← Beranda
Terbongkar Rahasia Pemecatan Patrick Kluivert! Begini Rapor 10 Bulan Tangani Timnas Indonesia
Mardhiah Nurul Lathifah• Kamis, 16 Oktober 2025 | 23.26 WIB
Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert memberikan arahan kepada pemain saat menghadapi Chinase Taipei dalam International Friendly Match di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, kemarin (5/9). Skuad Garuda berhasil mengalahkan tamunya dengan skor (6-0)

JawaPos.com - Patrick Kluivert resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai pelatih tim nasional Indonesia. Keputusan ini menyusul kegagalannya mengantarkan Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026. 

Kabar ini disampaikan PSSI melalui akun resmi media sosial, Kamis (16/10). Tidak sampai satu pekan dari kekalahan yang diderita Indonesia di ronde empat kualifikasi Piala Dunia. 

"Setelah melalui diskusi yang terbuka dan penuh rasa saling menghormati, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri kerja sama ini," tulis PSSI. 

Pemberhentian ini juga mencakup gerbong kepelatihan dari Belanda yang datang bersama Patrick Kluivert yaitu Alex Pastoor dan Denny Landzat yang berposisi sebagai asisten. 

Dalam rilisnya, PSSI juga menyampaikan apresiasi atas kinerja tim kepelatihan tersebut. 

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Coach Patrick Kluivert dan timnya atas komitmen dan profesionalisme yang telah mereka tunjukkan."

Kluivert mengisi kursi pelatih Timnas Indonesia pada awal Januari lalu. Dirinya menggantikan posisi Shin Tae-yong yang didepak PSSI. 

Mantan pelatih Timnas Curacao itu langsung bertanggung jawab atas Timnas yang sedang bertarung di putaran tiga kualifikasi. Dirinya sukses mengantarkan Indonesia masuk ronde empat meski akhirnya gagal melangkahkan kaki ke Piala Dunia. 

Selama sepuluh bulan membesut Timnas Indonesia, Patrick telah memimpin delapan laga dengan rincian enam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan dua sisanya merupakan partai uji coba. 

Catatan tersebut membuatnya menjadi pelatih Timnas dengan jumlah laga tersedikit kedua. Juru taktik 49 tahun itu hanya unggul satu laga dari Simon McMenemy. 

Dari delapan pertandingan, Kluivert telah mempersembahkan tiga kemenangan, satu seri, dan empat kekalahan dengan total sepuluh poin. 

Kekalahan yang paling diingat oleh publik adalah dua laga putaran keempat kualifikasi. Pasukan Garuda diberondong tiga gol oleh Arab Saudi di laga pertama (8/10) dan hanya bisa membalas dua gol.

Di laga selanjutnya, Indonesia kalah tipis dari Irak 1-0 (11/10) sekaligus memupus harapan Merah-Putih untuk mentas di panggung dunia. 

Ketajaman lini serang Indonesia juga menjadi sorotan di masa kepelatihan Kluivert. Indonesia mencetak sebelas gol atau rata-rata 1,4 gol per laga. 

Adapun jumlah memasukkan terbanyak dalam satu pertandingan terjadi saat menghadapi Taiwan di laga persahabatan (5/9). Ketika itu, Jay Idzes dkk. menyarangkan enam gol ke gawang lawan. 

Sedangkan, saat di laga kualifikasi, Indonesia cukup kesulitan mencetak gol. Dari enam laga, Skuad Garuda hanya melesakkan lima gol. 

Kontribusi tertinggi diberikan oleh Ole Romeny dengan tiga gol. Dua gol lainnya diciptakan oleh Kevin Diks, seluruhnya melalui eksekusi dari titik putih. 

Barisan pertahanan pun tidak luput dari sorotan. Hal ini disebabkan 15 gol yang bersarang di gawang Indonesia dalam kurun waktu tersebut. 

Jepang menjadi tim yang paling banyak menjaringkan bola ke gawang Indonesia. Saat itu (10/6), Emil Audero dan kolega tumbang di kandang Samurai Biru dengan skor 6-0. 

Tim Kepelatihan Timnas Indonesia Senior: 

  • Pelatih Kepala: Patrick Kluivert,
  • Asisten Pelatih: Alex Pastoor, Denny Landzaat
  • Pelatih Fisik: Quentin Jacoba
  • Pelatih Kiper: Sjoerd Woudenberg
  • Asisten Pelatih Kiper: Damian Van Rensburg
  • Fisioterapis: Leo Echteld, Chesley ten Oever Analis: Jordy Kluitenberg,
  • Team Developer: Bram Verbruggen, Regi Blinker
  • Ofisial: Soufian Asafiati
  • Pelatih Timnas Indonesia U-23: Gerald Vanenburg
  • Pelatih Timnas Indonesia U-20: Frank van Kempen
EDITOR: Hendra