← Beranda
Persija Jakarta Siapkan Siasat Jebol Tembok Baja Persebaya Surabaya
Moch. Rizky Pratama Putra• Sabtu, 18 Oktober 2025 | 14.38 WIB
Persebaya Surabaya punya bekal apik jelang jamu Persija Jakarta. (Putra/JawaPos)

JawaPos.com — Persija Jakarta menghadapi tantangan besar akhir pekan ini saat melawat ke markas Persebaya Surabaya dalam lanjutan Pekan ke-9 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (18/10/2025).

Laga ini diprediksi menjadi duel panas dua tim besar yang sama-sama tengah mencari konsistensi di papan atas klasemen. Pelatih Persija, Mauricio Souza, mengakui Persebaya Surabaya bukan lawan yang mudah.

Ia sudah mempelajari kekuatan tim Green Force secara detail dan menyiapkan taktik khusus agar anak asuhnya mampu menembus pertahanan tangguh tuan rumah.

Persebaya Surabaya tercatat baru kebobolan lima gol dari enam laga musim ini. Angka itu jadi bukti kokohnya lini belakang pasukan Eduardo Perez yang kini dikenal sulit ditembus meski menghadapi tim-tim besar.

Mauricio menyadari, catatan defensif impresif tersebut akan jadi ujian nyata bagi lini depan Macan Kemayoran.

Ia menilai pertandingan nanti tak hanya soal teknik, tetapi juga soal karakter dan disiplin bermain di bawah tekanan publik Surabaya yang terkenal fanatik.

“Persebaya adalah salah satu kandidat kuat untuk berada di papan atas klasemen. Mereka bermain dengan baik di setiap pertandingan, dan kami harus selalu fokus menghadapi itu,” ujar pelatih asal Brasil itu.

Kekalahan di dua laga terakhir menjadi cambuk bagi Persija untuk bangkit. Mauricio menegaskan timnya harus belajar dari kesalahan dan memperbaiki detail kecil yang sebelumnya kerap membuat mereka kehilangan poin penting.

Ia tak menampik Persija masih punya masalah dalam menjaga konsistensi permainan. Namun, dengan kualitas pemain yang dimiliki, ia optimistis tim ibu kota bisa memberikan perlawanan sengit di Surabaya.

Persija kini mencatat 13 gol dari tujuh pertandingan, salah satu yang tertajam di liga. Hanya saja, mereka juga sudah kebobolan delapan gol, yang menunjukkan masih ada celah di sektor pertahanan yang perlu segera diperbaiki.

Mauricio menegaskan fokus utama bukan hanya membongkar pertahanan Persebaya Surabaya, tetapi juga menjaga keseimbangan tim agar tak mudah diserang balik.

Ia ingin para pemain tampil lebih kompak dan disiplin menjalankan rencana permainan yang sudah disusun sejak awal pekan.

“Mereka memiliki pertahanan yang kuat. Jadi kami perlu menjalankan rencana yang sudah disiapkan dengan disiplin. Jika itu bisa kami lakukan, kami memiliki peluang besar untuk pulang dari sana dengan hasil maksimal,” ucapnya lagi.

Di sisi lain, Persebaya Surabaya sedang berada dalam tren cukup stabil. Dari enam pertandingan terakhir, mereka mencatat tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan, hasil yang menjaga posisi mereka tetap bersaing di papan atas klasemen sementara.

Eduardo Perez sukses meramu tim yang solid di semua lini. Pertahanan yang hanya kebobolan lima kali menjadi fondasi kokoh bagi permainan cepat dan agresif khas Persebaya Surabaya.

Sementara di lini depan, Green Force sudah mencetak delapan gol dari enam laga. Produktivitas yang seimbang dengan pertahanan rapat membuat mereka menjadi lawan yang komplet dan sulit diprediksi.

Kedua tim sama-sama memiliki kekuatan khas. Persija dengan gaya menyerang cepat dan kreatifitas lini tengahnya, sementara Persebaya Surabaya mengandalkan pressing ketat serta koordinasi pertahanan yang disiplin.

Pertemuan keduanya diyakini akan jadi adu strategi antara dua pelatih dengan karakter berbeda.

Mauricio Souza dikenal dengan filosofi menyerang penuh tempo tinggi, sedangkan Eduardo Perez lebih mengutamakan keseimbangan antara bertahan dan menyerang.

Secara statistik, Persija memang lebih tajam dalam urusan mencetak gol, tetapi Persebaya Surabaya jauh lebih efisien dalam menjaga gawangnya tetap aman. Situasi ini membuat laga nanti berpotensi berlangsung ketat sejak menit awal.

Mauricio berharap anak asuhnya bisa tampil tanpa beban meski bermain di kandang lawan.

Ia menekankan pentingnya ketenangan dan kerja sama tim untuk menghadapi tekanan dari atmosfer Gelora Bung Tomo yang selalu menggema.

Motivasi tinggi juga datang dari para pemain Persija yang ingin menebus hasil buruk di dua pertandingan terakhir. Mereka sadar hanya kemenangan yang bisa mengembalikan kepercayaan diri sekaligus memperbaiki posisi di klasemen.

Meski begitu, Mauricio tetap realistis menghadapi laga ini. Ia menilai hasil maksimal hanya bisa diraih jika seluruh pemain bermain sesuai rencana dan tidak mudah kehilangan fokus.

Pertandingan Persebaya Surabaya kontra Persija bukan hanya adu gengsi dua tim besar, tetapi juga pertarungan strategi dua pelatih yang sama-sama cerdas membaca situasi.

Keduanya paham, satu kesalahan kecil bisa menentukan hasil akhir. Semua mata akan tertuju ke Gelora Bung Tomo malam nanti.

Apakah Persija berhasil menembus pertahanan rapat Persebaya Surabaya yang baru kebobolan lima gol, atau justru Green Force kembali menunjukkan soliditasnya di depan publik sendiri.

Apapun hasilnya, duel ini diyakini menjadi salah satu laga paling menarik di pekan ke-9 Super League 2025/2026. Kedua tim sama-sama membawa ambisi besar, dan hanya yang paling disiplin yang akan tersenyum di akhir pertandingan.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra