JawaPos.com — Muhammad Reza Arya Pratama resmi mendapat panggilan mendadak untuk memperkuat Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Penjaga gawang PSM Makassar itu langsung diterbangkan ke Jeddah, Arab Saudi, guna bergabung dengan skuad Garuda.
Reza menjadi kiper kelima yang dipanggil setelah sebelumnya sudah ada Emil Audero, Maarten Paes, Ernando Ari, dan Nadeo Argawinata.
Kehadirannya menambah opsi di bawah mistar, apalagi dua kiper utama sempat bermasalah dengan kondisi fisik di klub masing-masing.
Nama Reza Arya memang tidak asing bagi pecinta Super League. Sejak tampil reguler bersama PSM, ia dikenal sebagai sosok kiper muda dengan refleks cepat dan postur ideal.
Lahir di Makassar pada 18 Mei 2000, Reza kini berusia 25 tahun dengan tinggi 188 cm. Posturnya membuatnya tampil kokoh di kotak penalti, sebuah modal penting untuk bersaing di level internasional.
Karier sepak bolanya dimulai dari PPLP Sulawesi Selatan pada 2015–2016. Setelah itu ia sempat memperkuat Mattombong FC sebelum bergabung dengan akademi PSM Makassar pada 2017.
Di bawah asuhan pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares, perkembangan Reza semakin pesat. Tavares dikenal berani memberi kepercayaan pada pemain muda, termasuk menjadikan Reza bagian penting dalam skuad senior.
Promosi ke tim utama PSM terjadi pada 2019. Sejak itu, ia konsisten menunjukkan performa apik hingga mengoleksi lebih dari 40 penampilan di Super League.
Salah satu pencapaian terbaiknya adalah membantu PSM meraih gelar juara Super League 2022/2023. Sebelumnya, ia juga turut membawa Juku Eja memenangkan Piala Indonesia 2018/2019.
Bagi publik Makassar, Reza merupakan bukti nyata kualitas talenta lokal Sulawesi Selatan. Dari lapangan-lapangan kecil hingga stadion besar, ia menunjukkan dedikasi dan mentalitas pantang menyerah.
Pemanggilan mendadaknya ke Timnas disampaikan langsung oleh Manajer Timnas, Sumardji. Ia memastikan Reza terbang dari Jakarta pada Jumat (3/10/2025) pukul 11.00 WIB menuju Jeddah.
Langkah ini diambil karena Timnas membutuhkan kiper tambahan menyusul kondisi Emil Audero dan Maarten Paes yang sempat diragukan kebugarannya. Kehadiran Reza membuat posisi penjaga gawang menjadi lebih kompetitif.
Indonesia akan menghadapi laga penting melawan Arab Saudi pada 9 Oktober dan Irak pada 12 Oktober. Dua pertandingan ini menentukan peluang Garuda di Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Meski berstatus pendatang baru di timnas senior, Reza tidak bisa dipandang sebelah mata. Penampilannya bersama PSM sudah membuktikan kualitas dan kesiapan mentalnya menghadapi tekanan.
Dengan tinggi badan yang menjulang dan kemampuan membaca arah bola, Reza diyakini bisa memberi kejutan. Banyak pihak berharap ia dapat unjuk gigi jika dipercaya turun bermain.
Selain soal teknis, pemanggilan Reza juga menjadi simbol kepercayaan pada pembinaan klub lokal. PSM Makassar selama ini dikenal rajin melahirkan talenta muda berkualitas.
Bernardo Tavares memainkan peran penting dalam mengasah bakat Reza. Filosofi kerja keras dan disiplin yang ditanamkan pelatih asal Portugal itu menjadikan Reza lebih matang secara permainan dan mental.
Tidak hanya mengandalkan refleks, Reza juga piawai dalam distribusi bola dari belakang. Kemampuannya membaca situasi pertandingan memberi keuntungan bagi tim dalam membangun serangan.
Kehadirannya di skuad Garuda menambah warna baru. Para pemain senior juga dipastikan akan membantu adaptasinya agar cepat menyatu dengan atmosfer timnas.
Bagi Reza sendiri, kesempatan ini adalah puncak dari kerja keras bertahun-tahun. Dari akademi daerah hingga tampil di level internasional, jalannya adalah cerita inspiratif bagi banyak pesepak bola muda.
Publik Indonesia tentu berharap Reza dapat memanfaatkan momen ini sebaik mungkin. Bukan hanya untuk menambah pengalaman, tetapi juga membuktikan dirinya layak bersaing dengan para kiper top lainnya.
Jika mampu menunjukkan performa impresif, Reza berpeluang menjadi bagian penting Timnas dalam jangka panjang. Usianya yang masih muda membuka ruang besar untuk berkembang.
Sejarah sering mencatat kiper yang dipanggil dadakan justru menjadi bintang. Tidak menutup kemungkinan, kisah serupa bisa terjadi pada Reza Arya Pratama.
Dukungan publik Sulawesi Selatan dan seluruh pecinta sepak bola tanah air kini tertuju kepadanya. Kehadirannya di timnas menjadi kebanggaan, sekaligus bukti mimpi anak daerah bisa bersinar di panggung dunia.