JawaPos.com - Blak-blakan Andik Vermansah kembali menyedot perhatian publik sepak bola nasional. Mantan ikon Persebaya Surabaya itu tanpa ragu mengaku selalu siap jika suatu hari diminta pulang ke klub yang membesarkan namanya.
Pengakuan jujur tersebut muncul di tengah kiprahnya bersama Garudayaksa FC di Championship musim 2025/2026. Meski kariernya sedang berjalan stabil, kerinduan Andik pada Persebaya Surabaya ternyata tak pernah benar-benar padam.
Nama Andik Vermansyah bukan sosok asing bagi Persebaya Surabaya dan pendukung setianya, Bonek dan Bonita. Pemain asal Jember itu merupakan produk asli akademi Persebaya Surabaya yang menembus tim senior sejak musim 2008/2009.
Andik menjadi bagian penting perjalanan Persebaya Surabaya hingga paruh musim 2013/2014. Kecepatan, kelincahan, dan keberaniannya dalam duel satu lawan satu membuatnya dicintai publik Gelora Bung Tomo.
Performa gemilang bersama Green Force mengantar Andik ke level yang lebih tinggi. Ia mendapat kepercayaan membela Timnas Indonesia di berbagai ajang penting seperti AFF Cup, Kualifikasi Piala Asia, dan Kualifikasi Piala Dunia.
Setelah meninggalkan Persebaya Surabaya, Andik memilih melanjutkan karier ke Liga Malaysia. Keputusan itu sempat mengejutkan, tetapi menjadi fase penting dalam perjalanan profesionalnya sebagai pesepak bola.
Andik kembali ke Indonesia pada musim 2018/2019 dengan harapan membuka lembaran baru. Namun, kepulangannya ke Tanah Air justru membawanya berseragam Madura United, bukan Persebaya Surabaya.
Waktu terus berjalan dan kini Andik kembali menjadi sorotan setelah bermain untuk Garudayaksa FC. Klub Championship tersebut tampil impresif dan kokoh di puncak klasemen Grup A musim 2025/2026.
Di tengah performa apik Garudayaksa FC, Andik secara terbuka mengungkapkan isi hatinya terkait Persebaya Surabaya. Pengakuan itu disampaikan dalam kanal Youtube Sport77 Official pada Senin, 12 Januari 2025.
“Kalau ditanya kapan mulih ke Surabaya, ya setiap hari,” tutur Andik Vermansyah. Kalimat singkat itu langsung memantik spekulasi soal kemungkinan reuni dengan Persebaya Surabaya.
Andik kemudian memperjelas maksud pernyataannya tersebut. “Maksudnya balik ke Persebaya gitu? Ya, jujur ya, dari dulu memang sudah kepingin. Dari dulu itu kepingin sekali balik ke Persebaya.”
Pernyataan blak-blakan itu menjadi sinyal kuat kerinduan seorang pemain terhadap klub masa kecilnya. Bagi Persebaya Surabaya, kondisi ini bisa menjadi peluang untuk menambah kedalaman skuad pada putaran kedua musim 2025/2026.
Bursa transfer putaran kedua sudah dibuka dan ruang manuver terbuka lebar. Namun, upaya memulangkan Andik bukan perkara mudah karena statusnya masih terikat kontrak dengan Garudayaksa FC.
Garudayaksa FC diprediksi enggan melepas salah satu pemain andalannya tersebut. Kontribusi Andik sangat terasa dengan torehan assist yang konsisten dan perannya sebagai motor serangan tim.
Musim ini, Andik telah tampil dalam 13 pertandingan bersama Garudayaksa FC. Ia mencatatkan satu gol, delapan assist, satu kartu kuning, dan total 961 menit bermain.
Di sisi lain, Andik menyadari jalan kembali ke Persebaya Surabaya tidak selalu mulus. Ia mengakui ada rasa seperti tak berjodoh meski keinginan itu selalu ada.
“Tapi kayaknya enggak berjodoh di sana. Saya tidak mau menjelekkan, tidak mau gini. Ya wis, memang enggak berjodoh saja,” ucap pemain berusia 34 tahun tersebut.
Andik juga menegaskan tak ingin menyalahkan siapa pun atas kegagalan kepulangannya di masa lalu. Ia memilih bersikap dewasa dan menerima keadaan dengan lapang dada.
“Enggak menyalahkan satu sama lain ya. Sama-sama salahlah ya. Kalau diambil gini enggak ada yang benar kan gitu,” lanjut Andik dengan nada reflektif.
Meski begitu, api keinginan untuk kembali ke Persebaya Surabaya tak pernah benar-benar padam.
“Tapi sampai sekarang saya, gimana ya, kepinginlah kembali ke Persebaya,” tegasnya.
Secara profil, Andik masih memiliki nilai jual yang menarik. Winger bertinggi 1,63 meter itu memiliki nilai pasar sekitar Rp 1,30 miliar dengan kemampuan bermain di kedua sisi sayap.
Andik dikenal sebagai pemain dengan kaki dominan keduanya. Selain sayap kanan, ia juga bisa beroperasi sebagai sayap kiri maupun gelandang serang sesuai kebutuhan tim.
Kini, semua bergantung pada langkah Persebaya Surabaya dan keputusan Garudayaksa FC. Menarik dinantikan apakah kode keras dari Andik Vermansah akan benar-benar berujung pada kepulangan emosional ke Kota Pahlawan.