← Beranda
Aremania Keringat Dingin Jelang Derbi Jatim! Pemain Termahal Arema FC Absen Lawan Persebaya Surabaya
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 20 November 2025 | 15.01 WIB
Playmaker Arema FC Arkhan Fikri absen lawan Persebaya Surabaya. (Arema FC)
 

JawaPos.com — Aremania mulai keringat dingin jelang Derbi Jawa Timur setelah kabar pahit menghampiri persiapan Arema FC. Pemain termahal mereka, Arkhan Fikri, dipastikan absen ketika Singo Edan melawat ke kandang Persebaya Surabaya pada Sabtu (22/11/2025) sore.

Absennya Arkhan terjadi di saat yang sangat tidak ideal karena Arema kehilangan tiga pilar di sektor tengah. Gelandang berusia 20 tahun itu sedang memperkuat Timnas Indonesia U-22 sehingga tidak dapat diturunkan di GBT.

Situasi makin pelik setelah dua gelandang lain, Bayu Setiawan dan Julian Guevara, juga harus menepi karena sanksi kartu merah.

Pelatih Marcos Santos mengungkapkan kondisi timnya dengan mengatakan, “Jadi masing-masing kena larangan bermain 3 pertandingan. Kemudian Arkhan masih memperkuat timnas, jadi kemungkinan juga tidak bisa dimainkan.”

Kutipan tersebut menggambarkan bagaimana lini tengah Arema benar-benar terkuras menjelang duel penuh gengsi itu.

Santos menyebut timnya harus menyiapkan opsi darurat agar tetap kompetitif di tengah absensi massal tersebut.

Tidak hanya lini tengah yang bermasalah, sektor bek sayap Arema juga sedang krisis pemain. Cedera ACL yang dialami Achmad Maulana membuat tinggal dua bek murni tersisa yaitu Rifad Marasabessy dan Johan Ahmad Farisi.

Santos menegaskan Arema akan tampil dengan pemain yang benar-benar siap bertarung di Surabaya.

Ia menegaskan tekad tim lewat pernyataannya, “Kita akan memainkan pemain yang siap untuk laga menghadapi Persebaya. Kami optimis bisa mencuri poin di sana, tapi sekarang kami persiapkan dulu strategi yang matang.”

Bermain di hadapan ribuan Bonek tentu menjadi ujian mental tersendiri bagi Singo Edan. Intensitas Derbi Jatim sering berujung keras sehingga risiko kartu merah sangat tinggi bagi kedua tim.

Pelatih asal Brasil itu juga menyinggung pentingnya menjaga emosi dalam duel penuh tekanan tersebut.

Ia menegaskan kepada pemainnya, “Saya sudah bicara dengan para pemain agar tidak melakukan pelanggaran yang menyebabkan kartu merah. Karena jika mereka mendapat itu, tentu akan merugikan tim.”

Imbauan itu disampaikan karena Arema dan Persebaya Surabaya tercatat sebagai dua tim dengan koleksi kartu merah terbanyak musim ini.

Sebuah kesalahan kecil bisa langsung mengubah jalannya pertandingan yang tensinya selalu tinggi dari menit pertama.

Meski datang dengan kondisi timpang, performa Arema dalam lima laga terakhir sebenarnya cukup menjanjikan. Mereka mampu mencetak tujuh gol dan meraih tujuh poin meski pertahanan masih rapuh dengan sembilan kebobolan.

Produktivitas tersebut menjadi modal penting, namun sejarah pertemuan justru membuat Arema harus lebih waspada. Persebaya Surabaya dominan sejak 2022 dengan lima kemenangan dan satu hasil imbang dalam enam bentrokan terakhir.

Kedua tim saat ini sama-sama mengoleksi 15 poin sehingga laga di Surabaya akan menjadi penentu posisi di papan tengah.

Kemenangan bakal mendorong Arema menyalip Persebaya Surabaya sekaligus membuka peluang mematahkan kutukan panjang tanpa kemenangan.

Di antara semua absensi, hilangnya Arkhan Fikri menjadi yang paling disorot. Sang gelandang bukan hanya pemain andalan tetapi juga pemilik nilai pasar tertinggi di skuad Arema, yakni 4,78 miliar rupiah.

Arkhan yang lahir pada 28 Desember 2004 dikenal sebagai gelandang kreatif dengan kaki dominan kanan dan kemampuan mengatur tempo permainan.

Sejak bergabung pada 1 Juni 2022, ia menjelma menjadi motor lini tengah yang perannya sulit digantikan.

Ketiadaannya membuat kreativitas Arema berkurang drastis karena ia biasa menjadi penghubung antara lini belakang dan lini depan. Beban pengatur permainan kini harus dipikul pemain lain yang menit bermainnya lebih minim.

Arema dipaksa memutar otak untuk mengisi celah besar yang ditinggalkan tiga gelandang sekaligus.

Lini tengah menjadi titik paling rawan karena Persebaya Surabaya dikenal agresif sejak awal pertandingan, terutama saat tampil di kandang sendiri.

Santos kemungkinan akan menerapkan pendekatan lebih terukur agar tim tidak mudah kehilangan kontrol. Ia ingin para pemain tetap disiplin, cerdas membaca situasi, dan tidak terpancing tekanan atmosfer derbi.

Aremania tentu berharap keajaiban datang meski kondisi tim sedang pincang. Situasi ini membuat mereka harus memilih antara optimisme dan kecemasan melihat lawan sedang berada dalam tren dominan.

Derbi Jatim selalu menghadirkan drama, dan laga kali ini berpotensi kembali menyajikan duel penuh emosi. Arema FC datang dengan skuad terbatas, tetapi motivasi untuk mematahkan kutukan bisa menjadi energi tambahan.

Pertandingan di GBT nanti akan menjadi ajang pembuktian apakah Arema mampu melawan tekanan besar di tengah kondisi kurang ideal.

Aremania kini menunggu apakah Singo Edan bisa mengejutkan lawan dalam salah satu laga paling panas musim ini.

EDITOR: Edi Yulianto