JawaPos.com — Tanggal debut Bernardo Tavares latih dan dampingi Persebaya Surabaya akhirnya terungkap dan langsung memantik rasa penasaran publik sepak bola nasional. Pelatih asal Portugal itu dipastikan baru akan memimpin langsung Green Force pada awal Januari 2026, bukan di dua laga terdekat.
Persebaya Surabaya resmi mengumumkan penunjukan Bernardo Tavares sebagai pelatih kepala pada Selasa (23/12/2025).
Mantan pelatih PSM Makassar tersebut datang dengan reputasi kuat dan harapan besar untuk mengangkat performa tim kebanggaan Kota Pahlawan.
Dalam pernyataan resminya, manajemen Persebaya Surabaya menegaskan kedatangan Tavares bukan sendirian.
“Coach Bernardo Tavares is Green. Dia akan tiba di Surabaya dengan membawa seorang asisten. Seluruh tim kepelatihan yang ada saat ini, juga akan terus men-support Coach Tavares di Persebaya,” tulis pernyataan resmi klub.
Meski sudah diumumkan, identitas asisten yang dibawa Bernardo Tavares masih belum diungkap ke publik.
Jadwal kedatangan ke Surabaya serta waktu memimpin latihan perdana juga belum disampaikan secara detail oleh manajemen.
Situasi ini membuat banyak suporter bertanya-tanya soal kapan Bernardo Tavares benar-benar mulai bekerja di lapangan.
“Itu artinya, Coach Tavares akan menjalani debutnya saat laga menghadapi Malut United, 10 Januari di Gelora Bung Tomo,” lanjut unggahan tersebut.
Jika informasi itu benar, maka laga melawan Malut United akan menjadi momen istimewa bagi Persebaya Surabaya.
Pertandingan tersebut menjadi penampilan perdana Bernardo Tavares di hadapan publik Surabaya serta suporter setia Bonek dan Bonita.
Debut ini dinilai krusial karena menjadi titik awal arah permainan Persebaya Surabaya di bawah tangan dingin pelatih asal Portugal tersebut.
Baca Juga: Perbati Guyur Bonus untuk Petinju yang Bawa Pulang Medali dari SEA Games 2025
Ekspektasi besar langsung mengiringi langkah Tavares sejak peluit pertama dibunyikan di Gelora Bung Tomo.
Hingga pekan ke-15 musim ini, performa Persebaya Surabaya masih tergolong inkonsisten. Dari 14 pertandingan, Green Force mencatat empat kemenangan, tujuh hasil seri, dan tiga kekalahan.
Produktivitas gol Persebaya Surabaya berada di angka 17 gol dengan 15 kali kebobolan. Statistik ini menunjukkan keseimbangan permainan belum sepenuhnya stabil, terutama dalam menjaga konsentrasi lini belakang.
Dari sisi penyerangan, Persebaya Surabaya mencatat 136 tembakan dengan 56 di antaranya mengarah ke gawang. Akurasi tembakan berada di angka 42 persen dengan sembilan gol lahir dari skema umpan.
Permainan tim menunjukkan distribusi bola cukup baik dengan total 4.373 umpan dan akurasi 79 persen. Namun, efektivitas serangan masih menjadi pekerjaan rumah yang menanti sentuhan Bernardo Tavares.
Sektor pertahanan juga mencatat sejumlah catatan penting dengan 56 penyelamatan dan hanya dua kali nirbobol. Persebaya Surabaya melakukan 116 tekel, 288 intersep, dan 245 sapuan sepanjang musim berjalan.
Disiplin tim menjadi aspek lain yang perlu perhatian serius. Persebaya Surabaya sudah mengoleksi 24 kartu kuning, satu kartu kuning-merah, serta lima kartu merah hingga pekan ke-15.
Dengan semua data tersebut, debut Bernardo Tavares pada 10 Januari 2026 dinanti sebagai titik balik.
Bonek berharap pelatih anyar ini mampu membawa Persebaya Surabaya tampil lebih solid, konsisten, dan kembali bersaing di papan atas.