← Beranda
Merinding! Risma Bakar Semangat Pemain Persebaya Surabaya, Jadi Contoh Jelang Hadapi Arema FC
Moch. Rizky Pratama PutraSelasa, 18 November 2025 | 19.07 WIB
Momen ketika Tri Rismaharini bakar semangat juang Persebaya Surabaya. (Persebaya Surabaya)
 

JawaPos.com — Merinding mendengar kembali momen ketika Tri Rismaharini membakar semangat pemain Persebaya Surabaya, yang kini kembali mencuat sebagai inspirasi jelang duel panas melawan Arema FC. Aura tegas dan penuh determinasi dari mantan Wali Kota Surabaya saat itu terasa relevan dengan kondisi Green Force sekarang.

Pada 2019, Risma tiba-tiba mendatangi Stadion Gelora Bung Tomo sebelum Persebaya Surabaya menghadapi Persija Jakarta. Kedatangannya membuat suasana ruang ganti mendadak berubah menjadi lebih hidup dan penuh energi.

Ia datang bersama jajaran Kepala Dinas Pemkot Surabaya, Presiden Persebaya Surabaya Azrul Ananda, dan Wakapolrestabes Surabaya AKBP Leonardus Simarmata.

Para pemain yang sedang bersiap langsung terkejut melihat sosok Wali Kota memasuki ruangan.

Tanpa basa-basi, Risma berdiri di tengah ruangan dan mulai menyampaikan motivasi yang begitu emosional.

“Jangan ragu. Jangan ragu. Saat kalian di lapangan, itu adalah lapangan kalian semuanya,” tegasnya membuka pidato spontan kala itu.

Ia menyebut pertandingan sebagai sebuah pertempuran. “Itu adalah medan pertempuran kalian semuanya. Yang harus kalian menangkan semuanya. Kalian bisa,” ucapnya lantang sambil menunjuk para pemain satu per satu.

Risma memastikan seluruh modal untuk menang sudah dimiliki Persebaya Surabaya.

“Aku yakin. Karena kalian sudah punya semuanya. Kalian latihan cukup. Kalian punya tim yang solid. Kalian punya suporter yang luar biasa,” katanya menekankan pentingnya rasa percaya diri.

Ia juga mengingatkan suporter berharap melihat kebanggaan dari tim. “Saatnya kita sekarang ini, buat mereka semua yang menonton, bangga kepada kalian semuanya,” ujarnya dengan suara bergetar menahan emosi.

Risma kemudian meminta para pemain menghilangkan rasa takut.

“Tidak ada takut. Tidak ada takut. Lihat itu semua. Tidak ada takut dan tidak ada pikiran negatif,” lanjutnya dengan intonasi yang membuat atmosfer menjadi sangat intens.

Ia menuntut para pemain mengejar bola hingga tuntas. “Kejar itu bolak sampai kalian bisa membobol. Kalah melawan dengan luar biasa,” katanya sambil mengepalkan tangan sebagai simbol dorongan mental.

Menurut Risma, kemenangan berawal dari kemauan.

“Kalau kalian mau, semua itu mungkin. Jangan menyerah. Sesulit apapun, seberat apapun, kalian tidak boleh menyerah,” pesannya yang membuat seluruh pemain hanya bisa mengangguk mantap.

Sebelum meninggalkan ruang ganti, ia menyampaikan kalimat pamungkas yang paling membekas. “Lihat saya. Kalian tidak boleh menyerah,” ujarnya tegas sembari menatap seluruh skuad Green Force.

Momen yang begitu emosional itu kini kembali teringat jelang Persebaya Surabaya menjamu Arema FC di GBT, Sabtu (22/11/2025).

Pertandingan ini bukan sekadar derbi biasa karena tensinya selalu tinggi dan membawa rivalitas panjang dua tim besar Jawa Timur.

Dari media sosial, riak psywar sudah terasa dari komentar panas Bonek dan Aremania. Persaingan mereka menambah atmosfer laga semakin sengit meski tetap menjunjung sportifitas.

Pertarungan nanti bukan hanya tentang tiga poin. Ini soal harga diri, kebanggaan kota, dan sejarah panjang dua kubu yang tak ingin saling mengalah.

Di tengah suasana tegang itu, tekanan juga menumpuk pada pelatih Persebaya Surabaya, Eduardo Perez. Lima laga terakhir hanya menghasilkan satu kemenangan sehingga posisinya semakin terjepit.

Desakan agar Perez mundur terus terdengar dari suporter. Kritik deras mengalir melalui lini masa, mencerminkan kekecewaan publik terhadap performa Persebaya Surabaya.

Perez memilih meresponsnya dengan ketenangan. “Dalam pekerjaan saya, setiap hari saya memberikan yang terbaik untuk klub ini,” katanya dalam pernyataan yang mencerminkan keteguhan sikap.

Ia mengaku tak gentar dengan kritik keras dari suporter. “Dan jika Anda tidak siap (secara mental) mendengarkan hal-hal seperti ini, lebih baik Anda tidak bekerja di dunia sepak bola. Tapi saya lebih kuat dari sebelumnya,” ujarnya tegas.

Perez juga menegaskan kritikan itu menjadi bahan bakar untuk memperbaiki tim. “Saya percaya pada semua pemain di klub. Kami bekerja sangat keras setiap hari,” tambahnya sambil memastikan fokusnya tak terganggu.

Ia tetap menghargai suara Bonek. “Saya menghormati semua pendapat, tapi saya harus fokus pada pekerjaan saya,” tuturnya.

Duel melawan Arema bisa menjadi titik balik bagi Persebaya Surabaya. Jika menang, tekanan mereda, tetapi bila kalah situasinya bisa berubah menjadi jauh lebih berat.

Di saat yang krusial ini, semangat ala Risma terasa semakin relevan untuk Green Force. Keberanian, keyakinan, dan pantang menyerah menjadi kunci menghadapi tekanan besar di derbi nanti.

Persebaya Surabaya tinggal menentukan apakah mereka siap memerangi keraguan. Seperti pesan Risma, tidak ada takut dan tidak ada menyerah di medan pertempuran GBT.

EDITOR: Edi Yulianto