JawaPos.com — Wasit Yudi Nurcahya dipastikan memimpin laga Persebaya Surabaya melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (28/12/2025) sore.
Penunjukan ini langsung menyita perhatian Bonek yang berharap profesionalitas sang pengadil tetap terjaga di tengah tensi pertandingan penting Super League 2025/2026.
Sorotan kepada wasit muncul seiring besarnya kepentingan kedua tim pada laga ini, meski posisi klasemen mereka berbeda jauh.
Persebaya Surabaya mengincar poin penuh di kandang, sementara Persijap datang dengan beban berat untuk keluar dari zona degradasi.
Pertandingan ini menjadi ujian konsistensi Yudi Nurcahya yang musim ini sudah memimpin sejumlah laga krusial.
Bonek menaruh harapan besar agar sang wasit mampu memimpin secara adil, tegas, dan tidak mudah terpengaruh atmosfer Gelora Bung Tomo yang dikenal panas.
Persijap Jepara datang ke Surabaya dengan kondisi kurang ideal setelah tak pernah menang dalam 10 pertandingan terakhir.
Laskar Kalinyamat masih terpuruk di peringkat 17 klasemen sementara dengan koleksi 9 poin dari 2 kemenangan, 3 hasil imbang, dan 9 kekalahan.
Jarak Persijap dengan Persis Solo di dasar klasemen hanya terpaut dua poin, sehingga setiap laga kini terasa seperti final.
Kunjungan ke markas Persebaya menjadi tantangan besar sekaligus peluang untuk memutus tren negatif yang membelit tim asal Kota Ukir itu.
Di sisi lain, Persebaya Surabaya berada di papan tengah dengan raihan 19 poin dari 4 kemenangan, 7 hasil seri, dan 3 kekalahan.
Posisi kesembilan klasemen membuat Green Force tetap membidik kemenangan agar bisa merangsek ke papan atas.
Pelatih Persijap Jepara Divaldo Alves tetap optimistis timnya mampu mencuri poin di Surabaya. Kepercayaan diri itu muncul karena Persebaya Surabaya bukan lingkungan asing bagi pelatih asal Portugal tersebut.
"Lihat histori saya kemarin saya sebelum ke Persijap saya satu dua tahun di Persebaya kita menang di sini (saat lawan Persijap Jepara). Mudah-mudahan kita bisa menang lawan Persebaya," jelas Divaldo, Sabtu (28/12/2025) malam.
Pengalaman masa lalu itu menjadi modal psikologis bagi dirinya untuk memotivasi para pemain.
Divaldo mengakui kualitas Persebaya Surabaya yang dinilai sedang berada dalam tren positif. Namun ia menegaskan Persijap akan tampil spartan dan fokus penuh demi memberi kejutan di kandang mantan klubnya.
"Memang Persebaya tim kualitas dan beberapa ini dalam hal positif. Saya kira tim kita akan spartan dan fokus kerja betul dan membuat surprise di kandang Persebaya," pungkas dia.
Pernyataan ini menegaskan tekad Persijap untuk tidak sekadar bertahan.
Dari kubu tuan rumah, caretaker Persebaya Surabaya Uston Nawawi mengingatkan pemain agar tidak memandang sebelah mata lawan.
Ia menilai posisi klasemen Persijap tidak mencerminkan potensi bahaya yang mereka miliki.
“Kita siapkan tim untuk lawan Persijap, tentunya kita ingatkan kepada pemain untuk tidak meremehkan Persijap yang saat ini berada di posisi bawah klasemen sementara,” katanya, Sabtu (27/12/2025).
Sikap waspada ini dianggap penting agar Persebaya Surabaya tidak terpeleset.
Persebaya Surabaya mendapat tambahan kekuatan dengan kembalinya sejumlah pemain kunci yang sempat absen. Risto Mitrevski, Bruno Moreira, dan Francisco Rivera sudah kembali berlatih penuh bersama tim.
“Kondisi tim semakin baik. Beberapa pemain yang sebelumnya absen sudah kembali dan ikut berlatih penuh. Ini tentu menambah opsi dan kekuatan kami,” sambungnya.
Ketersediaan pemain inti membuat opsi taktik Persebaya Surabaya semakin beragam.
Uston menegaskan target timnya jelas, yakni tampil maksimal dan meraih hasil positif di kandang sendiri. Ia menekankan pentingnya disiplin menjalankan rencana permainan yang sudah disiapkan tim pelatih.
“Target kami jelas, tampil maksimal dan berusaha mendapatkan hasil positif. Tapi yang utama, pemain menjalankan rencana permainan dengan baik,” tegasnya. Fokus ini diharapkan mampu mengamankan tiga poin bagi Green Force.
Di tengah persiapan teknis kedua tim, perhatian Bonek juga tertuju pada perangkat pertandingan yang akan bertugas.
Selain Yudi Nurcahya sebagai wasit utama, laga ini diawasi Budi Prihanarko sebagai pengawas pertandingan dengan Sandry Maga dan Dedi Saputra sebagai asisten wasit.
Catatan statistik menunjukkan Yudi Nurcahya termasuk wasit yang cukup aktif memberi peringatan sepanjang musim ini.
Dalam enam laga yang dipimpinnya, jumlah pelanggaran berkisar antara 18 hingga 28 dengan total kartu kuning cukup tinggi.
Menariknya, Yudi pernah memimpin dua laga Persebaya Surabaya musim ini dengan hasil satu kemenangan dan satu imbang. Fakta ini membuat publik berharap kepemimpinannya tetap konsisten dan bebas dari kontroversi.
Dengan tensi tinggi, ambisi besar, dan sorotan publik yang mengarah pada wasit, laga Persebaya Surabaya vs Persijap diprediksi berjalan panas.
Profesionalitas Yudi Nurcahya akan menjadi kunci agar pertandingan berjalan fair dan hasilnya benar-benar ditentukan kualitas permainan di lapangan.