← Beranda
Jangan Seperti Rizky Ridho! Bonek Minta 4 Bintang Persebaya Surabaya Jebolan Elite Pro Academy Dipagari
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 26 November 2025 | 22.34 WIB
Rachmat Irianto dapat pujian Bonek di laga Persebaya Surabaya hadapi Arema FC. (Persebaya Surabaya)

JawaPos.com — Empat pemain Persebaya Surabaya jebolan Elite Pro Academy tampil luar biasa dalam dua laga terakhir, namun status kontrak mereka yang habis dalam 1 hingga 2 tahun ke depan membuat Bonek mulai waswas. Situasi ini memunculkan desakan besar agar manajemen segera bertindak sebelum para pemain muda tersebut benar-benar hengkang seperti kasus Rizky Ridho yang bergabung ke Persija Jakarta.

Performa Ernando Ari, Arief Catur Pamungkas, Rachmat Irianto, dan Toni Firmansyah saat menghadapi Arema FC di pekan ke-13 Super League 2025/2026 menyita perhatian banyak pihak.

Keempatnya tampil solid dan disebut pantas mendapatkan masa depan yang lebih terjamin bersama Green Force.

Fanbase @onlinepersebaya menjadi yang paling vokal mengingatkan manajemen agar tak mengulangi kesalahan masa lalu.

“4 pemain hasil kompetisi internal serta pembinaan tim Elite Pro Academy Persebaya tampil apik kala melawan Arema FC beberapa waktu lalu,” tulis akun tersebut.

Pujian itu berlanjut dengan gambaran betapa pentingnya empat pemain muda ini bagi masa depan klub.

“Bahkan bisa dibilang kualitas keempatnya tidak jauh berbeda dengan para pemain asing Persebaya saat ini,” lanjut @onlinepersebaya.

Akun tersebut juga menyinggung risiko hilangnya pemain berbakat jika Persebaya Surabaya kembali terlambat mengambil keputusan.

“Jangan ragu untuk perpanjang kontrak pemain binaan sendiri, kita sudah kehilangan dua berlian kita lho,” tulisnya mengingatkan.

Pernyataan itu langsung memantik respons luas dari Bonek yang memenuhi kolom komentar dengan dorongan, harapan, dan kekhawatiran.

Banyak yang menilai empat pemain EPA ini merupakan pondasi masa depan klub yang harus diamankan sejak sekarang.

Rachmat Irianto atau Rian menjadi nama yang paling banyak mendapat pujian dari suporter.

Salah satu Bonek menulis, “Rian suwangar asli, duetno karo mitrevski cocok,” yang menggambarkan betapa solidnya duet Rian dengan pemain asing tersebut.

Ada pula komentar yang menilai Rian sudah layak menjadi pemimpin di lapangan. “Rian wis wayahe kapten,” tulis salah satu suporter yang melihat wibawa dan kematangannya semakin kuat.

Pujian terus mengalir untuk Rian yang disebut tak hanya matang secara permainan, tetapi juga berkembang secara karakter.

“Luar biasa Rian, mateng pol maine, layak diapresiasi,” ungkap seorang Bonek yang tampak bangga dengan performa sang pemain.

Beberapa suporter bahkan memberi saran teknis agar Rian semakin komplet. “Rian RI 53 tolong Asah tendangan Gledek koyok Alm. Eri Irianto. Ben tambah Josss,” tulis seorang Bonek yang berharap Rian mewarisi ciri khas tembakan keras sang legenda.

Bonek juga mengingatkan pentingnya kontrak jangka panjang agar Persebaya tidak mengulang penyesalan masa lalu. “Kontrak jangka panjang, jangan sampai kita menyesal punya pemain hebat kayak Ridho,“ tulis seorang suporter dalam nada penuh kewaspadaan.

Selain Rian, penampilan Ernando Ari juga membuat publik Bonek optimistis terhadap masa depan lini pertahanan.

Ia tampil tenang dan menunjukkan refleks impresif yang sering kali menjadi pembeda saat Persebaya Surabaya ditekan lawan.

Arief Catur juga mencuri perhatian berkat kedisiplinannya di lini belakang. Ia tampil efektif, taktis, dan seolah selalu berada di posisi yang tepat saat Persebaya Surabaya membutuhkan intervensi penting.

Di lini tengah, Toni Firmansyah menyuguhkan permainan berani dan cerdas yang membuat aliran bola Persebaya Surabaya lebih hidup.

Kemampuannya membaca situasi permainan membuat banyak Bonek percaya ia bisa menjadi gelandang masa depan Green Force.

Empat pemain muda ini tampil menonjol bukan hanya karena momentum, tetapi hasil pembinaan dan jam terbang yang mereka jalani sejak kompetisi internal klub.

Bonek melihat mereka sebagai aset emas yang harus dijaga dengan kontrak jangka panjang.

Desakan suporter semakin menguat mengingat Persebaya Surabaya sedang bersiap menghadapi laga tandang melawan Bhayangkara FC pada pekan ke-14.

Laga yang digelar di Stadion PKOR Sumpah Pemuda pada 28 November 2025 itu diprediksi kembali membutuhkan peran besar para pemain muda ini.

Jika Persebaya Surabaya ingin membangun tim yang stabil dan berdaya saing tinggi, mempertahankan para pemain jebolan EPA menjadi langkah strategis.

Kontrak jangka panjang bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga investasi masa depan klub.

Bonek menilai momentum ini adalah waktu yang tepat bagi manajemen untuk menunjukkan komitmen pada pembinaan internal.

Mereka ingin melihat Ernando, Rian, Catur, dan Toni bertahan dan menjadi pilar utama Green Force dalam beberapa musim ke depan.

Dengan semakin kuatnya desakan dari tribune, suporter berharap manajemen Persebaya Surabaya segera mengambil kebijakan konkret sebelum kesempatan itu hilang.

Mereka tak ingin empat pemain muda berbakat ini pergi dan meninggalkan penyesalan di belakang.

EDITOR: Banu Adikara