JawaPos.com — Craig Goodwin jadi komoditas panas di bursa transfer, setelah Persebaya Surabaya dikabarkan membidik bintang Australia Piala Dunia 2022 itu. Isu ini langsung menyita perhatian karena menyangkut nama besar yang pernah melukai hati publik sepak bola Indonesia.
Geliat Persebaya Surabaya terlihat mencengangkan dalam beberapa hari terakhir, seiring rumor kedatangan winger berpengalaman berusia 34 tahun.
Klub kebanggaan Bonek itu disebut ingin menghadirkan sosok pembeda di sektor sayap kiri.
Nama Craig Goodwin mencuat ke permukaan setelah dibocorkan akun seputar sepak bola nasional, @ngapakfootball, pada Senin (26/12/2025). Akun tersebut menyebut minat Persebaya Surabaya serius meski transfer ini terbilang rumit.
“Persebaya wangsitnya berminat mendatangkan legend Timnas Australia yaitu Craig Goodwin (34 th) son. Tapi sepertinya agak sulit karena Goodwin masih terikat kontrak di Adelaide United sampai tahun 2028 son. Tapi tidak ada yang tidak mungkin jika memang berjodoh ya son,” tulis @ngapakfootball.
Kontrak panjang Craig Goodwin bersama Adelaide United memang menjadi tantangan utama bagi Persebaya Surabaya. Winger kiri itu masih terikat kerja sama hingga 30 Juni 2028.
Durasi kontrak tersebut membuat peluang transfer permanen terasa berat bagi klub Super League. Namun, situasi ini bukan berarti pintu sepenuhnya tertutup untuk Persebaya Surabaya.
Skema peminjaman disebut menjadi opsi paling realistis bagi tim berjuluk Green Force. Pendekatan personal kepada pemain dan klub asal Australia bisa menjadi kunci pembuka negosiasi.
Craig Goodwin bukan nama sembarangan di level internasional, terutama bagi publik Asia. Perannya membawa Australia lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022 membuat reputasinya kian mengilap.
Pengalaman tampil di turnamen tertinggi dunia menjadikan Goodwin figur yang menarik bagi Super League. Kehadirannya diyakini mampu mendongkrak kualitas permainan dan daya tarik kompetisi.
Dari sisi teknis, Craig Goodwin dikenal sebagai winger kiri berkaki dominan kiri dengan kecepatan dan akurasi umpan matang. Tingginya yang mencapai 1,84 meter juga memberi keunggulan duel udara.
Pemain kelahiran Adelaide, 16 Desember 1991 itu saat ini masih aktif membela Adelaide United. Ia bergabung kembali ke klub tersebut pada 1 Juli 2025 dengan status pemain kunci.
Berdasarkan data Transfermarkt, Goodwin mencatat 171 pertandingan bersama Adelaide United. Dari jumlah itu, ia membukukan 59 gol, 35 assist, dan 14.584 menit bermain.
Petualangan kariernya juga meliputi Al-Wehda FC, Newcastle United Jets, hingga Sparta Rotterdam. Pengalaman lintas negara ini membentuk mentalitas kompetitif yang matang.
Bersama Al-Wehda FC, Goodwin tampil dalam 87 pertandingan dengan torehan 17 gol dan 17 assist. Di Newcastle United Jets, ia mengoleksi 5 gol dan 5 assist dari 44 laga.
Rekam jejaknya di Eropa juga patut diperhitungkan bersama Sparta Rotterdam. Ia mencatat 6 gol dan 6 assist dari 51 pertandingan di Belanda.
Nama Craig Goodwin makin lekat di ingatan publik Indonesia setelah laga Australia kontra Timnas Indonesia. Pada pertandingan itu, Australia menang telak dengan skor 5-1.
Goodwin secara terbuka mengulas kunci kemenangan timnya usai laga tersebut. Ia menilai kegagalan penalti Indonesia menjadi titik balik penting.
“Momen kuncinya adalah mereka gagal mengeksekusi penalti.” kata pemain Australia, Craig Goodwin. “Lalu kami bangkit beberapa menit kemudian, mencetak satu gol dan kemudian mencetak gol lagi.”
Ia juga menyoroti performa kolektif rekan setimnya yang tampil solid sepanjang laga. “Jadi, para pemain bermain dengan sangat baik. ” tambahnya.
Goodwin tidak menutup mata terhadap agresivitas permainan skuad Garuda sejak menit awal. Ia justru memberi apresiasi atas semangat tinggi yang ditunjukkan Indonesia.
“Kami tahu sejak pertama kali bermain melawan Indonesia, mereka bermain dengan sangat bersemangat.” ucap Craig Goodwin. “Intensitasnya sangat tinggi, lalu Anda harus bersabar.”
Menurutnya, intensitas tinggi tersebut perlahan menguras stamina pemain Indonesia. “Mungkin butuh waktu beberapa saat hingga babak kedua bagi mereka untuk kehilangan energi.”
Australia kemudian mampu mengontrol permainan dengan lebih efektif. “Kami bermain dengan sangat baik dan bermain dengan sangat baik.”
Goodwin menutup pernyataannya dengan refleksi tentang kerasnya laga internasional. “Pertandingan internasional akan selalu sulit, tidak peduli siapa lawan Anda.” pungkasnya
Kini, sosok yang pernah melibas Timnas Indonesia itu justru berpeluang merumput di Tanah Air. Wacana kepindahan Craig Goodwin ke Persebaya Surabaya pun menjadi cerita menarik jelang musim baru.
Jika transfer ini terealisasi, Super League akan kedatangan pemain dengan level pengalaman elite. Publik sepak bola nasional tentu menanti, apakah rumor panas ini berujung kenyataan atau sekadar wacana.