JawaPos.com—Persebaya Surabaya menghadapi ujian berat jelang laga panas melawan Arema FC pada pekan ke-13 Super League 2025/2026. Dua bintang andalan Green Force, Ernando Ari dan Rachmat Irianto, diragukan tampil akibat kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih.
Laga bertajuk Derbi Jatim itu akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (22/11). Partai ini bukan hanya soal gengsi dua tim besar Jawa Timur, tapi juga momen krusial untuk memperbaiki posisi Persebaya Surabaya sebelum jeda kompetisi paruh musim.
Pelatih Eduardo Perez kini harus memutar otak lebih keras untuk menyiapkan strategi tanpa dua pemain pilarnya. Ernando dan Rian menjadi bagian penting dalam sistem permainan Persebaya Surabaya musim ini, baik dalam transisi bertahan maupun membangun serangan dari lini belakang.
Kabar absennya Ernando Ari tentu menjadi pukulan telak bagi Green Force. Kiper muda berusia 23 tahun itu sebelumnya tak diturunkan dalam laga melawan Persik Kediri karena mengalami gangguan kebugaran.
Ernando adalah sosok kiper yang selalu menjadi pilihan utama di bawah mistar sejak awal musim. Catatan sembilan penampilan dengan tiga clean sheets membuktikan ketenangan dan refleks cepatnya sangat krusial bagi pertahanan Persebaya Surabaya.
Selama 810 menit bermain musim ini, Ernando hanya kebobolan sembilan gol, angka yang tergolong stabil di tengah lini belakang yang sering mengalami rotasi. Dia juga dikenal memiliki distribusi bola akurat yang menjadi awal dari serangan balik cepat ala Eduardo Perez.
Sementara itu, kondisi Rachmat Irianto juga masih diragukan setelah cedera saat melawan Persik Kediri. Pemain serba bisa itu harus ditarik keluar pada menit ke-53 dan belum kembali berlatih penuh bersama tim.
Rian, sapaan akrabnya, merupakan motor penggerak lini tengah Persebaya Surabaya. Dia tidak hanya berfungsi sebagai gelandang bertahan yang tangguh, tapi juga mampu turun menjadi bek tengah atau kanan saat tim membutuhkan keseimbangan.
Sejak bergabung kembali ke Persebaya Surabaya pada 1 Juli 2025, kontribusinya langsung terasa. Dalam tujuh penampilan, dia mencatatkan satu kartu kuning dan tampil selama 474 menit dengan peran vital menjaga tempo permainan di lini tengah.
Eduardo Perez sadar absennya dua pemain inti ini bisa mengubah dinamika tim secara signifikan. Posisi kiper dan gelandang bertahan adalah dua titik penting yang menentukan stabilitas permainan Persebaya Surabaya.
Pelatih asal Spanyol itu dikenal fleksibel dalam mengutak-atik formasi, namun situasi kali ini menuntut kecermatan ekstra. Dia harus memilih antara memainkan pelapis yang minim jam terbang atau mengubah gaya bermain tim agar tetap kompetitif.
Derbi Jatim sendiri selalu menghadirkan tekanan emosional tinggi bagi kedua tim. Persebaya Surabaya tak ingin kehilangan momentum di kandang sendiri, sementara Arema FC dipastikan datang dengan motivasi tinggi untuk mencuri poin.
Kondisi Ernando dan Rian kini menjadi topik utama di kalangan Bonek. Banyak yang berharap keduanya bisa pulih tepat waktu agar Green Force tampil dengan kekuatan penuh di hadapan pendukung setia mereka.
Menurut informasi internal tim, belum ada pernyataan resmi mengenai kesiapan dua pemain tersebut. Meski begitu, tim medis terus memantau perkembangan keduanya setiap hari jelang laga melawan Arema FC.
Ernando sendiri memiliki tekad besar untuk segera kembali ke lapangan. Kiper asal Semarang itu disebut tetap menjalani latihan ringan dan terapi agar bisa fit sebelum pertandingan.
Begitu pula dengan Rachmat Irianto yang dikenal memiliki semangat juang tinggi. Dia tetap mendampingi rekan-rekannya dalam sesi latihan, memberikan dukungan sekaligus menjaga atmosfer positif di ruang ganti.
Jika keduanya absen, peluang besar terbuka bagi pemain pelapis untuk menunjukkan kualitasnya. Eduardo Perez mungkin akan memberikan kesempatan kepada kiper muda lainnya atau menurunkan gelandang bertahan alternatif demi menjaga keseimbangan tim.
Tantangan ini bisa menjadi momentum bagi pelatih untuk melihat kedalaman skuad yang sebenarnya. Rotasi pemain menjadi hal yang tak terhindarkan, apalagi jadwal kompetisi semakin padat menjelang paruh musim.
Meski situasi tidak ideal, Persebaya Surabaya tetap menatap laga Derbi Jatim dengan optimisme. Dukungan Bonek yang selalu memenuhi tribun Gelora Bung Tomo diharapkan mampu memberi energi tambahan bagi para pemain.
Derbi melawan Arema FC bukan sekadar pertandingan biasa bagi Green Force. Ini adalah soal kebanggaan, loyalitas, dan harga diri tim yang selalu menjadi kebanggaan kota Surabaya.
Kini semua mata tertuju pada perkembangan dua bintang tersebut menjelang laga Sabtu mendatang. Jika Ernando dan Rian bisa pulih tepat waktu, peluang Persebaya Surabaya untuk menaklukkan Arema FC di kandang sendiri akan semakin terbuka lebar.
Namun bila keduanya harus absen, inilah saatnya Eduardo Perez membuktikan kematangan taktik dan kemampuan adaptasinya. Green Force dituntut tampil cerdas dan efisien agar tetap menjaga supremasi mereka di tanah Jawa Timur.
Publik Surabaya kini menunggu kabar baik dari dua pemain kesayangan mereka. Apakah Ernando dan Rachmat Irianto bisa kembali tampil di Derbi Jatim atau justru harus menepi lebih lama, semua akan terjawab menjelang peluit kick-off di Gelora Bung Tomo.