← Beranda
Rifad Marasabessy Tegaskan Arema FC Siap Tempur! Lawan Persebaya Surabaya Jadi Ujian Mental
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 22 November 2025 | 16.15 WIB
Rifad Marasabessy siap bawa Arema FC curi poin dari kandang Persebaya Surabaya. (Arema FC)
 

JawaPos.com — Rifad Marasabessy menegaskan skuad Arema FC siap berjuang habis-habisan saat menantang Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Bek kanan Singo Edan ini menyampaikan keyakinannya tim sudah mempersiapkan diri dengan baik menghadapi tekanan besar di laga tandang tersebut.

Ia memahami duel pekan ke-13 Super League 2025/2026 ini selalu menghadirkan atmosfer berbeda yang tidak ditemukan di pertandingan lain.

GBT dikenal sebagai stadion dengan tekanan suporter yang kuat, namun Rifad menilai hal itu justru menjadi pemacu semangat bagi para pemain Arema.

Rifad menegaskan seluruh pemain ingin menampilkan reaksi positif setelah perjalanan tim yang belum konsisten.

Ia menyebut semua elemen dalam skuad kompak untuk bangkit dan kembali mengangkat kepercayaan diri dengan meraih poin di Surabaya.

Dalam keterangannya, Rifad menyampaikan pesan tegas yang menggambarkan kesiapan mental skuad Arema.

“Yang terpenting kami memberi yang terbaik untuk tim. Saya siap bertanding di sini,” ujarnya yang menunjukkan kepercayaan diri jelang duel panas di GBT.

Arema datang dengan misi penting karena posisi mereka di papan tengah masih rawan tergerus jika kembali kehilangan poin.

Situasi ini membuat pertandingan melawan Persebaya Surabaya tak sekadar soal rivalitas, tapi juga terkait stabilitas posisi di klasemen.

Saat ini Persebaya Surabaya dan Arema sama-sama mengemas 15 poin sehingga kemenangan akan berubah menjadi dorongan signifikan untuk merangkak ke posisi lebih baik.

Selisih satu peringkat menjadikan laga ini seperti pertarungan langsung memperebutkan ruang di papan tengah.

Persebaya Surabaya mencatat 4 kemenangan, 3 hasil seri, dan 3 kekalahan dari 10 laga sepanjang musim ini. Produktivitas mereka mencapai 12 gol dengan 10 kali kebobolan sehingga membawa selisih gol +2.

Sementara itu Arema FC berada tepat satu tingkat di bawah rivalnya tersebut setelah memainkan 11 pertandingan. Singo Edan mencatat 4 kemenangan, 3 seri, dan 4 kekalahan dengan 17 gol memasukkan serta 16 kemasukan.

Produktivitas gol Arema lebih baik, namun konsistensi menjadi pekerjaan rumah karena jumlah kebobolan yang hampir sama dengan total gol yang dicetak.

Kondisi ini membuat duel kontra Persebaya Surabaya menjadi ujian untuk lini belakang Arema agar tampil lebih rapat.

Persebaya Surabaya berada pada situasi yang cukup menguntungkan karena masih memiliki satu laga lebih sedikit dibanding beberapa rivalnya.

Jika mengamankan kemenangan, mereka berpeluang besar melonjak ke papan atas dan menambah tekanan mental bagi tim tamu.

Di kubu Arema, tekanan datang dari tuntutan untuk memperbaiki tren agar tak semakin tertinggal dari kontestan lain. Kekalahan akan membuat posisi mereka kian sulit, sehingga poin di Surabaya menjadi harga mati bagi skuad Singo Edan.

Atmosfer panas di GBT kerap menjadi faktor eksternal yang menguji karakter pemain Arema. Suporter tuan rumah biasanya memberikan tekanan masif, namun menurut Rifad situasi itu tidak boleh membuat tim kehilangan fokus.

Rifad sendiri baru tampil tiga kali musim ini dengan total menit bermain 129 menit.

Meski menitnya belum banyak, ia tetap menjadi bagian penting karena fleksibilitasnya bermain sebagai right-back maupun centre-back ketika tim membutuhkan.

Pemain kelahiran Tulehu tersebut membawa energi segar di sektor belakang berkat kecepatan dan agresivitasnya.

Kemampuannya menjaga ruang serta membantu serangan menjadi modal penting di pertandingan berintensitas tinggi seperti ini.

Rifad bergabung dengan Arema FC sejak Juli 2023 dan memperpanjang kontraknya pada 26 Juni 2024.

Pengalamannya di Arema membuatnya semakin memahami tensi tinggi duel melawan Persebaya Surabaya serta pentingnya tampil disiplin sejak menit awal.

Harga pasarnya yang mencapai Rp 1,93 miliar menggambarkan ia masuk kategori pemain bernilai di kompetisi nasional.

Nilai itu juga menjadi indikator kontribusi yang diharapkan tim terhadap performanya di lapangan.

Untuk laga ini, Rifad menekankan pentingnya menjaga ketenangan dan tidak terpancing suasana panas yang mungkin muncul di lapangan.

Ia menilai kekompakan tim lebih menentukan dibanding sekadar tampil agresif namun tidak terkontrol.

Pertandingan di GBT menjadi titik penting bagi Arema untuk mengembalikan identitas permainan mereka.

Mentalitas tempur Singo Edan akan teruji dan ditentukan oleh bagaimana mereka merespons tekanan lawan maupun atmosfer stadion.

Jika Arema mampu mencuri poin atau bahkan membawa pulang kemenangan, kepercayaan diri tim diyakini meningkat signifikan.

Hasil positif akan menjadi modal penting untuk memperbaiki peringkat dan bersaing lebih konsisten di papan tengah.

Semua persiapan kini tinggal menunggu momen eksekusi di atas lapangan, dan para pemain Arema sudah menegaskan tekad mereka.

Duel sengit ini akan menjadi panggung untuk membuktikan ketahanan mental tim, termasuk komitmen Rifad yang siap mengawal lini belakang dengan determinasi tinggi.

EDITOR: Edi Yulianto