JawaPos.com - Sebuah video lama yang menampilkan Shin Tae-yong saat masih melatih Ulsan HD kembali ramai diperbincangkan di media sosial.
Video tersebut dibagikan ulang oleh sejumlah akun Instagram dan disebut berasal dari laporan media Korea Selatan, The JoongAng Ilbo. Dalam cuplikan itu, Shin terlihat menampar salah satu pemainnya, Jung Seung-hyun, di sela aktivitas tim.
Tak hanya menampilkan satu momen, laporan tersebut juga menyebut adanya dugaan Shin Tae-yong memukul pemain di bagian kepala atau tulang kering saat sesi latihan.
Potongan video ini kemudian menyebar luas dan memicu beragam reaksi, baik dari penggemar sepak bola Korea Selatan maupun Indonesia.
Dalam konteks yang lebih luas, tindakan tersebut disebut dilakukan Shin sebagai bentuk candaan untuk mencairkan suasana dan membangun kedekatan dengan pemain Ulsan HD.
Gaya kepemimpinan seperti ini dikenal cukup khas dari pelatih asal Korea Selatan tersebut, yang kerap menunjukkan pendekatan personal agar hubungan pelatih dan pemain terasa lebih akrab.
Pendekatan serupa juga sering terlihat saat Shin Tae-yong menangani Timnas Indonesia. Beberapa pemain bahkan pernah mengungkapkan bahwa Shin dikenal tegas, namun tetap dekat dengan skuadnya.
Candaan fisik ringan, tepukan, atau gestur spontan dianggap sebagai bagian dari upaya membangun chemistry di dalam tim.
Namun, budaya sepak bola di Korea Selatan menilai hal tersebut secara berbeda.
Candaan fisik yang dianggap wajar di beberapa negara Asia Tenggara justru dinilai kurang pantas dan berpotensi masuk kategori kekerasan atau tindakan intimidatif di Negeri Gingseng.
Perbedaan sudut pandang budaya inilah yang membuat video lama tersebut kembali menuai sorotan.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi terbaru dari Shin Tae-yong terkait beredarnya kembali video tersebut.
Meski begitu, sebagian pengamat menilai isu ini perlu dilihat secara proporsional, mengingat konteks waktu, budaya, dan situasi yang melatarbelakanginya.
Di sisi lain, publik Indonesia cenderung melihat sosok Shin sebagai pelatih yang berjasa besar dalam membangun mental dan disiplin Timnas Indonesia.
Prestasi dan perubahan positif yang ditorehkan selama masa kepemimpinannya membuat banyak pihak menilai gaya kepelatihannya tidak bisa dilepaskan dari karakter dan pendekatan personalnya.
Viralnya video ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perbedaan budaya dalam dunia sepak bola bisa memunculkan tafsir yang beragam. Apa yang dianggap candaan di satu tempat bisa dinilai sebagai pelanggaran di tempat lain.