← Beranda
Suporter Kecewa Berat! Pasca Kepergian Bernardo Tavares, Pemain Muda PSM Makassar Merasa Kehilangan
Farid S. MaulanaJumat, 3 Oktober 2025 | 23.46 WIB
Bernardo Tavares. (Media PSM)

 

JawaPos.com - Habis sudah kesabaran Bernardo Tavares. Setelah berkali-kali menghadapi tunggakan gaji, pelatih asal Portugal itu akhirnya angkat tangan.

Pada Rabu malam (1/10), dia resmi mengundurkan diri sebagai pelatih PSM Makassar. Keputusan itu disampaikan melalui akun Instagram pribadinya. "Dengan kesedihan mendalam, saya mengumumkan kepergian saya dari PSM Makassar, klub tertua di Indonesia dengan sejarah hampir 110 tahun," tulis Tavares.

Dia menjelaskan alasannya secara gamblang. "Penyebabnya adalah minimnya pembayaran gaji, situasi yang saya hadapi selama 3,5 tahun melatih, tapi kini sudah tak tertahankan lagi," tambahnya. Sebelumnya, Tavares memang sempat curhat bahwa dirinya belum menerima gaji dalam lima bulan terakhir.

Keputusan itu membuat Tavares tercatat sebagai pelatih pertama yang mundur di Super League musim ini. Tentu sangat ironis, mengingat dia pernah membawa PSM juara Liga 1 2022-2023 serta menembus semifinal ASEAN Club Championship 2024-2025.

Kiper Reza Arya tak bisa menutupi kekecewaannya. Kepergian pelatih 45 tahun itu dianggap sebagai kehilangan besar, terutama karena Tavares punya andil besar dalam mengorbitkan pemain muda.

Baca Juga: Respons Unik Bonek Goda Bernardo Tavares Gabung Persebaya Surabaya Usai Tinggalkan PSM Makassar

Pada Liga 1 2019, Reza masih berstatus kiper keempat. Namun, kedatangan Tavares di musim 2022-2023 mengubah segalanya. "Dari kiper cadangan keempat, saya mendapat kesempatan tampil reguler di bawah tangan beliau. Sampai akhirnya kami mampu menjadi juara di akhir musim," kata kiper 25 tahun itu.

Musim tersebut, Reza nyaris tak tergantikan. Ia tampil dalam 33 laga dan mencatatkan 14 clean sheet. "Saya tidak akan seperti ini jika beliau tidak percaya kepada saya," beber kiper kelahiran 18 Mei 2000 itu.

Winger Ricky Pratama juga merasakan hal serupa. Di musim 2022-2023, dia melakoni debut dan bermain dalam 14 laga. "Beliau membantu saya tumbuh sampai akhirnya mendapat kesempatan bermain dengan tim nasional," kata pemain asal Krian, Sidoarjo itu. Karena itu, dia sangat terpukul.

"Kepergian beliau tentu membuat saya sedih. Karena beliau adalah sosok penting dalam karier saya," tegas Ricky yang musim ini sudah tampil lima kali.

Baca Juga: PSM Makassar Paling Banyak Beri Kesempatan Pemain Muda, Lima Pemain Dipanggil Timnas Indonesia SEA Games 2025

Hal senada diungkapkan Victor Dethan. Pemain 21 tahun itu diorbitkan langsung oleh Tavares. "Beliau memberi saya kesempatan, terus mendukung, dan percaya pada saya. Karier saya saat ini adalah berkat beliau juga," ucap pemain bernomor punggung 7 itu.

Sampai berita ini ditulis, manajemen PSM belum memberi pengumuman resmi. Mereka juga belum menunjuk pengganti Tavares, termasuk menanggapi persoalan tunggakan gaji yang membuat pelatih berkepala plontos itu mundur.

Kepergian Tavares juga memicu kekecewaan dari suporter. Presiden Red Gank, Sul Daeng Kulle, menyatakan keprihatinannya atas apa yang dialami Tavares. "Ditelantarkan tanpa digaji lima bulan. Ironi bagi tim sebesar PSM, bisa mengontrak 11 pemain asing tapi belum mampu melunasi kewajiban kepada pelatih," tegasnya saat dihubungi Jawa Pos kemarin (2/10).

Sul berharap peristiwa itu jadi bahan evaluasi besar. "Lunasi semua hak pemain, sekaligus segera mencari pengganti Tavares. Apalagi, PSM sekarang berada di papan bawah dan nyaris masuk zona degradasi," bebernya. 

Baca Juga: Resmi! Tak Tahan Lagi Gajinya Ditunggak, Bernardo Tavares Pamit Tinggalkan PSM Makassar

EDITOR: Hendra