← Beranda
Pesan Legenda Mat Halil Jelang Derbi Jawa Timur: Persebaya Surabaya Haram Kalah Lawan Arema FC!
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 21 November 2025 | 04.08 WIB
Mat Halil masih ingin bermain meski usianya sudah menginjak 38 tahun.

JawaPos.com — Pesan lantang dari legenda Persebaya Surabaya, Mat Halil, memanaskan atmosfer jelang Derbi Jawa Timur yang selalu penuh tensi. Ia menegaskan kepada para pemain kalau kekalahan atas Arema FC bukan pilihan dengan ucapannya, “Istilahnya nggak ada hukum, nggak ada kita kalah, haram hukumnya kita kalah.”

Ucapan itu terasa seperti alarm sejarah yang mengingatkan pemain Persebaya Surabaya tentang kewajiban menjaga martabat klub.

Derbi melawan Arema selalu lebih dari sekadar pertandingan karena membawa identitas dan ego kota yang tidak ingin ditaklukkan.

Gelora Bung Tomo dipastikan menjadi lautan hijau ketika tiket sudah ludes dan Bonek menyiapkan tekanan maksimal bagi tim tamu.

Aura panas menyergap sejak jauh hari karena pertemuan ini selalu menggugah emosi semua pihak yang terlibat.

Pelatih Persebaya Surabaya, Eduardo Perez Moran, memahami betapa tebalnya rivalitas kedua klub dan tidak heran jika pesan Mat Halil menggema kuat di ruang ganti.

Ia bahkan menyamakan tensi derbi ini dengan El Clasico di Eropa karena atmosfernya selalu berada di level ekstrem.

Eduardo menegaskan persiapan berjalan normal untuk menjaga ketenangan pemain, tetapi mereka tetap dituntut memahami nilai emosional laga yang begitu besar bagi suporter.

Para pemain diminta tampil tanpa beban namun sadar penuh kemenangan derbi adalah harga diri yang tak bisa ditawar.

Dominasi Persebaya Surabaya sejak 2022 menjadi modal mental tambahan karena lima kemenangan dan satu hasil imbang memperlihatkan superioritas mereka atas Arema.

Rekam jejak itu membuat tekanan publik justru berubah menjadi energi untuk memperpanjang tren positif.

Persebaya Surabaya juga punya keunggulan kondisi skuad yang lengkap sehingga tidak ada gangguan berarti dalam perencanaan taktik.

Eduardo bisa menurunkan kekuatan penuh dan menjaga intensitas permainan yang ia inginkan sejak menit awal.

Meski sedang menjadi sorotan, striker Arema Dalberto tidak menjadi fokus tunggal dalam skema bertahan Persebaya Surabaya.

Eduardo tidak ingin timnya terjebak pada satu pemain karena Arema tetap memiliki potensi bahaya dari berbagai situasi permainan.

Sementara itu, kondisi Arema jauh dari ideal karena badai absensi menghantam lini tengah dan lini belakang mereka.

Arkhan Fikri harus absen untuk membela Timnas Indonesia U-22, sedangkan Bayu Setiawan dan Julian Guevara tidak dapat bermain akibat sanksi kartu merah.

Marcos Santos semakin dipusingkan ketika Achmad Maulana mengalami cedera ACL sehingga sektor bek sayap kekurangan stok pemain.

Ia hanya menyisakan dua bek sayap murni dan harus memutar otak mencari keseimbangan dalam komposisi tim.

Dengan tekanan publik GBT yang akan sangat besar, Santos meminta para pemainnya menjaga emosi agar tidak mengulang kesalahan kartu merah yang merugikan tim.

Ia tidak ingin daftar pemain absen bertambah karena tindakan tidak perlu di tengah tensi derbi. Motivasi Arema tetap tinggi karena mereka punya kesempatan mematahkan kutukan tidak pernah menang atas Persebaya Surabaya dalam beberapa musim terakhir.

Mereka juga berpeluang menyalip Persebaya Surabaya di klasemen karena kedua tim sama-sama mengoleksi 15 poin.

Namun kebangkitan Arema tidak akan dibiarkan begitu saja oleh Persebaya Surabaya yang selalu bermain agresif ketika tampil di kandang sendiri.

Tekanan mental dari ribuan suporter bisa menjadi faktor yang membuat intensitas pertandingan langsung memanas sejak peluit pertama.

Dalam konteks seperti ini, pesan Mat Halil terasa seperti suntikan energi yang memaksa pemain Persebaya Surabaya tampil dengan mental juara.

Ia ingin para pemain memahami derbi tidak memberikan ruang untuk bermain setengah hati.

Pertandingan Persebaya Surabaya vs Arema memang selalu memiliki narasi emosional yang tak tergantikan, dan pernyataan Mat Halil menambah bumbu emosi itu.

Momen seperti ini sering kali menjadi pembeda karena satu tim tampil dengan motivasi lebih besar dari biasanya.

Derbi kali ini bukan sekadar perebutan posisi di klasemen, melainkan benturan dua identitas besar yang saling menolak kalah.

Persebaya Surabaya datang dengan tradisi kemenangan, sedangkan Arema membawa ambisi memutus dominasi yang sudah berlangsung lama.

Ketika laga dimulai, teriakan Bonek dan pesan sakral Mat Halil hampir pasti menggema di ingatan setiap pemain Persebaya Surabaya.

Mereka tahu kalau pertandingan ini tidak hanya harus dimenangkan, tetapi menjadi amanat sejarah yang wajib dijalankan tanpa kompromi.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra