JawaPos.com - Persebaya Surabaya ternyata punya rekor apik saat ditangani oleh pelatih sarat pengalaman di Liga Indonesia. Catatan itu bisa jadi sinyal bagus menyusul penunjukan Bernardo Tavares sebagai juru taktik anyar Green Force.
Persebaya telah mengumumkan pelatih barunya setelah kosong selama beberapa waktu sejak memecat Eduardo Perez pada 23 November lalu. Bernardo Tavares jadi sosok tepat yang diumumkan untuk menakhodai Persebaya selanjutnya.
Pengumuman Bernardo Tavares sebagai pelatih baru Persebaya Surabaya diumumkan pada Selasa (23/12). Disebutkan bahwa juru taktik asal Portugal itu akan datang dengan membawa satu asisten pelatih untuk membantu dirinya.
"Coach Bernardo Tavares is Green. Dia akan tiba di Surabaya dengan membawa seorang asisten. Seluruh tim kepelatihan yang ada saat ini, juga akan terus mendukung Coach Tavares di Persebaya," tulis pengumuman Persebaya.
Penunjukkan Tavares ini sekaligus mengakhiri sederet rumor terkait pelatih Persebaya Surabaya. Mulai dari Pep Munoz (Spanyol), Shin Tae-yong (Korea Selatan), hingga Benjamin Mora (Meksiko).
Bahkan, nama Tavares sempat kencang dirumorkan pada awal-awal setelah pemecatan Edu Perez. Namun isu itu batal dan rumornya berakhir.
Bagi Persebaya, mendapatkan Tavares jelas jadi kekuatan baru. Sebab ,pelatih asal Portugal itu punya rekam jejak mentereng dan cukup berpengalaman di Liga Indonesia.
Sebelum menerima tawaran Persebaya, Tavares adalah pelatih PSM Makassar. Dia datang ke Indonesia sejak 2022 dan langsung menorehkan banyak kesuksesan. Paling tinggi adalah membawa Pasukan Ramang juara Liga 1 2022/2023 dan dia jadi pelatih terbaik di musim yang sama.
Kesuksesan itu bisa jadi modal Persebaya untuk mengukir kisah manis dan kejayaan bersama Bernardo Tavares. Apalagi, Green Force selama ini ternyata punya rekor dan catatan yang cukup positif saat ditangani pelatih yang berpengalaman di Liga Indonesia.
Sejak 2017, Persebaya tercatat menjalani musim yang bagus dengan empat pelatih berpengalaman di Liga Indonesia, baik lokal maupun asing.
1. Alfredo Vera - Liga 2 2017
Semua kisah manis itu bermula dari Alfredo Vera di Liga 2 Indonesia 2017. Pelatih asal Argentina itu bukanlah sosok asing karena sebelumnya sudah menangani Persela Lamongan, Gresik United, hingga Persipura Jayapura.
Hasilnya, Persebaya yang saat itu bertarung di kompetisi kasta kedua mampu menjalani musim ciamik dan sukses keluar sebagai juara. Tiket promosi ke Liga 1 pun dalam genggaman dengan catatan sempurna.
2. Djadjang Nurdjaman - Liga 1 2018
Kemudian pada musim 2018, kursi Persebaya dialihkan kepada Djadjang Nurdjaman. Keputusan ini didasari oleh rekam jejak Djadjang yang terbilang mentereng dengan pernah membawa Persib Bandung juara Indonesia Super League (ISL) musim 2014.
Tangan dingin Djanur pun terbukti. Persebaya sebagai tim promosi langsung mampu bersaing di papan atas. Green Force mengakhiri musim di urutan kelima dengan koleksi 50 poin, hasil meraih 14 kemenangan dan 8 kali imbang. Sementara 12 laga lain berujung kekalahan.
3. Aji Santoso - Liga 1 2019
Pada Liga 1 2019, pelatih Persebaya ganti lagi. Kali ini Aji Santoso yang dipercaya menangani Green Force. Legenda klub itu dipulangkan untuk melatih Persebaya dan kinerjanya lumayan serta awet karena bertahan hingga 2023.
Prestasi Aji di Persebaya terbukti. Runner-up Liga 1 2019 dan finalis Piala Presiden 2019 adalah pencapaian terbaiknya bareng Green Force. Kemudian pada musim 2021/2022 Persebaya ada di lima besar, sebelum akhirnya terdepak di akhir musim 2023 karena posisi tim keluar dari lima besar.
4. Paul Munster - Liga 1 2024/202
Terakhir adalah Paul Munster, pelatih yang ditunjuk oleh Persebaya Surabaya pada tengah musim Liga 1 2023/2024. Dia didatangkan dengan catatan sang pelatih punya rekam jejak bagus, termasuk membuat Bhayangkara FC cukup bersaing di papan atas Liga 1 2019 dengan duduk di urutan keempat.
Nah, di Persebaya, awalnya memang pahit karena Green Force mengakhiri musim 2023/2024 di posisi ke-12. Tapi, sentuhan Paul Munster baru terasa di musim berikutnya 2024/2025, di mana Persebaya mampu finish di urutan keempat dengan koleksi 56 poin, hasil 15 kemenangan dan 11 kali imbang.