← Beranda
Resmi! PSSI Terima Keputusan FIFA dan AFC Tolak Pergantian Wasit Laga Indonesia vs Arab Saudi
Moch. Rizky Pratama Putra• Selasa, 7 Oktober 2025 | 20.44 WIB
Ahmad Al Ali siap jadi pengadil di laga Timnas Indonesia lawan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026. (Asian Football Arena)
 

JawaPos.com — Polemik soal pergantian wasit di laga Timnas Indonesia kontra Arab Saudi akhirnya menemukan titik akhir. PSSI secara resmi menerima keputusan FIFA dan AFC yang menolak permintaan pergantian wasit asal Kuwait, Ahmad Al Ali, untuk pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 tersebut.

Pertandingan penting ini akan digelar di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, pada Rabu (8/10/2025) waktu setempat atau Kamis (9/10/2025) dini hari WIB.

Sebelumnya, PSSI telah melayangkan surat protes kepada AFC lantaran menilai ada potensi ketidaknetralan dalam penunjukan perangkat pertandingan dari kawasan Timur Tengah.

Sekjen PSSI Yunus Nusi menjelaskan langkah protes tersebut dilakukan semata-mata untuk menjaga prinsip fairness dan sportivitas. Ia menegaskan, PSSI tidak bermaksud menuding siapa pun, namun hanya ingin memastikan keadilan bagi semua pihak di laga penentuan menuju Piala Dunia.

“Dikarenakan pertandingan antara Indonesia dengan Arab Saudi, dan kemudian melawan Irak pada 11 Oktober nanti, ini adalah laga krusial menuju Piala Dunia,” ujar Yunus Nusi pada Selasa (7/10/2025).

Menurutnya, PSSI mengirimkan surat resmi kepada AFC untuk mempertanyakan alasan pemilihan wasit yang berasal dari Kuwait.

Yunus mengatakan di Asia terdapat banyak wasit berpengalaman dari Jepang, Korea Selatan, hingga Australia yang bisa saja ditugaskan.

PSSI pun berharap ada keseimbangan dalam penunjukan perangkat pertandingan agar tidak muncul kesan keberpihakan di lapangan.

“Itu yang kami maksud, ada unsur fairness dan sportivitas yang perlu dijaga,” tegasnya. “Karena kan maaf juga, satu daratan. Jadi kami menyampaikan surat protes itu dengan semangat menjaga fair play.”

Namun, AFC kemudian memberikan surat balasan yang menegaskan keputusan tetap sama. Ahmad Al Ali tetap menjadi wasit utama yang akan memimpin jalannya pertandingan antara Indonesia dan Arab Saudi.

“Oleh AFC surat tersebut sudah dibalas dan tetap dengan konsisten pada wasit yang telah ditetapkan,” jelas Yunus.

“Mereka menyampaikan bahwa keputusan itu sudah sesuai dengan prosedur resmi yang dikirimkan kepada PSSI sebelumnya.”

Menyadari hal itu, PSSI akhirnya menerima keputusan tersebut dengan lapang dada. Yunus menekankan PSSI menghormati kewenangan penuh AFC dan FIFA dalam menentukan perangkat pertandingan di level internasional.

“PSSI menerima keputusan itu karena memang menjadi kewenangan AFC,” tuturnya. “Kami mempercayakan sepenuhnya kepada AFC dan berharap pertandingan bisa berjalan dengan adil dan netral.”

Yunus juga menegaskan PSSI tetap optimistis terhadap kualitas dan profesionalitas wasit yang ditugaskan.

Ia berharap, kepemimpinan wasit di lapangan bisa mencerminkan semangat fair play dan menjaga citra sepak bola Asia.

“Kami masih yakin karena ini pertandingan menuju Piala Dunia, tentu wasit akan memimpin dengan seadil-adilnya dan se-netral-netralnya,” ujarnya. Menurutnya, seluruh insan sepak bola Indonesia menginginkan pertandingan berjalan bersih tanpa keputusan kontroversial.

Selain itu, Yunus mengajak seluruh pihak untuk tetap fokus pada persiapan tim dan menjaga semangat positif.

Ia berharap publik tidak lagi terjebak dalam perdebatan soal wasit, melainkan mendukung perjuangan skuad Garuda di lapangan.

“Kami sangat berharap pertandingan ini akan berlangsung dengan sportivitas tinggi,” kata Yunus. “Tidak ada pihak yang dirugikan, dan semoga semua berjalan sesuai harapan.”

Pertemuan antara Indonesia dan Arab Saudi memang menjadi sorotan besar publik sepak bola Asia.

Laga ini tidak hanya menentukan posisi Indonesia di klasemen, tetapi juga menjadi tolok ukur sejauh mana perkembangan tim asuhan pelatih Patrick Kluivert di level internasional.

Dengan tensi yang tinggi dan tekanan besar dari para pendukung, kehadiran wasit netral memang menjadi faktor penting. PSSI pun menegaskan kembali protes mereka bukan bentuk ketidakpercayaan, melainkan wujud tanggung jawab terhadap integritas pertandingan.

“Surat protes itu kami sampaikan secara resmi, tapi kami juga menghormati jawaban yang diberikan oleh AFC,” terang Yunus. “Kami tetap menjunjung tinggi keputusan itu dan mengalihkan fokus penuh kepada kesiapan tim nasional.”

Keputusan untuk menerima hasil tersebut juga menjadi sinyal kedewasaan organisasi PSSI dalam menyikapi dinamika internasional.

Alih-alih memperpanjang polemik, federasi sepak bola nasional ini memilih menutup kontroversi dengan pesan optimisme dan profesionalitas.

Kini, perhatian publik beralih kepada performa para pemain di lapangan. Dengan dukungan penuh dari masyarakat, Timnas Indonesia diharapkan bisa tampil maksimal dan membawa hasil positif dari Jeddah.

Pertandingan melawan Arab Saudi akan menjadi ujian mental dan kualitas bagi skuad Garuda. Di tengah perdebatan seputar kepemimpinan wasit, Indonesia diharapkan tetap mampu menunjukkan karakter kuat dan permainan disiplin.

Pada akhirnya, keputusan FIFA dan AFC menolak pergantian wasit menjadi pelajaran penting bagi PSSI dalam tata kelola hubungan internasional sepak bola.

Federasi kini menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi secara elegan dengan otoritas tertinggi sepak bola dunia.

Dengan demikian, polemik pergantian wasit resmi berakhir.

PSSI menegaskan sikapnya menerima keputusan FIFA dan AFC, sekaligus mengajak seluruh pencinta sepak bola Tanah Air untuk bersatu mendukung Garuda bertarung dengan kepala tegak di panggung dunia.

EDITOR: Edi Yulianto