← Beranda
Atmosfer JIS, Rumah Baru Persija Jakarta, Dihiasi Rekor Penonton dan Tantangan Rumput Stadion
Dimas Ramadhan WicaksanaJumat, 10 Oktober 2025 | 21.46 WIB
Stadion JIS, kandang Persija Jakarta. (Dok Instagram Lestarindo)

JawaPos.com-Rumah adalah sebuah tempat yang layak untuk ditinggali dan membuat nyaman pemilik serta penghuni. Itulah yang didambakan Persija Jakarta saat Jakarta International Stadium (JIS) resmi diumumkan sebagai kandang baru.

JIS resmi diumumkan menjadi rumah baru Persija Jakarta setelah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Jakpro selaku pengelola stadion dan manajemen Macan Kemayoran pada Februari.

Stadion di Jakarta Utara itu baru ditetapkan sebagai rumah Persija setelah Macan Kemayoran menjalani empat laga kandang di JIS pada Liga 1 2024/2025. Kesepakatan itu diharapkan dapat membuat Persija dapat berkandang tetap di JIS.

Realisasi Persija selalu menjadikan JIS sebagai kandang sepenuhnya baru terwujud pada Super League 2025/2026. Macan Kemayoran jadi prioritas utama untuk penggunaan stadion berkapasitas 82 ribu penonton tersebut.

Sejauh ini, Persija sudah menggunakannya untuk tiga pertandingan. Yakni melawan Persita Tangerang (4-0), Malut United FC (1-1) dan Bali United FC (1-1).

Meski tak selalu menang, tapi catatan itu cukup baik. Sebab Persija berarti mampu menjaga tren ciamiknya selama bertanding di JIS, yakni tak pernah terkalahkan.

Pada musim lalu, Persija memainkan enam laga kandang di JIS dan hasilnya meraih lima kemenangan dan sekali imbang. Artinya Macan Kemayoran sampai saat ini telah bermain sebanyak 9 laga di JIS dan enam di antaranya berbuah tiga kemenangan. JIS layaknya jadi kandang yang angker untuk tim tamu.

Asisten pelatih Persija Jakarta, Ricky Nelson pernah mengatakan bahwa atmosfer pertandingan di JIS memang tiada duanya. Menurutnya, Macan Kemayoran dapat motivasi tambahan setiap beraksi di JIS dengan dukungan suporter.

“JIS ini bagi saya atmosfernya, yang saya bilang tadi, enak sekali ya. Suara penonton kalo ketika lawan corner itu bisa benar-benar mengganggu konsentrasi mereka,” tutur Ricky Nelson saat jadi pelatih interim pada akhir musim lalu.

“Dan kita juga merasa bener-bener deket dengan suporter. Jadi itu emang buat, saya pikir, anak-anak itu bener-bener seperti ada ekstra tenaga untuk melakukan bermain sampai 90 menit,” sambung dia.

Apa yang diutarakan Ricky Nelson tak salah. Sebab nyaris setiap laga Persija di JIS dipenuhi The Jakmania. Bahkan, beberapa laga di antaranya berujung rekor pertandingan dengan jumlah penonton terbanyak.

Bahkan, Persija sempat beberapa kali memecahkan rekor jumlah penonton terbanyak di Liga 1 2024/2025. Salah satunya adalah duel kontra Persita Tangerang di JIS pada Januari 2025 dengan total 28.027 penonton.

Kemudian pada Super League 2025/2026, tiga laga kandang Persija musim ini masuk dalam lima besar rekor jumlah penonton terbanyak. Bahkan dua laga di antaranya menempati posisi teratas.

Ya, rekor pertandingan dengan jumlah penonton terbanyak adalah saat duel Persija Jakarta vs Bali United pada 14 September lalu. Panitia pelaksana dan I.League mencatat ada 29.389 penonton yang hadir di JIS dalam laga tersebut.

Kemudian rekor kedua terbanyak adalah pada pekan pertama kontra Persita Tangerang pada 10 Agustus. Saat itu JIS diramaikan oleh 29.153 penonton. Atmosfer di stadion pun terasa hangat.

Adapun saat Persija menjamu Malut United, jumlah penonton tak kalah fantastis. Tercatat sebanyak 22.195 orang hadir langsung menyaksikan laga tersebut. Jumlah itu membuat laga tersebut jadi pertandingan dengan jumlah penonton terbanyak keempat musim ini.

Sayangnya, cerita Persija di JIS tak sepenuhnya indah. Rasa ketidaknyamanan juga dirasakan oleh segenap tim Macan Kemayoran. Yakni terkait rumput lapangan, di mana baik pemain maupun pelatih sepakat bahwa permukaan lapangan stadion tersebut perlu diperbaiki.

Kritik terhadap rumput memang bukan hal baru untuk JIS. Hal ini sudah muncul sejak musim lalu. Namun suaranya kian kencang pada musim ini, di mana puncaknya seorang Rizky Ridho sampai menyampaikan keluhan dan menitipkan pesan tegas terkait rumput.

"Saya sangat senang bisa bermain di stadion yang sangat-sangat bagus. Tapi mungkin saya sebagai perwakilan teman-teman, ingin memberikan masukan, kalau bisa setelah konser rumputnya diperbaiki," kata Rizky Ridho dalam jumpa pers pasca pertandingan kontra Bali United.

Saking sebalnya, Rizky Ridho sampai membandingkan rumput JIS dengan stadion lain. Ia bahkan menyebut Persija lebih bagus bermain saat laga tandang di markas lawan ketimbang di rumah sendiri.

"Karena ketika kita main away, di lapangan lain kita bisa berani (bermain) satu dua sentuhan. Tapi saat main di kandang dengan dukungan suporter yang luar biasa, kadang kita kurang berani untuk melakukan itu karena bisa dilihat sendiri, kadang lapangan naik-naik. Kita harus mungkin harus belajar kontrol di betis. Jadi mungkin harus diperbaiki nanti," kata bek tengah berusia 23 tahun ini.

Kritikan keras juga diutarakan pelatih Persija Mauricio Souza. Dia menyebut rumput JIS mengganggu permainan yang direncanakan dan disiapkan untuk Macan Kemayoran.

"Saya juga ingin berbicara sedikit tentang JIS. JIS adalah salah satu stadion terindah di dunia. Tidak diragukan lagi. Tapi rumputlah yang menghalangi permainan kami. Tim kami adalah tim yang mengandalkan umpan. Tim kami memiliki banyak umpan, banyak sirkulasi bola," kata pelatih asal Brasil ini.

Ungkapan Rizky Ridho dan Mauricio Souza ini sekaligus menegaskan bahwa JIS nyatanya tam menjadi rumah yang sepenuhnya nyaman untuk Persija Jakarta. Padahal, rumah semestinya dapat jadi hunian yang membuat penghuninya betah dan merasa lebih tenang serta nyaman.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah