← Beranda
Terima Kasih Uston Nawawi! Penjaga Api Persebaya Surabaya di Masa Transisi yang Luar Biasa
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 4 Januari 2026 | 16.29 WIB
Uston Nawawi berhasil bawa Persebaya Surabaya tak terkalahkan. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)

JawaPos.com — Rapor apik Uston Nawawi bersama Persebaya Surabaya layak mendapat apresiasi di tengah kekosongan pelatih kepala yang sempat mengundang tanda tanya. Dalam situasi transisi, Persebaya Surabaya justru mampu menjaga stabilitas, ritme, dan semangat bertanding secara konsisten.

Kemenangan tipis 0-1 atas Madura United pada pekan ke-16 Super League 2025/2026 menjadi penegas kerja sunyi tersebut.

Bertanding di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Sabtu (3/1/2026) malam, Green Force membawa pulang tiga poin krusial.

Gol tunggal Bruno Moreira menjadi pembeda dalam laga yang berjalan ketat dan penuh tensi. Hasil ini sekaligus mengantar Persebaya Surabaya naik ke posisi kelima klasemen sementara dengan koleksi 25 poin.

Sejak awal laga, Persebaya Surabaya tampil disiplin dan sabar menghadapi tekanan tuan rumah. Pendekatan pragmatis terlihat jelas, terutama dalam menjaga kedalaman lini pertahanan.

Memasuki babak kedua, intensitas permainan Persebaya Surabaya meningkat signifikan. Peluang pertama hadir pada menit ke-55 lewat skema tendangan bebas yang sempat menciptakan kemelut di kotak penalti Madura United.

Milos Raickovic mencoba memanfaatkan bola rebound, namun tembakannya masih terlalu lemah. Kiper Madura United, Miswar Saputra, mampu mengamankan peluang tersebut tanpa kesulitan berarti.

Membaca kebutuhan tim, caretaker Uston Nawawi mengambil keputusan penting dari sisi bangku cadangan. Malik Risaldi dan Mihailo Perovic masuk menggantikan Dimas Wicaksono serta Diego Mauricio.

Baca Juga: Catat 2 Umpan Kunci! Arief Catur Pamungkas Bersyukur Persebaya Surabaya Sukses Kalahkan Madura United

Pergantian itu langsung memberi dampak nyata terhadap dinamika serangan Persebaya Surabaya. Malik Risaldi aktif menusuk dari sisi kanan dan memaksa lini belakang lawan bekerja ekstra.

Pada menit ke-69, umpan silang Malik mengarah ke Bruno Moreira di kotak penalti. Bruno sempat mengontrol dan melepaskan tembakan keras, namun masih diblok oleh Miswar.

Empat menit kemudian, kerja sama keduanya berbuah hasil maksimal. Malik mengirim umpan terobosan yang diselesaikan Bruno dengan tembakan mendatar ke pojok gawang.

Baca Juga: Profil Paulo Renato Duarte! Asisten Pelatih Bernardo Tavares di Persebaya Surabaya, Pernah Melatih di Crystal Palace

Gol tersebut memecah kebuntuan sekaligus mengubah arah pertandingan. Persebaya Surabaya unggul 0-1 dan semakin percaya diri mengelola tempo permainan.

Madura United mencoba bangkit dengan meningkatkan tekanan di sisa waktu. Peluang emas datang pada menit ke-84 melalui sepakan Kerim Palic yang membentur mistar gawang Ernando Ari.

Situasi itu menjadi momen paling menegangkan bagi kubu Persebaya Surabaya. Setelahnya, gelombang serangan tuan rumah terus mengalir tanpa henti.

Untuk menjaga keseimbangan dan soliditas tim, Coach Uston kembali mengambil langkah taktis. Randy May dimasukkan menggantikan Bruno Moreira guna memperkuat lini belakang.

Keputusan tersebut membantu Persebaya Surabaya meredam tekanan hingga laga usai. Peluit panjang berbunyi dengan skor tetap 0-1 untuk keunggulan tim tamu.

Hasil di Madura melengkapi rapor positif Persebaya Surabaya selama ditangani Uston Nawawi dan Shin Sang-gyu. Dalam lima laga, Green Force tak tersentuh kekalahan meski tanpa pelatih kepala definitif.

Baca Juga: Pesan Bernardo Tavares Bocor! Nonton Persebaya Surabaya Kalahkan Madura United di Pamekasan

Catatan itu dimulai dari hasil imbang 1-1 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan 14, 28 November 2025. Laga tandang tersebut menjadi awal periode transisi yang menantang.

Persebaya Surabaya kembali mencuri poin di markas PSM Makassar pada pekan 4, 6 Desember 2025. Skor 1-1 menunjukkan daya saing tim tetap terjaga di laga berat.

Bermain di kandang, Persebaya Surabaya menahan imbang Borneo FC Samarinda 2-2 pada pekan 15, 20 Desember 2025. Konsistensi berlanjut saat menghajar Persijap Jepara 4-0 pada laga tunda pekan 8.

Performa itu menuai respons positif dari Bonek yang melihat kerja keras tim pelatih interim. “Tak terkalahkan digdaya Persebaya,” ujar salah satu Bonek.

Dukungan lain datang dari keyakinan terhadap peran Shin Sang-gyu di era baru nanti. “Coach Shin gaakan out rek sing digowo BT iku emang pelatih fisik tapi akan lebih ke taktik jad coach Shin tetep jadi pelatih fisik,” ujar salah satu Bonek.

Baca Juga: Leo Lelis Paling Bersinar! Rapor Hijau Persebaya Setelah Bungkam Madura United di Kandang Lawan

Apresiasi juga mengalir atas pencapaian tanpa kekalahan selama masa transisi. “Aslinya cukup baik buat pelatih interim tanpa kekalahn sama sekali.. Suwon coach wayahe ABAH BT TAMPIL,” ujar salah satu Bonek.

Ungkapan terima kasih terasa tulus dari tribun hingga media sosial. “Matur nuwun, abah Uston @ustonawawi9,” dan “Tanpa kekalahan adalah pencapaian terbaik,” ujar Bonek lainnya.

Kini, Persebaya Surabaya bersiap memasuki era baru di bawah komando Bernardo Tavares. Warisan stabilitas dari Uston Nawawi dan Shin Sang-gyu menjadi fondasi penting menyongsong babak selanjutnya.

EDITOR: Edi Yulianto