← Beranda
Bonek Kaget Harga Pasaran Dime Dimov Tembus Rp 6,8 Miliar! Bek Persebaya Surabaya Sering Bikin Gemes
Moch. Rizky Pratama Putra• Minggu, 23 November 2025 | 17.31 WIB
Dime Dimov dikritik Bonek usai blunder di laga Persebaya Surabaya vs Arema FC. (Persebaya Surabaya)

JawaPos.com — Bonek langsung riuh ketika mengetahui harga pasaran Dime Dimov mencapai Rp 6,8 miliar karena merasa nilai itu tak sebanding dengan performanya musim ini. Bek asal Bulgaria tersebut dinilai sering membuat keputusan yang bikin suporter geleng-geleng kepala.

Sorotan itu makin kuat setelah laga Persebaya Surabaya kontra Arema FC berakhir 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (22/11/2025) sore, yang menyisakan rasa gereget bagi pendukung Green Force.

Dimov kembali menjadi buah bibir karena terlibat dalam momen krusial yang membuat Persebaya Surabaya hampir kehilangan poin.

Pada menit ke-63, Dimov salah mengantisipasi bola hingga membuahkan gol bunuh diri yang membuat Arema unggul lebih dulu.

Situasi itu langsung memicu reaksi keras dari tribune yang melihat kesalahan fatal tersebut terjadi pada momen penting.

Bonek sebenarnya masih percaya Persebaya Surabaya mampu bangkit, apalagi atmosfer laga sedang memanas setelah Arema kehilangan Matheus Blade akibat kartu kuning kedua.

Momentum cepat itu disambut Eduardo Perez dengan memasukkan Rizky Dwi demi menambah daya gedor.

Perubahan strategi itu terbukti tepat karena Bruno Moreira sukses menyamakan kedudukan pada menit ke-73 lewat sontekan akurat ke tiang jauh.

Gol tersebut membuat stadion kembali bergemuruh meski sebagian suporter masih kesal karena gol bunuh diri Dimov.

Persebaya Surabaya terus menekan hingga menit akhir dan sempat membuat kemelut di depan gawang Arema pada menit ke-89.

Sayangnya tak ada pemain yang mampu menyambar bola sehingga kemenangan yang ditunggu tak kunjung datang.

Arema hampir mencuri tiga poin saat Ian Puleillo melepaskan sontekan berbahaya pada menit 90+3. Bola hanya melintas tipis di samping gawang Ernando Ari yang membuat napas Bonek sempat tertahan.

Hasil imbang itu membuat Persebaya Surabaya tertahan di posisi kedelapan klasemen sementara dengan koleksi 16 poin.

Situasi tabel semakin memicu diskusi suporter mengenai kontribusi tiap pemain, terutama Dimov yang tampil penuh sorotan.

Statistik Dimov musim ini membuat Bonek semakin bertanya-tanya soal banderol Rp 6,8 miliar yang dibicarakan publik.

Dari 11 laga dan 970 menit bermain, ia belum mampu mencetak gol meski memiliki catatan xG 1,08 serta hanya melepaskan dua tembakan sepanjang musim.

Kontribusi menyerang Dimov juga sangat minim karena ia belum menyumbang assist maupun keypass.

Catatan akurasi umpan 93 persen memang impresif tetapi dianggap belum cukup untuk mengimbangi kesalahan-kesalahan yang kerap terjadi pada momen krusial.

Pada aspek bertahan, Dimov mencatat empat tekel dengan satu yang sukses, 25 intersep, 49 sapuan, 9 blok tembakan, dan 25 pemulihan bola.

Namun satu gol bunuh diri yang tercipta dalam laga panas melawan Arema kembali menegaskan inkonsistensi yang membuat Bonek resah.

Di media sosial, komentar Bonek semakin ramai dan sebagian di antaranya bernada frustrasi.

Ada yang menuliskan keluhan dalam bahasa Jawa seperti “Wes diwarahi kongkon nang omah malah sek maen ae, kancingono ae mariki lawang e” yang menggambarkan rasa jengkel mereka.

Komentar lain menyiratkan penyesalan terhadap pilihan perekrutan musim ini. “Pemain ngene, biyen pilihane siapa ya Allah,” tulis salah satu suporter sambil menyindir proses scouting klub.

Tak sedikit pula yang langsung mengkritik kesalahan Dimov secara gamblang. “How could you blunder bro?” tulis seorang pendukung yang merasa gol bunuh diri itu terlalu mudah terjadi.

Ada juga Bonek yang melempar komentar jenaka sambil kesal. “Pie to bolo wkwkwk,” tulisnya seperti tak percaya melihat kejadian di lapangan.

Respons emosional lainnya muncul dalam bentuk pertanyaan retoris yang mencerminkan kekecewaan.

“Main iso gawe ati po ra kowe??” tulis seorang suporter yang merasa performa Dimov belum memberi rasa aman di lini belakang.

Situasi ini menjadi semakin menarik karena manajemen Persebaya Surabaya sedang memasuki fase evaluasi setelah pemecatan pelatih Eduardo Perez.

Pelatih baru akan datang dengan tugas berat termasuk menilai ulang peran Dimov di lini belakang.

Nilai pasar yang tinggi memang wajar untuk pemain dengan reputasi internasional, tetapi konsistensi performa di lapangan menjadi tolok ukur utama di mata suporter.

Apalagi Persebaya Surabaya masih berjuang memperbaiki posisi di klasemen sehingga setiap detail permainan sangat menentukan.

Bonek berharap pelatih baru mampu mengembalikan stabilitas pertahanan Green Force agar kesalahan serupa tidak terulang. Mereka ingin melihat Dimov membuktikan harga dirinya sebanding dengan kontribusi nyata di lapangan.

Di tengah kritik yang semakin keras, Dimov kini berada pada persimpangan penting dalam perjalanan kariernya bersama Persebaya Surabaya.

Performa di laga-laga berikutnya akan sangat menentukan apakah ia kembali dipercaya atau justru menjadi bahan evaluasi paling serius di skuad musim ini.

EDITOR: Hendra