JawaPos.com - Langkah Persebaya Surabaya meminjamkan Rizky Dwi Pangestu di paruh musim Super League 2025/2026 bukan keputusan biasa. Di balik itu, tersimpan strategi Bernardo Tavares untuk membuka ruang kedatangan bomber baru demi memperkuat daya gedor Green Force.
Keputusan tersebut sekaligus menegaskan Persebaya Surabaya belum menutup aktivitas di bursa transfer paruh musim. Meski sudah mendatangkan tiga pemain asing, Bernardo Tavares masih membidik tambahan tenaga lokal di lini serang.
Pelatih asal Portugal itu menilai komposisi tim masih bisa dimaksimalkan agar mampu bersaing di papan atas. Persebaya Surabaya saat ini bertengger di peringkat ketujuh klasemen sementara dengan raihan 28 poin.
Bernardo Tavares secara terbuka mengakui ada kendala besar dalam perburuan pemain lokal. Mayoritas pemain incaran masih terikat kontrak dengan klub masing-masing hingga akhir musim.
“Beberapa pemain lokal yang kami minati masih terikat kontrak. Jadi, kami tidak bisa merekrut beberapa pemain. Sulit untuk merekrut pemain lokal,” ujar Bernardo Tavares.
Ia menyebut kondisi pasar pemain lokal berbeda dengan pemain asing. Bernardo menilai pola kontrak setengah musim masih jarang diminati klub-klub Super League. Situasi itu membuat Persebaya Surabaya harus ekstra sabar dan cermat dalam menentukan langkah.
“Karena biasanya, pemain lokal bermain dengan half contract (setengah musim). Dan saya tidak melihat banyak klub yang mau merekrut pemain dengan kontrak penuh,” lanjutnya.
Meski demikian, Persebaya Surabaya tetap membuka peluang jika situasi memungkinkan.
“Jadi mari kita lihat apa yang akan terjadi. Tentu saja, kami juga tertarik pada pemain lokal,” tegas Bernardo. Pernyataan itu memperkuat sinyal Persebaya Surabaya masih aktif mengamati pergerakan bursa.
Di tengah keterbatasan tersebut, langkah meminjamkan Rizky Dwi Pangestu ke Garudayaksa FC menjadi bagian dari manuver strategis. Striker asal Banyuwangi itu masih terikat kontrak bersama Persebaya Surabaya hingga Mei 2026.
Dengan status kontrak yang masih panjang, Rizky Dwi dinilai lebih tepat mendapatkan jam terbang di klub lain. Skema peminjaman dinilai menguntungkan semua pihak, termasuk Persebaya Surabaya.
Di satu sisi, Rizky Dwi tetap berkembang lewat menit bermain reguler. Di sisi lain, Persebaya Surabaya memiliki fleksibilitas dalam menyusun komposisi pemain paruh musim.
Baca Juga: Pemain Persebaya Surabaya Doakan Rizky Dwi Pangestu Usai Resmi Dipinjamkan ke Garudayaksa FC
Ruang yang ditinggalkan Rizky Dwi membuka peluang masuknya penyerang baru. Bernardo Tavares ingin memastikan lini depan Persebaya Surabaya memiliki kedalaman yang cukup untuk bersaing hingga akhir musim.
Rumor yang beredar, nama Dimas Drajad masuk dalam radar Persebaya Surabaya. Striker Timnas Indonesia itu kini memperkuat Malut United dengan status pinjaman dari Persib Bandung.
Situasi kontrak Dimas Drajad menjadi sorotan karena statusnya masih milik Persib. Kondisi ini sejalan dengan pernyataan Bernardo terkait sulitnya merekrut pemain lokal yang masih terikat kontrak.
Meski belum ada kepastian, rumor tersebut menambah warna dalam pergerakan transfer Persebaya Surabaya. Kehadiran bomber berpengalaman seperti Dimas tentu menjadi daya tarik besar bagi Green Force.
Bernardo Tavares dikenal sebagai pelatih yang realistis dalam menyusun skuad. Ia lebih memilih langkah terukur ketimbang memaksakan transfer yang berisiko. Manajemen klub juga disebut sejalan dengan visi Bernardo Tavares. Persebaya Surabaya tidak ingin sekadar aktif di bursa transfer tanpa perhitungan matang.
Dengan komposisi yang ada, Bernardo berkomitmen memaksimalkan potensi pemain yang dimiliki. Ia percaya konsistensi dan kedalaman tim menjadi kunci bersaing di Super League.
Persebaya Surabaya sendiri masih memiliki peluang menembus papan atas jika mampu tampil stabil. Jarak poin antartim di klasemen tengah dinilai masih sangat ketat.
Langkah meminjamkan pemain lokal dinilai sebagai solusi sementara yang cerdas. Selain menjaga keseimbangan finansial, klub tetap punya ruang manuver jika peluang transfer muncul.
Strategi ini menunjukkan Persebaya Surabaya tidak tinggal diam menghadapi dinamika kompetisi. Setiap keputusan diambil dengan mempertimbangkan kebutuhan tim jangka pendek dan panjang.
Paruh musim menjadi momen krusial bagi Green Force untuk memperbaiki posisi. Kehadiran bomber baru bisa menjadi pembeda dalam persaingan menuju papan atas.
Kini, publik Surabaya menanti kelanjutan manuver transfer Persebaya Surabaya. Apakah strategi Bernardo Tavares benar-benar berujung pada kedatangan mesin gol anyar, waktu yang akan menjawab.