← Beranda
Rating Skuad Persebaya Surabaya vs Persis Solo! Francisco Rivera dan Bruno Moreira Jadi Bintang Lapangan
Moch. Rizky Pratama PutraSenin, 3 November 2025 | 17.14 WIB
Francisco Rivera saat berjuang bersama Persebaya Surabaya hadapi Persis Solo, Minggu (2/11/2025). (Persebaya Surabaya)
 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya akhirnya memetik kemenangan penting atas Persis Solo dengan skor 2-1 dalam laga pekan ke-11 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (2/11) malam. Duel panas ini menghadirkan drama menarik, dengan Francisco Rivera dan Bruno Moreira tampil sebagai bintang lapangan yang mencuri perhatian.

Kemenangan ini terasa spesial karena Green Force sempat tertinggal lebih dulu sebelum membalikkan keadaan dengan permainan penuh determinasi.

Perubahan taktik yang dilakukan pelatih Eduardo Perez pada babak kedua menjadi kunci utama kebangkitan Persebaya Surabaya di hadapan ribuan Bonek dan Bonita yang memadati stadion.

Eduardo Perez mengakui, timnya sempat kesulitan di babak pertama karena jarak antar lini terlalu jauh sehingga Persis leluasa mengembangkan permainan.

Namun, evaluasi di ruang ganti langsung membuahkan hasil ketika para pemain tampil lebih kompak dan agresif di babak kedua.

Pelatih asal Spanyol itu menilai kemenangan ini bukan hanya soal strategi, tapi juga soal mental dan semangat juang pemain yang terus terjaga meski sempat tertinggal.

Ia memuji karakter anak asuhnya yang tetap tenang di bawah tekanan dan mampu mengontrol emosi hingga peluit akhir.

Eduardo menegaskan pentingnya keseimbangan antara pertahanan dan transisi menyerang untuk menghadapi kompetisi seketat Super League.

Menurutnya, tim yang kuat bukan hanya ditentukan oleh pemain bintang, tapi juga organisasi permainan dan disiplin saat tanpa bola.

Ia secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada penjaga gawang Ernando Ari yang tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan krusial.

Penampilan solid kiper muda tersebut disebutnya sebagai hasil kerja keras bersama pelatih kiper Felipe Americo yang terus menjaga kualitas latihan.

“Saya tidak terkejut dengan penampilan Nando karena saya melihat langsung bagaimana dia berlatih setiap hari,” kata Coach Edu dengan nada puas. “Kami punya kiper dan pelatih kiper terbaik,” lanjutnya dengan penuh keyakinan.

Selain mengandalkan pemain senior, Persebaya Surabaya juga memberi kesempatan bagi dua pemain muda, Sadida Nugraha dan Ichsas Baihaqi.

Meski hanya tampil sebentar, kehadiran mereka dinilai menjadi bukti nyata keberhasilan akademi dalam menyiapkan regenerasi tim.

Sementara itu, kapten tim Bruno Moreira menjadi sosok sentral dalam kemenangan Persebaya Surabaya berkat kepemimpinan dan kontribusi besarnya di lapangan.

Pemain asal Brasil itu mengaku laga melawan Persis Solo tidak mudah karena timnya sempat kehilangan ritme di awal pertandingan.

Bruno menegaskan semangat juang tim menjadi kunci utama dalam membalikkan keadaan di babak kedua.

Ia menilai kemenangan di kandang sendiri menjadi tambahan motivasi besar untuk terus menjaga tren positif di pertandingan-pertandingan berikutnya.

“Tiga poin ini sangat penting, apalagi kami meraihnya di depan para Bonek dan Bonita,” ujar Bruno penuh semangat. “Ini baru permulaan. Kami akan terus berusaha meraih tiga poin di setiap laga,” tambahnya dengan nada optimistis.

Secara performa individu, Bruno Moreira dan Francisco Rivera menjadi dua pemain dengan rating tertinggi, masing-masing 8.6.

Keduanya berperan besar dalam menciptakan peluang dan mengatur tempo permainan Persebaya Surabaya sepanjang pertandingan.

Rivera tampil impresif di lini tengah dengan umpan-umpan akurat dan visi bermain yang tajam.

Ia menjadi motor serangan utama, sekaligus penghubung efektif antara lini tengah dan depan yang membuat Persis kewalahan menutup ruang.

Sementara Bruno Moreira bukan hanya memimpin dengan contoh, tetapi juga menjadi inspirasi rekan-rekannya dengan pressing tinggi dan kecerdikan dalam mengatur ritme serangan.

Kombinasi keduanya membuat permainan Green Force terlihat lebih hidup dan berbahaya di babak kedua.

Di lini belakang, Dime Dimov dan Rachmat Irianto tampil solid dengan rating 7.5 dan 7.4. Keduanya bekerja keras menahan gempuran Persis yang mencoba memanfaatkan celah dari sayap dan bola-bola mati.

Pemain muda Toni Firmansyah juga mencuri perhatian dengan rating 8.2 setelah menunjukkan mobilitas tinggi dan keberanian dalam duel satu lawan satu.

Gelandang muda ini menjadi elemen penting dalam menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang.

Penyerang asal Montenegro, Mihailo Perovic, menutup laga dengan rating 7.8 setelah tampil aktif dan ikut terlibat dalam proses gol kemenangan.

Selain 1 gol pembuka di laga tersebut, kontribusinya dalam membuka ruang membuat lini depan Persebaya Surabaya semakin berbahaya.

Dari bangku cadangan, Randy May dan Malik Risaldi turut memberikan energi baru dengan rating masing-masing 6.9 dan 6.7. Mereka membantu menjaga intensitas permainan ketika Persis meningkatkan tekanan di menit-menit akhir.

Secara keseluruhan, performa Persebaya Surabaya kali ini menunjukkan kematangan taktik dan mental yang semakin solid.

Dengan Rivera dan Bruno sebagai motor utama, Green Force tampak semakin siap bersaing di papan atas Super League musim ini.

Kemenangan atas Persis Solo menjadi bukti konkret kerja keras, disiplin, dan perubahan taktik yang tepat mampu membawa hasil maksimal.

Persebaya Surabaya kini tak hanya kembali ke jalur kemenangan, tapi juga memperlihatkan identitas permainan yang kian matang dan menjanjikan.

Berikut rating pemain Persebaya Surabaya saat jamu Persis Solo.

Ernando Ari 6.4
Dejan Tumbas 7.3
Dime Dimov 7.5
Rachmat Irianto 7.4
Arief Catur 7.2
Toni Firmansyah 8.2
Milos Raickovic 7.0
Bruno Moreira 8.6
Francisco Rivera 8.6
Gali Freitas 7.0
Mihailo Perovic 7.8

Pemain pengganti.

Randy May 6.9
Malik Risaldi 6.7
Sadida Nugraha 6.4
Ichsas Baihaqi -
Risky Dwi -

EDITOR: Edi Yulianto