JawaPos.com - Breaking news datang dari internal Persebaya Surabaya pada Rabu (14/1/2026) dengan kabar hengkangnya Diego Mauricio dari skuad Green Force. Kabar ini langsung menyedot perhatian Bonek yang ramai-ramai menyampaikan ucapan terima kasih kepada bomber asal Brasil tersebut.
Informasi perpisahan Diego Mauricio pertama kali mencuat melalui unggahan media fanbase @emosijiwakucom di media sosial. Dalam unggahan tersebut tertulis, “Terima kasih @di_mauricio_ Semoga sukses di klub mu yang baru ???? Obrigado ????.”
Unggahan ini langsung dibanjiri respons dari Bonek. Unggahan singkat itu seolah menjadi penanda berakhirnya kiprah Diego Mauricio bersama Persebaya Surabaya. Isyarat ini juga menguatkan kabar jika sang penyerang tak masuk skema Bernardo Tavares untuk putaran kedua Super League 2025/2026.
Diego Mauricio sebenarnya baru bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 22 Agustus 2025 lalu. Ia direkrut dengan harapan menjadi solusi lini depan berkat pengalaman dan reputasinya sebagai penyerang berbahaya.
Nama lengkap Diego Mauricio adalah Diego Maurício Machado de Brito yang lahir di Rio de Janeiro, Brasil, pada 25 Juni 1991. Di usia 34 tahun, ia datang dengan status pemain matang yang diharapkan bisa langsung memberi dampak.
Dengan tinggi badan 1,83 meter dan kaki dominan kanan, Diego Mauricio dikenal sebagai penyerang tengah yang juga bisa bermain di sisi sayap. Fleksibilitas ini sempat membuatnya diproyeksikan menjadi opsi penting dalam rotasi lini serang Persebaya Surabaya.
Nilai pasar Diego Mauricio saat ini tercatat mencapai Rp 3,91 miliar. Angka tersebut memperlihatkan kualitas serta rekam jejak sang pemain sebelum merapat ke Surabaya.
Namun, realita di lapangan tak berjalan sesuai ekspektasi banyak pihak. Diego Mauricio kesulitan mendapatkan menit bermain reguler di bawah arahan Bernardo Tavares.
Sepanjang putaran pertama Super League 2025/2026, Diego Mauricio hanya tampil dalam tujuh pertandingan. Total menit bermainnya tercatat 253 menit, angka yang terbilang minim untuk seorang striker asing.
Dari segi kontribusi gol, Diego Mauricio belum mampu mencatatkan namanya di papan skor. Expected Goals atau xG-nya berada di angka 0,94, namun belum berbuah gol nyata.
Ia hanya melepaskan empat percobaan tembakan sepanjang musim dengan satu di antaranya mengarah ke gawang. Akurasi tembakannya tercatat 25 persen, angka yang jauh dari harapan publik Gelora Bung Tomo.
Kontribusi assist juga belum mampu ia persembahkan untuk Persebaya Surabaya. Dalam catatan statistik, Diego Mauricio belum membukukan assist dari tujuh penampilannya.
Meski begitu, Diego Mauricio tetap menunjukkan peran dalam permainan tim. Akurasi umpannya mencapai 82 persen dari total 37 percobaan umpan yang dilepaskan.
Ia juga mencatatkan satu key pass dan tiga umpan terobosan yang memperlihatkan visinya dalam membangun serangan. Dari sisi bertahan, Diego Mauricio turut menyumbang satu sapuan dan empat pemulihan bola.
Minimnya kesempatan bermain membuat sebagian Bonek merasa iba dengan situasi yang dialami sang pemain. Hal ini terlihat dari berbagai komentar yang membanjiri kolom komentar unggahan @emosijiwakucom.
“Sakno, padahal itungane pemain disegani nak klub sebelum e,” tulis salah satu Bonek. Komentar ini menggambarkan rasa sayang karena reputasi Diego Mauricio sebelumnya cukup mentereng.
Bonek lain juga menyoroti minimnya menit bermain yang didapatkan Diego Mauricio. “Sakno jane ga oleh menit bermain huft,” tulis seorang suporter dengan nada prihatin.
Meski tak meninggalkan banyak catatan statistik, ucapan dukungan tetap mengalir. “Sukses bro @di_mauricio_ ????????,” tulis salah satu Bonek di kolom komentar.
Ada pula komentar bernuansa emosional dari suporter setia Persebaya Surabaya. “Jasamu akan selalu ku kenang,” tulis seorang Bonek dengan singkat namun penuh makna.
Ucapan perpisahan juga disampaikan secara lugas oleh sebagian Bonek. “Sayonara @di_mauricio_ ????️,” tulis salah satu komentar yang ikut viral.
Komentar berbahasa Jawa khas Surabaya turut mewarnai kolom komentar. “Suwon cak wes apik sayang drung ngegoal no ae????????,” tulis seorang Bonek yang mengapresiasi usaha Diego Mauricio.
Hengkangnya Diego Mauricio menandai babak baru dalam perombakan skuad Persebaya Surabaya. Langkah ini juga mengisyaratkan evaluasi serius dari Bernardo Tavares jelang putaran kedua.
Bagi Diego Mauricio, perpisahan ini menjadi akhir singkat dari petualangannya di Kota Pahlawan. Bagi Bonek, ucapan terima kasih menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi meski tak lama berseragam hijau.