JawaPos.com — Dulu sempat dilepas Persebaya Surabaya dengan banyak sorotan, kini Slavko Damjanovic justru muncul sebagai salah satu pemain yang membuat Bhayangkara FC semakin disegani di pentas Super League 2025/2026.
Sosok bek berusia 33 tahun ini menjelma jadi palang pintu yang bukan hanya kokoh, tetapi juga menentukan hasil pertandingan dengan gol-gol krusial.
Momen paling mencuri perhatian hadir saat Bhayangkara FC menghadapi Bali United, ketika usaha tim Serdadu Tridatu untuk menyamakan kedudukan buyar setelah sundulan Slavko pada menit ke-84.
Gol tersebut lahir dari skema sepak pojok yang dieksekusi matang dan langsung mengarah tepat ke gawang tanpa bisa dihentikan.
Gol itu terasa lebih dari sekadar penyumbang tiga poin karena berdampak langsung pada tekanan terhadap posisi pelatih Bali United, Johnny Jansen.
Sorotan suporter Bali United terlihat jelas melalui berbagai komentar bernada protes di unggahan media sosial klub.
Suporter meminta evaluasi, bahkan mendorong pergantian pelatih karena rentetan hasil kurang memuaskan. “Ganti coach, ganti coach,” hingga “tolong anda out,” menjadi suara yang paling sering muncul dari para pendukung.
Sementara itu, kemenangan tersebut justru mengangkat moral Bhayangkara FC yang kini mulai merangkak ke posisi enam klasemen sementara.
The Guardians mengoleksi 11 poin dari 11 pertandingan, dengan catatan 5 kemenangan, 3 imbang, dan 3 kekalahan.
Kehadiran Slavko memberikan efek stabilitas di lini pertahanan Bhayangkara FC yang sebelumnya kerap goyah dalam duel udara.
Selain membentuk tembok kokoh, ia juga memberi ancaman tambahan dalam situasi bola mati, sesuatu yang sangat dibutuhkan dalam kompetisi panjang.
Padahal, karier Slavko di Indonesia berawal dengan cerita yang berbeda saat memperkuat Persebaya Surabaya.
Ia pernah tampil dalam 29 pertandingan dengan torehan 1 asis dan total 2.472 menit bermain, namun kemudian tidak menjadi bagian dari rencana jangka panjang klub.
Keputusan itu membuatnya sempat diragukan apakah dapat bersinar kembali.
Namun sepak bola selalu punya cerita tentang pemain yang bangkit di klub berikutnya, dan Slavko adalah salah satu contohnya musim ini bersama Bhayangkara FC.
Slavko lahir pada 2 November 1992 di Nikšić, Montenegro dan memiliki kewarganegaraan ganda Montenegro–Serbia.
Dengan tinggi 1,89 meter dan kaki dominan kiri, ia memiliki karakter sebagai bek tengah yang kuat dalam duel, tenang dalam membaca situasi, dan agresif dalam marking.
Karier profesionalnya dimulai sejak 2013 bersama Spartak FC sebelum kemudian berkelana ke berbagai negara. Ia pernah memperkuat klub-klub Eropa seperti Sutjeska Niksic, Novi Pazar, FK TSC, B. Podgorica, dan Békéscsaba.
Tak berhenti di Eropa, Slavko juga berpengalaman merasakan atmosfer sepak bola Asia dan Afrika.
Ia pernah bermain untuk Bidvest Wits FC di Afrika Selatan, Loko Tashkent di Uzbekistan, serta tiga klub India yaitu Chennaiyin FC, Bengaluru FC, dan ATK Mohun Bagan.
Pengalamannya memperkuat banyak klub tersebut membuat Slavko memiliki karakter adaptif dan matang dalam membaca tempo pertandingan.
Pengalaman yang ia bawa menjadi nilai tambah yang sangat berpengaruh bagi Bhayangkara FC musim ini.
Sejauh perjalanan kariernya, Slavko sudah mengoleksi empat gelar dari empat klub berbeda. Trofi tersebut mencakup Montenegrin Champion, Montenegrin Cup Winner, South African Cup Winner, hingga Indian Super League Champion.
Pada level statistik, catatan terbaiknya tercipta saat membela B. Podgorica dengan total 66 pertandingan dan 4 gol.
Sementara itu, bersama Bhayangkara FC sejauh ini ia sudah mencatatkan 11 pertandingan dengan kontribusi 2 gol yang sangat krusial.
Data juga menunjukkan total 218 pertandingan di liga domestik yang ia jalani, dengan total 8 gol, 1 asis, dan 18.224 menit bermain.
Ini menegaskan Slavko bukan pemain baru yang masih berproses, melainkan pemain matang dengan jam terbang tinggi.
Kini, perjalanan karier Slavko terasa seperti babak pembuktian di Indonesia. Dari pemain yang sempat dicoret Persebaya Surabaya, ia menjelma menjadi fondasi kokoh sekaligus pahlawan Bhayangkara FC dalam beberapa laga penting.
Bhayangkara FC berhasil menemukan sosok pemimpin di lini belakang yang mampu memberi rasa aman sekaligus ancaman di kotak penalti lawan.
Dan bagi Slavko Damjanovic, ini adalah panggung tepat untuk menegaskan satu hal: cerita dalam sepak bola selalu bisa berubah, selama pemain tidak berhenti bekerja keras.