JawaPos.com—Persebaya Surabaya curi resep Persib Bandung dengan mengincar sosok pelatih yang sempat bikin Maung Bandung jatuh hati. Benjamin Mora dikabarkan makin dekat ke Stadion Gelora Bung Tomo untuk mengisi kursi panas yang ditinggalkan Eduardo Perez.
Isu ini muncul di tengah upaya Persebaya Surabaya mencari nakhoda baru setelah gagal memboyong Bernardo Tavares. Hingga kini, manajemen Green Force memang belum mengumumkan progres signifikan soal pengganti Eduardo Perez.
Namun, angin segar mulai berembus setelah nama Benjamin Mora masuk dalam radar Persebaya Surabaya. Pelatih asal Meksiko itu dinilai sebagai opsi menarik dengan rekam jejak mentereng di Asia Tenggara.
Benjamin Mora bukan nama asing bagi pencinta Super League. Sosok berusia 46 tahun ini pernah dikaitkan kuat dengan Persib Bandung dan Persis Solo pada momen berbeda.
Persib Bandung sempat dikabarkan mendekati Benjamin Mora usai memutus kerja sama dengan Robert Alberts. Saat itu, peluang terasa terbuka setelah Mora kedapatan mengikuti akun Instagram resmi Persib Bandung.
Situasi tersebut membuat bobotoh menaruh harapan besar pada Mora sebagai suksesor Robert Alberts. Sayangnya, Persib Bandung akhirnya memilih Luis Milla untuk menakhodai tim.
Tak berhenti di situ, Persis Solo juga sempat mencoba peruntungan dengan mengincar Benjamin Mora pada 2023. Rencana tersebut kandas karena Mora memilih menerima tawaran dari klub Kanada, Atlas.
Kini, giliran Persebaya Surabaya yang mencoba memanfaatkan momentum. Nama Benjamin Mora disebut masuk dalam daftar kandidat pelatih anyar Green Force.
Kabar tersebut pertama kali diungkap akun Instagram sepak bola Indonesia @gossindo_, pada Minggu (14/12).
“RUMOR: Benjamin Mora On Persebaya Surabaya,” unggahan singkat yang langsung menyita perhatian publik.
Rumor ini sejalan dengan informasi dari akun @transfernews_ft sehari sebelumnya. Akun tersebut menyebut Mora berpotensi melatih salah satu klub Super League.
"Rumornya akan melatih salah satu klub BRI Super League Indonesia," tulis @transfernews_ft, Sabtu (13/12).
Sinyal makin kuat setelah Benjamin Mora resmi berpisah dengan Queretaro FC. Perpisahan itu diumumkan langsung lewat unggahan Instagram pribadinya pada 18 November 2025.
Ucapan Gracias Queretaro menjadi penanda akhir kiprahnya di klub Liga Meksiko tersebut. Status tanpa klub membuat peluang Persebaya Surabaya untuk mengamankan jasanya terbuka lebar.
Kini, Persebaya Surabaya tinggal bergerak cepat dalam urusan negosiasi. Tawaran gaji dan durasi kontrak bakal menjadi kunci untuk membawa Mora ke GBT.
Jika terealisasi, langkah ini bisa disebut Persebaya Surabaya mencuri resep Persib Bandung. Green Force berhasil mendekati pelatih yang dulu hampir berseragam biru.
Dari sisi pengalaman, Benjamin Mora membawa portofolio yang cukup lengkap. Dia pernah merasakan atmosfer sepak bola Asia, Amerika Utara, hingga Amerika Latin.
Puncak karir Mora terjadi saat menangani Johor Darul Takzim. Bersama raksasa Malaysia itu, dia meraih dominasi domestik dalam kurun waktu panjang.
Mora mempersembahkan empat gelar Liga Super Malaysia dan empat Piala Super Malaysia. Dia juga sukses mengantar Johor Darul Takzim menjuarai FA Cup Malaysia.
Setelah era emas di Malaysia, Mora melanjutkan petualangan ke Atlas FC. Selama satu musim, dia memimpin 41 laga dengan hasil cukup berimbang.
Dari 41 pertandingan tersebut, Mora mencatatkan 13 kemenangan, 14 hasil imbang, dan 14 kekalahan. Catatan itu menunjukkan karakter pelatih yang berani mengambil risiko.
Karirnya berlanjut ke York United di Liga Kanada. Sayangnya, masa baktinya hanya bertahan lima bulan.
Di York United, Mora memimpin 22 pertandingan dengan sembilan kemenangan. Sisanya diwarnai lima hasil seri dan delapan kekalahan.
Petualangan berikutnya membawa Mora kembali ke Meksiko bersama Queretaro FC. Dia bergabung pada 27 Desember 2024 dan menangani 34 pertandingan.
Bersama Queretaro, Mora meraih 11 kemenangan, empat imbang, dan 19 kekalahan. Meski statistik tak terlalu gemilang, pengalamannya tetap bernilai tinggi.
Benjamin Mora dikenal menyukai formasi 4-3-3 yang ofensif. Gaya ini dinilai cocok dengan karakter permainan Persebaya Surabaya yang agresif.
Lisensi Pro UEFA yang dimilikinya juga menjadi nilai tambah. Hal ini menegaskan kapasitas Mora sebagai pelatih berstandar internasional.
Kini, bola berada di tangan manajemen Persebaya Surabaya. Keputusan akhir akan menentukan apakah Benjamin Mora benar-benar mendarat di GBT.
Bagi Bonek, kedatangan Mora bisa menjadi harapan baru. Persebaya Surabaya berpeluang membuka lembaran segar dengan sentuhan pelatih Meksiko tersebut.