Bruno Moreira, Gali Freitas, Bruno Paraiba, Dejan Tumbas, dan Mihailo Perovic. Kedalaman ini memberi banyak opsi bagi Tavares.
Kini, Bonek menanti langkah resmi manajemen Persebaya Surabaya. Apakah Pedro Matos segera diperkenalkan ke publik, atau masih ada kejutan lain di bursa transfer paruh musim.