← Beranda
Duel Mantan Wonderkid Siap Meledak! Ichsas Baihaqi vs Dicky Kurniawan di Laga Persebaya Surabaya vs Persijap Jepara
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 26 Desember 2025 | 22.53 WIB
Ichsas Baihaqi siap duel lawan Dicky Kurniawan di laga Persebaya Surabaya vs Persijap Jepara. (Persebaya Surabaya, Persijap Jepara)

JawaPos.com — Duel mantan wonderkid siap meledak akan tersaji saat Persebaya Surabaya menjamu Persijap Jepara dalam lanjutan Super League musim 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (28/12/2025). Laga ini bukan sekadar perebutan poin, tetapi juga panggung pembuktian bagi Ichsas Baihaqi dan Dicky Kurniawan yang kini berdiri di sisi berseberangan.

Nama Ichsas Baihaqi dan Dicky Kurniawan mencuat karena sama-sama akan menghadapi klub profesional pertama dalam karier mereka.

Fanbase @onlinepersebaya menyoroti cerita unik ini dengan menulis, “Dua pemain muda, Ichsas Baihaqi dan Dicky Kurniawan sama-sama akan berhadapan dengan klub profesional pertama mereka.”

Persebaya Surabaya memanaskan mesin dengan atmosfer penuh antusias jelang laga krusial ini. Bermain di GBT memberi keuntungan psikologis, apalagi duel sarat emosi kerap memunculkan kejutan di lapangan.

Ichsas Baihaqi

Ichsas Baihaqi menjadi sorotan karena usianya baru 18 tahun, namun sudah merasakan atmosfer tim utama Persebaya Surabaya.

Gelandang tengah bernama lengkap Moch Ichsas Baihaqi itu lahir pada 17 Maret 2007 dan dikenal fleksibel dalam berbagai peran di lini tengah.

Baca Juga: Simak Performa Victor Luiz Bersama Bernardo Tavares! Bakal Diboyong ke Persebaya Surabaya?

Ichsas berposisi utama sebagai gelandang tengah, tetapi juga bisa dimainkan sebagai gelandang serang maupun gelandang bertahan.

Kaki dominannya kanan, sebuah modal penting untuk menjaga keseimbangan permainan Persebaya Surabaya.

Bergabung dengan Persebaya Surabaya sejak 1 Juli 2025, Ichsas langsung merasakan persaingan ketat di level tertinggi.

Nilai pasarnya saat ini tercatat di angka 869,08 juta rupiah, angka yang mencerminkan potensinya sebagai aset masa depan.

Musim ini, Ichsas sudah tampil dalam tiga pertandingan bersama Persebaya Surabaya. Ia mencatatkan 68 menit bermain dan mengoleksi satu kartu kuning, statistik sederhana yang tetap bermakna untuk pemain seusianya.

Baca Juga: Bocor ke Publik! Shin Sang-gyu Ungkap Peran Krusial Uston Nawawi di Balik Layar Persebaya Surabaya

Menariknya, Ichsas bukan nama asing bagi Persijap Jepara. Ia pernah memperkuat Persijap pada musim 2024/2025, tepatnya dari 1 Agustus 2024 hingga 30 Juni 2025, sebelum akhirnya hijrah ke Surabaya.

Dicky Kurniawan

Di kubu seberang, Persijap Jepara mengandalkan Dicky Kurniawan sebagai salah satu motor serangan. Pemain kelahiran Surabaya, 6 Juni 2002 ini berusia 23 tahun dan dikenal sebagai sayap kanan yang lincah.

Dicky Kurniawan Arifin memiliki tinggi 1,65 meter dengan kaki dominan kiri yang mematikan di sisi sayap. Selain sayap kanan, ia juga bisa bermain sebagai gelandang serang atau sayap kiri, membuatnya sulit diprediksi.

Sejak bergabung dengan Persijap Jepara pada 1 Juli 2025, Dicky menunjukkan perkembangan signifikan. Nilai pasarnya kini mencapai 1,74 miliar rupiah, lebih tinggi dibandingkan Ichsas, seiring jam terbang dan kontribusinya.

Statistik Dicky musim ini cukup solid dengan 11 pertandingan, satu gol, dan empat assist. Ia juga mencatatkan 470 menit bermain, satu kartu kuning, serta satu kartu merah yang menunjukkan intensitas permainannya.

Sama seperti Ichsas, Dicky juga akan menghadapi klub yang membesarkan namanya. Ia pernah memperkuat Persebaya Surabaya pada periode 2020/2021 hingga 2022/2023, tepatnya dari 1 Maret 2021 sampai 25 Juli 2022.

Baca Juga: 3 Fakta Krusial Duel Persebaya Surabaya vs Persijap Jepara! Janji Uston Nawawi ke Bonek Jadi Sorotan

Duel ini memantik beragam reaksi dari Bonek yang memenuhi linimasa media sosial.

Salah satu suporter berkomentar, “Kebiasaan mbanding-mbandingno, Ichsas iku sek 18 tahun ngertio dengan penampilan debut koyok wingi iku wes apik, Ichsas 18 tahun wes maen nang Persebaya.”

Komentar lain menunjukkan kerinduan pada Dicky Kurniawan yang kini berseragam Persijap. “musim ngarep kudu dibalikin Dicky main e wes apik,” tulis seorang Bonek yang menilai performa sang winger semakin matang.

Nada serupa juga muncul dari suporter lain yang melihat perkembangan Dicky di Jepara. “Dicky di Jepara berkembang, guwo muleh wae,” menjadi ungkapan harapan agar sang pemain kembali ke Surabaya.

Di sisi lain, Ichsas juga mendapat dukungan penuh dari Bonek atas performa awalnya. “Apik Ichas,” tulis singkat seorang suporter yang menilai sang gelandang tampil menjanjikan.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Kurang Wani, Perlu Lebih Ngeyel Hadapi Persijap Jepara

Harapan untuk reuni Dicky dengan Persebaya Surabaya kembali ditegaskan lewat komentar lain. “Pulang kan Dicky Kurniawan ke Persebaya,” tulis seorang Bonek yang masih menyimpan kedekatan emosional.

Semua cerita ini membuat duel Persebaya Surabaya vs Persijap Jepara terasa lebih hidup dan personal.

Pertemuan Ichsas Baihaqi dan Dicky Kurniawan bukan hanya soal taktik, tetapi juga perjalanan, proses, dan mimpi yang terus tumbuh di sepak bola Indonesia.

EDITOR: Edi Yulianto