← Beranda
Antusiasme Bonek Terkait War Tiket Persebaya Surabaya vs Arema FC! Kuota 30 Ribu Penonton Diprediksi Ludes
Moch. Rizky Pratama PutraSelasa, 11 November 2025 | 22.14 WIB
Bonek tunggu launching tiket laga Persebaya Surabaya vs Arema FC. (Persebaya Surabaya)
 

JawaPos.com — Antusiasme Bonek pecah jelang laga panas Persebaya Surabaya kontra Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (22/11/2025). Begitu kabar kuota 30 ribu penonton diumumkan, tagar “war tiket” langsung menggema di lini masa pendukung Green Force.

Pertandingan bertajuk Derbi Jawa Timur ini jadi magnet tersendiri di pekan ke-13 Super League 2025/2026.

Selain gengsi tinggi, laga ini juga jadi momentum penting bagi Persebaya Surabaya untuk menutup paruh musim dengan hasil maksimal di kandang sendiri.

Fanbase Persebaya, @persebayafans.27, jadi salah satu yang pertama membagikan pengumuman kuota tersebut di media sosial.

“Kurang lebih 30.000 penonton yang diizinkan di Laga Persebaya lawan Arema. Siap-siap untuk war tiketnya, Rek?!” tulis mereka penuh semangat.

Postingan itu langsung diserbu ribuan komentar Bonek dari berbagai daerah. Banyak yang menanyakan info harga tiket dan jadwal pembukaan penjualan, seolah tak sabar berebut kursi di tribun kebanggaan mereka.

“Jaga rumah kita bersama WANI,” tulis seorang Bonek dengan emoji hati hijau. Komentar itu disukai ratusan pengguna, menandakan kuatnya solidaritas suporter Persebaya Surabaya yang ingin memastikan GBT jadi lautan hijau.

Derbi Jatim memang selalu menghadirkan tensi tinggi di dalam maupun luar lapangan. Tak heran pihak kepolisian menyiapkan pengamanan ketat demi memastikan laga berjalan aman dan kondusif.

Polrestabes Surabaya mengacu pada sejumlah dasar hukum dalam pelaksanaan pengamanan.

Di antaranya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia serta Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian.

Selain itu, pengamanan juga mengacu pada Perkap Nomor 16 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengendalian Massa dan Perkap Nomor 1 Tahun 2010 tentang Penanggulangan Anarki.

Regulasi ini jadi panduan agar pengendalian massa suporter tetap humanis namun tegas jika terjadi pelanggaran.

Penyelenggaraan kompetisi pun berpegang pada Perpol Nomor 10 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Kompetisi Olahraga.

Pihak panitia pelaksana Persebaya Surabaya juga sudah mengajukan izin resmi melalui surat bernomor 003.017/PAN.PSBYX1.2025 tertanggal November 2025.

Dalam surat tersebut, panitia menyampaikan estimasi penonton mencapai lebih dari 30 ribu orang dari total kapasitas Stadion GBT yang sekitar 40 ribu.

Jumlah itu sudah termasuk pembatasan yang ditetapkan pihak keamanan demi menjaga kenyamanan selama pertandingan berlangsung.

Meski belum ada pengumuman resmi soal harga tiket dan jadwal penjualan, atmosfer panas sudah terasa di kalangan Bonek. Banyak yang siap begadang demi mendapatkan tiket lebih awal saat sistem penjualan dibuka.

“War kapan, Min?” dan “Info tiket open kapan?” jadi dua pertanyaan paling sering muncul di kolom komentar akun fanbase Persebaya Surabaya.

Antusiasme besar ini menandakan tingginya gairah publik Surabaya menyambut laga klasik melawan Arema FC.

Persebaya Surabaya dan Arema memang memiliki rivalitas panjang yang sudah berakar puluhan tahun. Namun bagi Bonek, pertandingan di GBT nanti bukan sekadar adu gengsi, melainkan simbol pertahanan harga diri kota pahlawan.

Setiap pertemuan kedua tim selalu diwarnai atmosfer emosional dan dukungan tanpa henti dari suporter tuan rumah. Deru yel-yel, tabuhan drum, dan nyanyian khas dukungan dipastikan kembali menggema di tribun.

Pihak keamanan sendiri sudah mempersiapkan ribuan personel gabungan untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Mulai dari pintu masuk stadion, area parkir, hingga akses keluar penonton akan dijaga ketat agar tidak terjadi kerumunan berlebihan.

Meski Arema FC tak akan didampingi suporter mereka, laga ini tetap dipastikan berlangsung dengan tensi tinggi. Kedua tim sama-sama membutuhkan kemenangan demi memperbaiki posisi di klasemen menjelang jeda kompetisi.

Super League musim 2025/2026 memang memasuki fase penting di pekan ke-13. Semua tim berusaha mengumpulkan poin maksimal sebelum memasuki paruh kedua musim yang biasanya lebih sengit dan menentukan.

Bagi Persebaya Surabaya, tiga poin di kandang akan jadi suntikan moral besar sebelum kompetisi berhenti sementara. Dukungan penuh dari 30 ribu Bonek di GBT diharapkan mampu membakar semangat pemain Green Force di lapangan.

Atmosfer laga klasik ini pun diyakini jadi salah satu yang paling panas di kalender sepak bola Indonesia tahun ini.

Kombinasi rivalitas abadi, dukungan suporter militan, dan gengsi regional menjadikan pertandingan ini lebih dari sekadar adu taktik.

Semangat Bonek yang siap memenuhi tribun GBT jadi bukti loyalitas tanpa batas pada tim kebanggaan mereka. War tiket pun diprediksi berlangsung sengit, dan tak butuh waktu lama hingga kuota 30 ribu penonton ludes terjual.

Sabtu nanti, Surabaya akan kembali bergemuruh dengan chant khas “Ewako Bonek” yang menggetarkan langit Gelora Bung Tomo.

Semua mata tertuju pada laga penuh gengsi ini, di mana semangat hijau Persebaya Surabaya dan lautan Bonek siap menulis cerita baru dalam sejarah Derbi Jawa Timur.

EDITOR: Edi Yulianto