← Beranda
Hari Sumpah Pemuda 2025: Agam Haris Sebarkan Pesan Anak Muda Harus Tangguh Berjuang Wujudkan Cita-citanya
Moch. Rizky Pratama PutraSelasa, 28 Oktober 2025 | 19.04 WIB
Agam Haris jadi salah satu bagian penting Deltras FC di Championship 2025/2026. (Agam Haris for JawaPos.com)

 

JawaPos.com — Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025 menjadi momentum penting bagi generasi muda untuk menyalakan kembali semangat perjuangan dan persatuan bangsa. Di tengah peringatan ke-97 tahun ini, asisten pelatih Deltras FC, Agam Haris, mengajak anak muda Indonesia untuk tangguh berjuang mewujudkan cita-citanya dengan semangat kolaborasi dan cinta tanah air.

Tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu” menggambarkan tekad kuat generasi penerus dalam membangun negeri dengan langkah nyata dan inovatif.

Logo peringatan tahun ini pun tampil dinamis, mencerminkan semangat energik dan kolaboratif yang menjadi ciri khas anak muda masa kini.

Bagi Agam Haris, semangat Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan sejarah yang dibacakan setiap tahun.

Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi napas perjuangan yang ia bawa dalam setiap langkah kariernya di dunia sepak bola.

“Semangat persatuan yang diwariskan melalui Sumpah Pemuda menjadi napas dalam setiap langkah saya sebagai pelatih sepak bola,” tutur Agam kepada JawaPos.com, Selasa (28/10/2025).

Ia menegaskan, keberhasilan tidak pernah lahir dari satu individu, melainkan hasil dari tekad, kolaborasi, dan saling melengkapi demi tujuan bersama.

Di lapangan hijau, Agam melihat cermin nyata dari makna Sumpah Pemuda.

Perbedaan latar belakang para pemain justru menjadi kekuatan yang menyatukan mereka untuk mengharumkan nama tim dan bangsa di atas lapangan.

“Dari ruang ganti hingga lapangan, saya selalu tanamkan nilai perbedaan bukan alasan untuk terpisah, tetapi kekuatan untuk melangkah bersama menuju prestasi tertinggi,” ujarnya penuh keyakinan.

Bagi Agam, sepak bola dan semangat pemuda 1928 memiliki benang merah yang sama: persatuan dan perjuangan tanpa pamrih.

Agam Haris bukan sekadar pelatih yang mengajarkan teknik bermain bola. Ia juga menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada para pemainnya agar menjadi pribadi yang kuat, berkarakter, dan bermanfaat bagi banyak orang.

“Melalui sepak bola, saya tidak hanya ingin mencetak pemain juara di lapangan, tapi juga juara dalam kehidupan,” katanya.

Menurutnya, kemenangan sejati terletak pada kemampuan menjaga integritas, kerja keras, dan kebersamaan, bukan semata skor di papan pertandingan.

Pengalamannya melatih di luar negeri, seperti di Arab Saudi, menjadi bagian dari pembuktian cinta dan pengabdian kepada negeri.

Ia ingin menunjukkan anak muda Indonesia mampu bersaing di level internasional jika memiliki tekad dan disiplin tinggi.

“Pengalaman internasional saya bukan sekadar kebanggaan pribadi, tapi wujud nyata cinta kepada negeri untuk bisa berprestasi di kancah dunia,” tutur Agam.

Ia berharap semangat global itu bisa menular kepada generasi muda agar tidak takut bermimpi besar dan menembus batas.

Bagi Agam, setiap perjuangan yang dilandasi keikhlasan dan doa akan menemukan jalannya menuju hasil terbaik.

Ia percaya, Tuhan selalu menuntun langkah orang yang berjuang dengan hati bersih dan niat tulus untuk memberi makna bagi sesama.

“Ketika niat berjuang didasari keikhlasan dan doa, Allah akan menuntun langkah kita menuju hasil terbaik,” ujarnya.

Ia menegaskan, kemenangan sejati bukan hanya tentang trofi, tapi tentang menanamkan semangat persatuan, kejujuran, dan kerja keras di hati setiap pemain.

Nilai-nilai Sumpah Pemuda menjadi panduan Agam dalam mendidik anak-anak muda di lapangan hijau.

Ia menilai, generasi muda perlu memahami perjuangan masa kini tidak lagi hanya dengan senjata, melainkan dengan karya, ketulusan, dan kontribusi nyata untuk bangsa.

“Nilai-nilai Sumpah Pemuda bukan sekadar sejarah, tapi api yang harus terus menyala di dada setiap insan muda Indonesia,” tegasnya.

Menurutnya, cara terbaik menjaganya adalah dengan berani bermimpi besar dan bekerja keras tanpa pamrih demi mengharumkan nama bangsa.

Agam mencontohkan, di dunia sepak bola, semangat persatuan lebih kuat dari ego pribadi.

Setiap pemain harus belajar menomorduakan kepentingan diri demi satu tujuan bersama, sebagaimana para pemuda 1928 yang menyingkirkan perbedaan demi satu Indonesia.

“Di lapangan hijau, kita buktikan cinta tanah air lebih besar dari sekadar kemenangan,” ujarnya penuh semangat.

Ia berharap, semangat itu bisa menjadi energi positif bagi pemuda-pemudi Indonesia untuk terus bergerak dan berkarya di bidang masing-masing.

Sebagai pelatih, Agam ingin menjadi inspirasi bagi anak muda agar berani bermimpi dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan.

Ia percaya, dengan iman, disiplin, dan kerja keras, generasi muda Indonesia mampu mencetak sejarah baru bagi negeri.

Ia menutup pesannya dengan ajakan agar pemuda Indonesia berani melangkah, berani bermimpi, dan berani berjuang untuk mewujudkan cita-citanya demi Indonesia yang lebih maju.

Semangat Sumpah Pemuda yang diwariskan 97 tahun lalu kini terus hidup di lapangan hijau, di ruang-ruang kelas, dan di hati setiap pemuda yang mencintai bangsanya.

Lewat pesan Agam Haris, makna perjuangan itu kembali terasa nyata: persatuan, ketangguhan, dan mimpi besar untuk Indonesia yang bersinar di dunia.

EDITOR: Banu Adikara