← Beranda
Jay Idzes Tegaskan Timnas Indonesia Langsung Ganti Fokus! Laga Hidup Mati Lawan Irak
Moch. Rizky Pratama Putra• Sabtu, 11 Oktober 2025 | 19.17 WIB
Jay Idzes siap antarkan Timnas Indonesia kalahkan Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026. (Instagram @jayidzes)
 

JawaPos.com — Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes menegaskan skuad Garuda sudah melupakan kekalahan dari Arab Saudi dan langsung mengalihkan fokus ke laga hidup mati melawan Irak. Pemain Sassuolo itu menilai peluang Indonesia untuk bicara banyak di putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia masih terbuka lebar.

Kekalahan 2-3 dari Arab Saudi di laga perdana memang membuat posisi Indonesia berada di ujung tanduk.

Tim asuhan Patrick Kluivert itu kini terdampar di dasar klasemen sementara Grup B dan wajib menang jika ingin menjaga asa lolos ke Piala Dunia 2026.

Jay Idzes menyadari situasi sulit yang dihadapi timnya, namun menolak menyerah sebelum peluit akhir. Ia menegaskan semangat dan kepercayaan diri seluruh pemain masih tinggi jelang bentrokan melawan Irak pada Minggu (12/10/2025) pukul 02.30 WIB di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.

“Kami harus mengubah fokus ke Irak, dan bukan Arab Saudi lagi sebab kami masih punya kesempatan melakukan sesuatu yang luar biasa,” ujar Idzes dalam podcast The Haye Way di YouTube yang diunggah Jumat (10/10/2025).

Pernyataan itu menegaskan mental juang tinggi sang kapten di tengah tekanan besar yang dihadapi skuad Garuda.

Laga melawan Irak menjadi momen penentuan nasib Indonesia di Grup B. Jika menang, peluang untuk merebut posisi dua besar masih terbuka, baik untuk tiket langsung maupun melalui jalur play-off antar konfederasi.

Sebaliknya, kekalahan akan membuat langkah Indonesia menuju Piala Dunia 2026 semakin berat. Jay Idzes menyadari hal itu dan menyerukan agar rekan-rekannya tak lagi menoleh ke masa lalu.

“Saya pikir semua pemain tahu pentingnya pertandingan mendatang,” tegas pemain berusia 25 tahun itu.

“Jadi kami hanya perlu melakukan penyesuaian lalu menatap ke depan, jangan menoleh ke belakang lagi.”

Menurut Idzes, evaluasi usai kekalahan dari Arab Saudi sudah dilakukan secara menyeluruh.

Tim pelatih disebut sudah menyiapkan beberapa penyesuaian agar permainan Indonesia lebih efektif menghadapi Irak yang dikenal tangguh dan agresif.

Ia menilai kunci kebangkitan Indonesia terletak pada fokus dan kekuatan mental. Menurutnya, para pemain harus mampu menjaga ketenangan dalam tekanan agar bisa tampil maksimal di laga penting nanti.

“Saya rasa di momen ini, yang terpenting adalah kami secara kolektif harus fokus dan kuat secara mental,” ujar Idzes. Ia menegaskan seluruh pemain sudah paham betapa pentingnya duel melawan Irak dalam menjaga peluang lolos.

Jay juga mengingatkan rekan setimnya untuk tidak mengeluh soal padatnya jadwal pertandingan. Ia menyebut sejak awal semua pemain sudah tahu akan menjalani dua laga berat dalam waktu hanya tiga hingga empat hari.

“Sebelum menghadapi pekan ini, kami juga sudah sadar bahwa kami akan melakoni dua pertandingan hanya dalam waktu 3-4 hari kurang lebih. Kami tahu hal itu akan jadi tantangan, dan sekarang kami sedang ada di tengah-tengahnya,” tuturnya.

Situasi ini, lanjut Idzes, justru menjadi ujian seberapa besar keinginan skuad Garuda untuk mengukir sejarah. Ia menilai momen melawan Irak akan menjadi pembuktian sejauh mana kesiapan dan mental bertarung tim Merah Putih.

“Kami sedang dites tentang seberapa besar kami menginginkan ini, seberapa bagus persiapan kami, dan seberapa besar kami bersedia memperjuangkan hal itu,” tandas Idzes dengan penuh keyakinan.

Pernyataan tersebut mencerminkan peran penting Idzes sebagai pemimpin di lapangan.

Sejak ditunjuk sebagai kapten, pemain yang kini memperkuat Sassuolo di Serie A Italia itu dikenal sebagai sosok tenang namun memiliki pengaruh besar di ruang ganti.

Ia kerap menjadi penyemangat rekan-rekannya di momen-momen sulit dan menjaga atmosfer positif di tim.

Kehadirannya di jantung pertahanan juga memberikan rasa aman bagi para pemain muda yang baru menembus skuad utama.

Laga melawan Irak sendiri diprediksi berlangsung ketat dan penuh tekanan. Tim asuhan Jesús Casas tersebut tampil konsisten di babak kualifikasi dan punya sejumlah pemain yang tampil di kompetisi Eropa.

Namun, Timnas Indonesia punya modal semangat juang tinggi dan dukungan besar dari publik Tanah Air. Jay Idzes yakin hal itu bisa menjadi energi tambahan untuk tampil habis-habisan di lapangan.

Ia berharap seluruh pemain mampu menyalurkan semangat tersebut menjadi performa maksimal selama 90 menit.

Kini, semua mata tertuju pada laga hidup mati kontra Irak di Jeddah.

Kemenangan akan menjaga asa Garuda terbang lebih tinggi, sementara hasil sebaliknya bisa menjadi pukulan telak dalam perjalanan menuju Piala Dunia 2026.

Bagi Jay Idzes dan kawan-kawan, pertandingan ini bukan sekadar soal poin, melainkan ujian karakter dan komitmen untuk membuktikan Indonesia layak diperhitungkan di level tertinggi Asia.

Mereka sudah menegaskan satu hal: fokus kini hanya pada Irak, bukan lagi masa lalu.

EDITOR: Edi Yulianto