← Beranda
Ketabahan Suporter PSM Makassar! Ditahan Imbang Persebaya Surabaya, Tapi Tetap Dukung Tomas Trucha
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 7 Desember 2025 | 23.15 WIB
SM Makassar tetap dapat dukungan penuh dari pendukung meski ditahan imbang Persebaya Surabaya. (PSM Makassar)

JawaPos.com — Ketabahan suporter PSM Makassar kembali terlihat setelah Juku Eja hanya bermain imbang 1-1 melawan Persebaya Surabaya. Mereka hadir bukan sekadar menyemarakkan laga, tetapi juga menunjukkan penerimaan yang menghangatkan meski hasil tak sesuai harapan.

PSM sebenarnya sempat mencuri momentum lewat gol cepat Savio Roberto pada menit ke-8. Euforia membuncah di Stadion Gelora BJ Habibie karena gol tersebut memberi tanda awal dominasi tuan rumah.

Namun keunggulan itu hanya bertahan empat menit ketika Bruno Moreira menyamakan kedudukan pada menit ke-12.

Gol balasan ini membuat pertandingan kembali berjalan ketat dan memaksa PSM melakukan penyesuaian cepat.

Sejumlah peluang hadir, termasuk dua sepakan yang membentur mistar gawang dan membuat suporter menahan napas.

Ketidakberuntungan itu menjadi salah satu sorotan pendukung seperti komentar salah satu suporter yang menulis, “Belum rezeki 2x kenak mistar.”

Drama memuncak saat Akbar Tanjung menerima kartu merah di menit ke-90+7’. PSM harus menuntaskan laga dengan sepuluh pemain dan tidak punya cukup waktu memaksakan gol kemenangan.

Hasil seri ini memang terasa hambar untuk laga yang seharusnya bisa dimenangkan PSM. Namun semangat pendukung di tribun dan di media sosial justru menampilkan suasana berbeda yang tak kalah menarik.

Kolom komentar unggahan terkait pertandingan itu langsung diserbu Macz Man dengan respons yang jauh lebih dewasa. Sebagian besar memilih menahan kekecewaan dan fokus mendukung skuad arahan Tomas Trucha.

“Kita coba lagi next match,” tulis salah satu suporter yang mencerminkan optimisme meski tiga poin melayang. Kalimat singkat itu memperlihatkan betapa suporter PSM tak terjebak dalam sikap menyalahkan tim.

Dukungan serupa juga muncul dari salah satu suporter yang menulis, “Selow, fokus pertandingan berikutnya lawan Malut wajib 3+, go top 5. Ewakoo.”

Pesan tersebut tidak sekadar memberi dorongan moral, tetapi juga menunjukkan target realistis yang masih bisa dikejar.

Nada positif juga datang dari salah satu suporter yang menuliskan, “Ya tetap ewako PSM, yang penting tidak kalah, ayo bangkit di laga selanjutnya.”

Pesan ini memperlihatkan hasil imbang tetap dianggap modal untuk mendongkrak konsistensi.

Sementara itu, kritik membangun juga muncul dari para pendukung yang ingin PSM tampil lebih efektif.

“Good game kebanggaan, semoga bisa diminimalisir kesalahan2 yg bisa merugikan dan lebih baik lagi dalam memanfaatkan peluang,” tulis salah satu suporter yang menekankan perlunya evaluasi tanpa nada menyalahkan.

Ada pula kesadaran historis dari salah satu fanbase yang menuliskan, “2x mi Persebaya Surabaya ambil poin di Parepare, lawan Malut United harus lebih baik lagi ya.”

Komentar ini menjadi pengingat perbaikan diperlukan agar tren serupa tidak terulang.

Kumpulan komentar tersebut memperlihatkan pola baru dalam kultur dukungan Macz Man. Mereka tidak lagi terpaku pada hasil semata, tetapi lebih melihat progres permainan PSM yang dinilai terus membaik di bawah komando Trucha.

Tomas Trucha yang masih meracik komposisi terbaik juga mendapat kepercayaan penuh dari para pendukung. Meski hasil belum stabil, gaya bermain PSM dinilai semakin terarah dan lebih agresif dalam membangun serangan.

Situasi ini menjadi modal mental berharga bagi tim yang tengah memburu posisi lebih baik di klasemen Super League 2025/2026.

Dukungan tanpa syarat dari Macz Man membuat atmosfer di Parepare tetap berenergi meski tim belum mencapai performa puncaknya.

PSM masih memiliki jadwal padat dan peluang besar untuk memperbaiki posisi. Laga menghadapi Malut United disebut banyak suporter sebagai kesempatan Juku Eja meraih kemenangan penting untuk kembali menembus papan atas.

Di balik tensi kompetisi yang ketat, dukungan seperti ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan emosional antara PSM dan suporternya.

Ketika sebagian klub lain kesulitan menjaga hubungan harmonis dengan pendukung, PSM justru mendapat suntikan moral yang membawa dampak positif.

Hasil imbang melawan Persebaya Surabaya memang terasa pahit, tetapi respons suporter memberikan gambaran jelas tentang keteguhan mereka.

Komentar-komentar yang penuh dukungan, seperti “Kita coba lagi next match” dan “Ya tetap ewako PSM,” menjadi bukti loyalitas Macz Man tidak mudah goyah.

Kondisi ini menjadi angin segar bagi ruang ganti PSM yang tentu membutuhkan stabilitas dan dorongan emosional.

Mereka tahu permainan yang lebih baik akan mendapat apresiasi, sementara kesalahan dapat diterima selama pemain menunjukkan usaha maksimal.

Ketabahan suporter PSM Makassar inilah yang membuat klub tetap kokoh menghadapi tekanan. Dengan dukungan yang matang, hangat, dan konstruktif, Juku Eja melangkah ke laga berikutnya dengan keyakinan baru.

EDITOR: Hendra