← Beranda
Bernardo Tavares Sebut Persebaya Gigantis! Raksasa Tertidur Liga Indonesia Siap Bangkit Kembali
Moch. Rizky Pratama Putra• Senin, 5 Januari 2026 | 15.04 WIB
Bernardo Tavares akan melatih Persebaya Surabaya. (Dok. PSM)

JawaPos.com — Bernardo Tavares sebut Persebaya Surabaya adalah gigantis menjadi kalimat pembuka yang langsung menyita perhatian publik sepak bola nasional. Ungkapan itu menandai awal era baru bagi Green Force, raksasa Liga Indonesia yang lama tertidur dan kini bersiap bangkit kembali.

Pelatih asal Portugal itu resmi mendarat di Kota Pahlawan pada Minggu malam, 4 Januari 2026, disambut antusiasme tinggi dari suporter.

Kedatangannya membawa harapan besar setelah Persebaya Surabaya memasuki fase baru dalam proyek kebangkitan prestasi.

Bernardo Tavares tidak datang sendirian saat menginjakkan kaki di Surabaya. Mantan pelatih PSM Makassar tersebut membawa Renato Duarte yang akan bertugas sebagai asisten pelatih utama.

Kehadiran Renato Duarte menambah kekuatan di jajaran staf kepelatihan Persebaya Surabaya.

Kombinasi pengalaman dan pemahaman taktik diharapkan mampu mempercepat adaptasi Bernardo dengan kultur sepak bola Surabaya.

Di Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares juga akan bekerja sama dengan tiga asisten pelatih yang sudah lebih dulu berada di tim.

Mereka adalah Uston Nawawi, Shin Sang-gyu, serta Felipe Americo Martins Goncalves sebagai pelatih penjaga gawang.

Kolaborasi lintas latar belakang ini memberi sinyal kuat soal keseriusan manajemen membangun tim yang solid. Persebaya Surabaya ingin memadukan karakter lokal dengan sentuhan sepak bola modern demi hasil maksimal.

Kesan pertama Bernardo Tavares terhadap Persebaya Surabaya langsung terasa emosional dan penuh makna. Ia menilai klub kebanggaan Bonek itu memiliki aura besar yang hanya menunggu momentum untuk bangkit.

“Suporter bisa berada di sana (stadion dan mendukung kami), karena itu sangat penting. Mari kita pergi bersama-sama untuk membangun sesuatu yang istimewa,” ujar Bernardo Tavares di Juanda, Minggu (4/1/2026).

Ucapan itu langsung mengena di hati suporter yang merindukan kebangkitan Persebaya Surabaya. Dukungan langsung dari tribun kembali dianggap sebagai energi utama untuk mengangkat performa tim di lapangan.

Baca Juga: Bernardo Tavares Tidak Janjikan Gelar Juara, Ingin Kenali Lebih Dalam Persebaya Surabaya

Bernardo juga memahami peta persaingan Liga Indonesia yang semakin ketat dari musim ke musim. Ia menyadari banyak klub memiliki pemain berkualitas serta basis suporter yang sama fanatiknya.

“Kita tahu bahwa ada banyak tim dengan pemain yang bagus, dengan suporter yang bagus juga. Tapi Persebaya akan mencapai 100 tahun, tahun depan, jadi kita harus bekerja keras,” lanjut Bernardo Tavares.

Perayaan satu abad Persebaya Surabaya menjadi motivasi tambahan bagi pelatih berusia 45 tahun tersebut. Ia ingin momen bersejarah itu diiringi prestasi yang pantas untuk klub sebesar Persebaya Surabaya.

“Dan suporter adalah bagian penting untuk membantu gigantis (tim raksasa) ini. Bagi saya, Persebaya adalah gigantis, karena kali terakhir mereka menang adalah tahun 2004,” ucapnya penuh penekanan.

Pernyataan itu menggambarkan pandangan jujur Bernardo terhadap kondisi Persebaya Surabaya saat ini. Raksasa itu besar secara sejarah, namun tertidur cukup lama tanpa gelar juara liga.

Gelar terakhir pada 2004 menjadi penanda panjangnya penantian Persebaya Surabaya. Situasi itu justru membuat tantangan terasa lebih menggugah bagi Bernardo Tavares.

Baginya, membangunkan raksasa yang tertidur lebih bermakna dibanding melatih tim yang sudah mapan. Persebaya Surabaya memberi ruang untuk membangun cerita besar bersama suporter yang luar biasa.

Bonek pun merespons positif pandangan sang pelatih anyar. Harapan baru seolah tumbuh kembali setelah lama tertahan oleh hasil yang belum konsisten.

Atmosfer optimisme mulai terasa sejak hari pertama Bernardo tiba di Surabaya. Banyak pihak menilai pendekatan komunikatifnya cocok dengan karakter keras dan penuh semangat khas Persebaya Surabaya.

Bernardo Tavares dikenal sebagai pelatih yang menekankan kerja keras dan disiplin. Filosofi itu sejalan dengan identitas Green Force yang mengandalkan determinasi dan keberanian.

Kerja sama dengan staf lokal juga menunjukkan sikap terbuka dari Bernardo. Ia ingin memahami lebih dalam DNA Persebaya Surabaya sebelum memaksakan ide-ide besarnya.

Langkah awal ini memberi sinyal positif bagi perjalanan panjang yang akan dimulai. Proses membangun tim raksasa tentu tidak instan, namun fondasi sudah mulai diletakkan.

Baca Juga: 6 Fakta Era Baru Persebaya Surabaya Bersama Bernardo Tavares! Datang Senyap, Target Juara Digasak Perlahan

Musim baru akan menjadi panggung pembuktian bagi Bernardo Tavares bersama Persebaya Surabaya. Tekanan besar tak dihindari, namun justru dianggap sebagai bahan bakar semangat.

Dengan dukungan penuh Bonek dan kerja keras semua elemen tim, mimpi kebangkitan terasa lebih realistis. Persebaya Surabaya, sang gigantis, kini bersiap membuka mata dan kembali berdiri tegak.

 
EDITOR: Hendra