JawaPos.com - Pengalaman bertanding di klub dan jam terbang internasional menjadi dua tolok ukur utama Indra Sjafri dalam menentukan pemain untuk Timnas Indonesia SEA Games Thailand 2025.
PSM Makassar menjadi salah satu penyumbang terbanyak pemain untuk menjalani TC Tim Garuda Muda jelang perhelatan multi-event terbesar se-Asia Tenggara itu. Ya, dari tim asal Sulawesi Selatan tersebut, ada lima nama yang dipanggil. Yaitu Victor Dethan (6 laga di Super League, 1 gol), Ricky Pratama (5 laga), Ananda Raehan (4 laga), Dzaky Asraf (1 laga), dan kiper Muh. Ardiansyah.
Meski belum mencatatkan menit bermain musim ini karena kalah bersaing dengan kiper senior Hilman Syah (5 caps) dan M. Reza (1 caps), Ardiansyah tetap jadi andalan Garuda Muda. Ia merupakan pilar utama saat tampil di Piala AFF U-23 lalu.
PSM yang musim ini mendaftarkan 8 pemain usia 23 tahun (ke bawah) di Super League juga memberi menit bermain untuk pemain muda yang tidak dipanggil. Di antaranya Andi Mukhtam (19 tahun, 1 laga) dan M. Muflib (20 tahun, 4 laga).
Di Super League ada regulasi setiap tim wajib memainkan (minimal) satu pemain 23 tahun dengan menit bermain minimal 45 menit.
Reyner Barusu Curi Perhatian
Regulasi U-23 juga melahirkan bintang baru di Bali United. Nama Reyner Barusu mencuat setelah tampil empat kali musim ini, tiga di antaranya sebagai starter.
Total, gelandang 19 tahun itu sudah bermain 267 menit. Puncaknya terjadi saat menghadapi Semen Padang (26/9). Reyner mencetak gol di menit ke-73.
Itu sekaligus menjadi gol debut dalam karier profesionalnya.
“Saya bersyukur karena Bali United bisa meraih kemenangan penting. Apalagi, situasi tim sedang sulit karena ada pemain yang cedera, sakit, dan akumulasi kartu. Saya senang bisa membawa tim meraih tiga poin,” kata pemain kelahiran 27 Desember 2005 itu.
Soal gol perdananya, Reyner memilih merendah.
“Semua berkat kekompakan dan kerja sama tim. Soal gol perdana, saya tentu mensyukuri. Tapi yang utama tentu tim bisa mendapatkan tiga poin,” terangnya.
Cahya Supriadi Konsisten di PSIM
Di PSIM Jogjakarta, Cahya Supriadi hampir tak tergantikan. Pemain 22 tahun kelahiran Karawang itu selalu jadi kiper utama Laskar Mataram. Dari enam laga, Cahya mencatat 22 penyelamatan dengan dua kali clean sheet.
“Itu karena saya selalu menjaga fokus selama pertandingan berlangsung,” tegasnya. Performa apik itu membuat mantan penjaga gawang Persija Jakarta dan FC Bekasi City itu masuk skuad Indonesia U-23 untuk SEA Games 2025 Desember nanti.