JawaPos.com — Slavko Damjanovic mencuri perhatian seusai laga Bhayangkara Presisi Lampung FC vs Persebaya Surabaya, Jumat (28/11/2025), ketika ia terekam kamera berjalan menuju bench tim lamanya. Gestur sederhana itu langsung memancing spekulasi apakah sang bek tengah masih menyimpan rasa gamon (gagal move on) atau sudah benar-benar move on dari Green Force.
Pertandingan yang berakhir 1-1 di Stadion PKOR Sumpah Pemuda itu sejatinya berlangsung ketat hingga menit terakhir.
Tidak ada gol tambahan tercipta dan Persebaya Surabaya pulang dengan satu poin berharga yang menjaga posisi mereka di peringkat kedelapan dengan koleksi 17 poin.
Namun momen paling emosional justru terjadi setelah peluit panjang dibunyikan ketika Slavko Damjanovic menyapa satu per satu pemain Persebaya Surabaya.
Ia tidak sekadar menyalami, tetapi juga tampak berbincang singkat sebelum kembali menuju ruang ganti Bhayangkara.
Aksi itu langsung viral di kalangan Bonek yang sejak awal musim masih mempertanyakan kepergian sang pemain bertahan yang tampil solid musim lalu.
Banyak yang menilai ikatan emosional Slavko Damjanovic dengan Persebaya Surabaya belum benar-benar terputus meski kini ia membela tim lain.
Akun fanbase @supporter_persebaya1927 bahkan ikut menyoroti momen tersebut dan menyebut Persebaya Surabaya tetap menjadi bagian dari klub yang dicintai sang pemain.
Komentar itu membuat banyak pendukung makin yakin hubungan Slavko Damjanovic dan Persebaya Surabaya bukan hubungan biasa di lapangan.
Kolom komentar pun ramai dengan curahan hati Bonek yang masih penasaran alasan Slavko Damjanovic hengkang. Mereka merasa sulit menerima fakta seorang pemain dengan “hati hijau” bisa pergi begitu saja.
Salah satu Bonek menuliskan kebingungan mengapa pemain yang sudah menyatu dengan tim harus meninggalkan Surabaya.
Bonek lain menilai kualitas Slavko Damjanovic sebenarnya bagus, tetapi mungkin tim kepelatihan musim lalu tidak benar-benar sreg.
Tidak sedikit pula yang berharap manajemen Persebaya Surabaya memulangkan sang pemain pada musim depan. Ada yang menyebut duet Slavko Damjanovic dengan Risto Mitrevski bisa menjadi kombinasi yang menakutkan di lini belakang.
Komentar bernada spontan seperti “Ijol ae Slavko mbalik, Dimov out” menunjukkan harapan publik agar perubahan di lini belakang bisa membawa Persebaya Surabaya lebih stabil.
Ada pula pesan penuh kerinduan yang langsung ditujukan ke akun sang pemain, menandakan besarnya simpati Bonek terhadap Slavko Damjanovic.
Kerinduan itu bukan tanpa alasan karena musim lalu Slavko Damjanovic tampil konsisten sepanjang Super League 2024/2025.
Ia mencatatkan 29 penampilan dengan kontribusi satu assist serta disiplin tinggi meskipun menerima dua kartu kuning dan satu kartu merah sepanjang musim.
Menit bermainnya yang mencapai 2.472 menunjukkan betapa besarnya kepercayaan yang diberikan kepadanya saat berseragam Persebaya Surabaya.
Konsistensi itu pula yang membuat kepergiannya meninggalkan lubang besar di hati suporter.
Kini ketika ia datang menyapa, ingatan tentang musim lalu seolah diputar ulang di benak para pendukung. Ada yang emosional karena merasa pemain kesayangan itu masih menaruh hormat kepada Persebaya Surabaya.
Di sisi lain, ada yang menganggap gestur tersebut sebagai sinyal ia masih nyaman dengan atmosfer Surabaya.
Meski begitu, tidak sedikit pula yang mencoba realistis dan menyebut sepak bola memang sering mempertemukan pemain dengan mantan rumahnya.
Interaksi hangat Slavko Damjanovic dengan pemain Persebaya Surabaya bisa saja sekadar bentuk profesionalitas dan penghormatan kepada rekan lama.
Namun bagi suporter yang menyaksikan dari jauh, momen itu memiliki makna emosional lebih dalam.
Kunjungan kecilnya ke bench membuat para pendukung kembali mengenang perjuangannya saat menjaga lini belakang musim lalu.
Banyak yang merasa hubungan baik tersebut merupakan modal positif jika suatu saat pintu kembali terbuka.
Di tengah performa Persebaya Surabaya yang belum stabil musim ini, nama Slavko Damjanovic tetap muncul dalam diskusi Bonek tentang kebutuhan tim.
Mereka menilai karakter dan kualitasnya masih cocok dengan gaya permainan yang diusung musim ini.
Momen ini juga mempertegas betapa kuatnya ikatan emosional antara pemain dan klub di sepak bola Indonesia. Suporter bukan sekadar mengingat statistik, tetapi juga dedikasi dan koneksi yang terbangun selama satu musim penuh.
Apakah kunjungan Slavko Damjanovic ke bench Persebaya Surabaya menandakan kerinduan atau hanya nostalgia singkat, jawabannya belum tentu akan muncul dalam waktu dekat.
Namun satu hal pasti, momen itu sudah cukup membuat Bonek kembali berharap dan bertanya-tanya apakah sang bek akan mengenakan kostum hijau lagi suatu hari.
Untuk saat ini, Slavko Damjanovic tetap fokus bersama Bhayangkara yang tengah berjuang memperbaiki performa musim ini.
Sementara di sisi lain, para pendukung Persebaya Surabaya menyimpan harapan diam-diam sambil menikmati atmosfer hangat yang muncul dari momen kecil tersebut.
Sepak bola memang selalu menyimpan cerita yang tidak tertulis dalam papan skor.
Kunjungan singkat Sang Mantan ke bench Persebaya Surabaya menjadi salah satu bab kecil yang kembali menghidupkan rasa kangen dan spekulasi yang tidak pernah benar-benar hilang.