← Beranda
Bikin Bonek Meleleh! David da Silva dan Alwi Slamat Ikut Nyanyi Song For Pride Usai Dikalahkan Persebaya
Moch. Rizky Pratama PutraSenin, 12 Januari 2026 | 03.25 WIB
David da Silva dan Alwi Slamat tampak ikut bernyanyi Song For Pride bersama skuad Persebaya Surabaya. (Persebaya Surabaya)

JawaPos.com — David da Silva dan Alwi Slamat kembali mencuri perhatian Bonek setelah keduanya masih hafal Song For Pride di Stadion Gelora Bung Tomo. Momen emosional itu terjadi meski mereka kini berseragam Malut United dan membuat banyak suporter Persebaya Surabaya terharu.

Persebaya Surabaya sendiri memastikan tiga poin penting usai menundukkan Malut United dengan skor 2-1 pada pekan ke-17 Super League.

Laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (10/1/2025) sore, berlangsung sengit dan penuh tensi hingga menit akhir.

Namun sorotan utama justru muncul setelah peluit panjang dibunyikan wasit. David da Silva dan Alwi Slamat, dua mantan pemain Persebaya Surabaya, tampak ikut bernyanyi Song For Pride bersama Bonek di tribun stadion.

Pemandangan tersebut menjadi bukti ikatan emosional yang belum terputus antara pemain dan klub lamanya. Meski kini berdiri sebagai lawan, rasa cinta pada Persebaya Surabaya terlihat jelas dari ekspresi keduanya.

Kisah menyentuh ini pertama kali dibagikan oleh salah satu fanbase Persebaya Surabaya melalui media sosial. Unggahan tersebut langsung menuai respons luas dari Bonek yang memadati kolom komentar.

“Reunian di Gelora Bung Tomo...Raut wajah David ga bisa bohong, miss you Predator cak Gundul @davidasilva14,” tulis akun @persebayafans.27.

Kalimat itu menggambarkan kerinduan mendalam suporter pada sosok penyerang tajam yang pernah menjadi idola.

Banyak Bonek menilai momen tersebut seolah membuka kembali kenangan lama yang belum tuntas. Sosok David da Silva dianggap meninggalkan jejak emosional yang kuat selama membela Persebaya Surabaya.

“DDS mungkin merasakan seperti ada yang belum tuntas di Persebaya,” ujar salah satu Bonek. Komentar ini menggambarkan perasaan kolektif suporter yang masih merasa terikat secara batin.

Tak sedikit pula yang terkejut karena David da Silva masih hafal lagu kebanggaan Bonek. Song For Pride yang biasanya dinyanyikan penuh emosi itu terasa semakin bermakna ketika dinyanyikan oleh mantan pemain.

“Bahkan dia hafal LAGU SONG FOR PRIDE,” ujar salah satu Bonek. Reaksi ini menunjukkan betapa kuatnya identitas Persebaya Surabaya yang melekat pada diri David.

Kenangan pahit dan manis selama masa sulit Persebaya Surabaya juga kembali diingat oleh suporter. Salah satu momen paling membekas adalah ketika David da Silva menangis di tengah lapangan saat tim sedang terpuruk.

“Masih ingat dulu persebaya lagi terpuruk sampai @davidasilva14 duduk dan menangis di tengah lapangan, kamu selalu diingat BONEK BONITA Cak Gundul,” ujar salah satu Bonek.

Kalimat itu mempertegas posisi David sebagai bagian dari sejarah emosional klub.

Julukan khas juga kembali mencuat di kolom komentar. Banyak Bonek menegaskan warna hijau Persebaya Surabaya masih melekat di hati sang pemain.

“Si gundul masih hijau,” ujar salah satu Bonek. Ungkapan sederhana ini mencerminkan ikatan yang tak mudah pudar meski waktu dan klub telah berganti.

Alwi Slamat pun tak luput dari perhatian Bonek. Kehadirannya di Gelora Bung Tomo dianggap memberi nuansa nostalgia bagi suporter yang mengikuti perjalanan Persebaya Surabaya dalam beberapa musim terakhir.

“Meskipun sekarang bukan lagi bagian dari club Persebaya tapi kehadiranmu sore hari tadi sangat terasa bung @davidasilva14,” ujar salah satu Bonek. Komentar tersebut menegaskan rasa hormat yang masih diberikan suporter.

Secara statistik, kontribusi David da Silva bersama Persebaya Surabaya memang sulit dilupakan. Penyerang asal Brasil itu tampil dalam 43 pertandingan dengan torehan 39 gol dan enam assist.

Catatan tersebut menunjukkan betapa vital perannya di lini depan Persebaya Surabaya. Total menit bermainnya mencapai 3.372 menit dengan koleksi lima kartu kuning.

Produktivitas tinggi itu membuat David dijuluki predator oleh Bonek. Sosoknya menjadi simbol harapan di tengah masa-masa sulit klub.

Sementara itu, Alwi Slamat dikenal sebagai pemain pekerja keras di lini tengah. Ia mencatatkan 84 penampilan bersama Persebaya Surabaya dengan satu gol dan sembilan assist.

Kontribusi Alwi juga tercermin dari menit bermain yang mencapai 6.135 menit. Ia mengoleksi tujuh kartu kuning dan satu kartu kuning kedua selama berseragam hijau.

Meski kini berada di tim lawan, keduanya membuktikan rasa hormat dan cinta pada Persebaya Surabaya tak luntur. Song For Pride menjadi jembatan emosi antara masa lalu dan masa kini.

Momen tersebut memperlihatkan sepak bola bukan sekadar soal menang atau kalah. Ada ikatan manusiawi antara pemain, klub, dan suporter yang terus hidup di hati Bonek.

EDITOR: Edi Yulianto